Belakangan ini banyak orang mengeluh jadi susah tidur gara-gara nyamuk? Baru rebahan sebentar, eh udah ada suara “ngiiing” di dekat telinga. Belum lagi tangan dan kaki jadi sasaran gigitan sampai bikin emosi.
Kalau kamu ngerasa akhir-akhir ini nyamuk makin banyak padahal udah masuk saat musim kemarau, ternyata itu bukan cuma perasaanmu aja, lho.
Fenomena ini lagi ramai dikeluhkan warganet. Akun Instagram @jakarta.terkini bahkan membagikan banyak keluhan soal nyamuk yang terasa makin ganas saat malam hari.
Padahal, banyak yang mengira nyamuk akan berkurang saat musim kemarau karena genangan air lebih sedikit. Faktanya, suhu udara yang lebih panas justru menciptakan kondisi yang membuat nyamuk berkembang lebih cepat dan semakin aktif mencari makan.
Lantas, kenapa cuaca panas bisa bikin nyamuk terasa lebih banyak? Berikut penjelasan ilmiahnya
Nyamuk Makin Ganas
Nyamuk termasuk hewan yang suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan. Jadi, saat udara makin panas, malah membuat metabolisme mereka ikut meningkat.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal MDPI dan National Institutes of Health (NIH) menyebut nyamuk akan berkembang biak secara ideal di suhu sekitar 25–32 derajat Celsius.
Akibatnya, proses dari telur yang biasanya berlangsung sekitar 2 minggu bisa lebih cepat menjadi sekitar 5-7 hari saja. Karena makin cepat berkembang biak, alhasil makin banyak nyamuk yang berterbangan di sekitar rumah.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut saat cuaca panas, perilaku nyamuk juga ikut berubah. Mereka jadi lebih aktif mencari mangsa dibanding saat suhu udara sedang sejuk.
Rajin Ngegigit
Kalau kamu merasa baru aja ditepuk satu, eh datang lagi yang lain, ternyata ini ada alasannya, lho.
Saat cuaca panas, nyamuk betina lebih cepat mencerna darah yang sudah mereka hisap. Karena mereka membutuhkan protein untuk menghasilkan telur, nyamuk jadi lebih sering berburu “makanan” alias menggigit manusia.
Makanya, frekuensi gigitan bisa terasa lebih banyak dibanding saat cuaca sedang sejuk.
Pernah sadar nggak kalau makin gerah, nyamuk malah makin berdatangan? Nah, saat kepanasan, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat dan karbon dioksida (CO2) lewat napas.
Nah, dua hal ini justru jadi petunjuk buat nyamuk menemukan keberadaan kita. Bisa dibilang, tubuh yang lagi gerah itu seperti mengirim “GPS” buat nyamuk.
Parah pada Malam?
Kalau nyamuk penyebab demam berdarah biasanya aktif pada pagi sampai sore, beda cerita dengan nyamuk Culex yang lebih sering beraksi saat malam.
Selain menggigit, suara dengungannya di dekat telinga juga bikin otak tetap siaga. Akibatnya, kita jadi gampang kebangun berkali-kali dan besok paginya malah bangun dengan badan lemas karena kurang tidur.
Biar Tidur Nyenyak
Tenang, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan supaya nyamuk nggak pesta di kamar.
- Nyalakan kipas angin atau AC supaya nyamuk kesulitan terbang.
- Jangan biarkan ada genangan air di sekitar rumah, sekecil apa pun.
- Pasang kawat nyamuk di ventilasi atau jendela.
- Pakai lotion anti nyamuk atau diffuser dengan bahan alami seperti serai wangi atau eucalyptus.
Jadi, kalau belakangan ini kamu merasa nyamuk makin brutal saat musim kemarau, ternyata memang ada penjelasan ilmiahnya.
Cuaca panas membuat mereka berkembang biak lebih cepat, lebih aktif mencari makan, dan lebih mudah menemukan manusia.
Makanya, jangan cuma sibuk tepok-tepok nyamuk sebelum tidur. Pastikan juga lingkungan rumah tetap bersih supaya nyamuk nggak punya tempat berkembang biak.




















