Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 4 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Bak Negeri Dongeng Diselimuti Salju, Mengapa Embun Upas Dieng Justru Jadi Horor Bagi Petani?
Cari Tahu

Bak Negeri Dongeng Diselimuti Salju, Mengapa Embun Upas Dieng Justru Jadi Horor Bagi Petani?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Agustus 3, 2026 4:40 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
47 menit lalu
Share
Fenomena Embun Upas di Dieng
Fenomena Embun Upas di Dieng (Foto: Instagram/@ussfeeds)
SHARE

Musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng selalu menghadirkan pemandangan yang bikin banyak orang terpukau.

Daftar isi Konten
  • Embun Upas
  • Kenapa Bisa Terjadi?
  • Cantik Bagi Wisatawan
  • Mengurangi Dampak

Karena pada periode itu rumput, daun, hingga tanaman tampak diselimuti lapisan putih tipis yang sekilas terlihat seperti salju.

Fenomena ini dikenal sebagai embun upas atau embun es, dan bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang ke Dieng untuk mengabadikan momen langka tersebut, karena pemandangannya memang estetik dan cocok buat dimasukkan di feed Instagram.

Tapi tahukah kamu? Kalau di balik keindahannya, para petani di sana punya cerita yang berbeda tentang embun upas ini. Kok bisa?

Baca juga:
Benarkah Kopdes Merah Putih Bisa Beri Petani Rp263 Triliun Lewat… Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan…
Prabowo: Yang Bilang Beras Mahal, Tanam Padi Sendiri! Presiden Prabowo Subianto meminta pihak yang mengkritik harga beras mahal untuk menanam…
Prabowo Mau Luncurkan Motor Listrik Buatan RI, Buat Petani? Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia akan memiliki motor listrik yang diproduksi di…
  • Benarkah Kopdes Merah Putih Bisa Beri Petani Rp263 Triliun Lewat Potong Distribusi?
  • Prabowo: Yang Bilang Beras Mahal, Tanam Padi Sendiri!
  • Prabowo Mau Luncurkan Motor Listrik Buatan RI, Buat Petani?

Embun Upas

Embun upas adalah lapisan kristal es yang terbentuk ketika suhu udara turun hingga mencapai titik beku, biasanya terjadi pada dini hari saat musim kemarau.

Fenomena ini paling sering muncul di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.

Karena berada di dataran tinggi, tekanan udara di Dieng lebih rendah dan udaranya lebih tipis. Kondisi tersebut membuat suhu lebih mudah turun drastis dibandingkan wilayah lain.

Kenapa Bisa Terjadi?

Menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN Aris Pramudia, embun upas tidak terjadi hanya karena udara dingin.

Ada beberapa faktor yang saling mendukung hingga kristal es bisa terbentuk, yaitu:

  • Tiupan angin dingin saat puncak musim kemarau.
  • Langit cerah tanpa tutupan awan sehingga panas bumi lebih cepat lepas ke atmosfer pada malam hari.
  • Bentuk wilayah Dieng yang berupa cekungan membuat udara dingin mengendap dan terjebak.
  • Angin yang cenderung tenang menjelang subuh.
  • Suhu turun hingga mencapai titik beku.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat embun biasa berubah menjadi kristal es yang menempel di permukaan tanaman.

Cantik Bagi Wisatawan

Buat wisatawan, embun upas adalah momen yang ditunggu-tunggu. Lanskap Dieng bahkan disebut-sebut sebagai negeri musim dingin dan selalu menjadi spot foto favorit.

Rekomendasi Wisata Dieng 2026, Ini Lima Destinasi Hits yang Wajib Kamu Kunjungi

Sayangnya, kondisi ini justru menjadi mimpi buruk bagi petani. Karena suhu yang sangat dingin ini bisa merusak jaringan tanaman, terutama kentang, kubis, wortel, dan berbagai sayuran dataran tinggi lainnya. Daun akan menghitam, layu, bahkan mati sehingga bisa menurunkan hasil panen.

Karena itulah embun ini diberi nama “upas“, yang dalam bahasa Jawa berarti racun. Tapi, salah satunya kreator edukasi pertanian @fahrurirzan menyebut ada salah satu keuntungan dari fenomena ini.

Ia menjelaskan bahwa tanaman kentang memang mengalami kerusakan setelah terkena embun upas. Namun, pada periode tanam berikutnya, produktivitas sering kali justru meningkat.

Lho, kok bisa? Ternyata, bukan karena embun upas membuat tanaman menjadi lebih subur. Yang terjadi adalah setelah fenomena embun upas, ekosistem di sekitar tanaman juga akan ikut berubah.

Suhu yang sangat dingin membuat banyak hama dan penyakit tanaman tidak mampu bertahan hidup. Akibatnya, jumlah hama pada musim berikutnya menjadi lebih sedikit.

Di sisi lain, langit setelah embun upas biasanya lebih cerah sehingga sinar matahari yang diterima tanaman meningkat. Kondisi ini membantu proses fotosintesis menjadi lebih optimal.

Pada tanaman kentang, hasil fotosintesis akan disimpan sebagai pati di dalam umbi. Ketika gangguan hama berkurang dan fotosintesis berjalan lebih maksimal, maka ada peluang untuk umbi menghasilkan lebih banyak buah.

Artinya, yang meningkatkan hasil panen bukan embun upas-nya, melainkan perubahan ekosistem setelah fenomena tersebut terjadi.

Mengurangi Dampak

Melansir dari laman BRIN, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat embun upas, di antaranya:

  • Menyemprotkan air ke tanaman (water sprinkling).
  • Memberikan penutup atau naungan pada tanaman.
  • Menggunakan mulsa untuk menjaga suhu tanah.
  • Menciptakan sirkulasi udara dengan bantuan kipas atau pengaduk udara.
  • Memilih lokasi tanam yang lebih aman dari suhu ekstrem.

BRIN juga menilai tanaman hortikultura seperti kentang dan sayuran tetap layak dikembangkan di Dieng, asalkan petani melakukan antisipasi saat musim embun upas tiba.

Embun upas menjadi bukti bahwa alam selalu punya dua cerita. Di satu sisi, fenomena ini menghadirkan panorama bak salju yang membuat banyak orang rela datang jauh-jauh ke Dieng.

Namun, di sisi lain, embun upas menjadi tantangan besar bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen.

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa fenomena ini juga menunjukkan bagaimana ekosistem bekerja secara alami.

Kerusakan yang terjadi memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi perubahan lingkungan setelahnya dapat membantu menekan hama dan memberi peluang hasil panen yang lebih baik pada musim berikutnya.

Tag:Cuaca EkstremEmbun Upas DiengFenomena DiengpetaniSalju Dieng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Survei SMRC Jadi Alarm, Elektabilitas Prabowo Tergerus karena Kebijakan Dinilai Tak Dibutuhkan Rakyat
By Rika Pangesti
Presiden RI Prabowo Subianto dalam amanat di HUT ke-80 Polri, Cikeas, Bogor.
1
Ketika Lapangan Tua Menolak Pensiun: PHI Manfaatkan Inovasi dan Teknologi Jaga Mimpi Besar RI
By Dusep Malik
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Bukan MBG, Rocky Gerung Bongkar Biang Elektabilitas Prabowo Merosot
By Rika Pangesti
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
3
Heboh Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor, PSI Luruskan Kabar yang Bikin Geger
By Rahmat Baihaqi
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
4
ICW dan KPK Dulu Pernah Beringas, Kini Gerakan Antikorupsi Dinilai Kehilangan Taring
By Hardani Triyoga
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penampakan Tembok Besar China
Cari Tahu

Tujuh Fakta Tembok Besar China, Warisan Dunia yang Penuh Sejarah

Tembok Besar China atau Great Wall of China merupakan salah satu bangunan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Aurora di langit malam di Tromsø, Norwegia, salah satu destinasi terbaik di dunia.
Cari Tahu

Mengenal Aurora: “Dansa” Cahaya Antariksa Penghias Langit Malam Kutub Bumi

Aurora merupakan salah satu fenomena alam paling menakjubkan yang dapat disaksikan di…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
3 hari lalu
Secangkir Kopi
Cari Tahu

Ngopi Pagi Biar Melek, Kok Siangnya Malah Bikin Ngantuk Ya? Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak orang yang menganggap secangkir kopi di pagi hari adalah ritual wajib…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
Cari Tahu

Mengenal Rumah Adat Souraja: Hunian Bangsawan Kaili yang Kaya Makna dan Filosofi

Setiap provinsi di Indonesia memang punya kekhasan dan keunikannya masing-masing. Hal ini…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up