Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 4 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Polemik Gelar ‘Sesepuh Raja-Raja Timur’ untuk Jokowi Akibat Komunikasi Politik yang Berantakan
Politik

Polemik Gelar ‘Sesepuh Raja-Raja Timur’ untuk Jokowi Akibat Komunikasi Politik yang Berantakan

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 4, 2026 3:16 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT. (Foto: Dok. Bestari Barus).
SHARE

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan, polemik pemberian gelar kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi saat safari politik di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai lebih mencerminkan persoalan manajemen komunikasi politik daripada sekadar perdebatan mengenai gelar itu sendiri. 

Menurut saya, polemik ini lebih banyak menunjukkan adanya persoalan dalam manajemen komunikasi politik,”

kata Arifki saat dihubungi Owrite, Selasa, 4 Ağustos 2026.
Heboh Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor, PSI Luruskan Kabar yang Bikin Geger

Menurut Arifki, perubahan narasi yang terjadi justru membuka ruang spekulasi di tengah publik. Dalam politik modern, sambungnya, persepsi publik sering kali terbentuk lebih cepat dibandingkan klarifikasi yang disampaikan setelah polemik berkembang. Karena itu, konsistensi komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

Dalam politik modern, persepsi publik sering kali lebih kuat daripada klarifikasi yang datang belakangan,”

ucapnya.

Dijelaskan Arifki, perubahan narasi yang terjadi beberapa kali dalam polemik tersebut berpotensi memperluas ruang tafsir di masyarakat. Kondisi itu dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik untuk membangun persepsi negatif.

Ketika narasi berubah beberapa kali, ruang spekulasi otomatis melebar dan lawan politik memperoleh amunisi untuk membangun framing negatif,”

jelasnya.

Belakangan, polemik mencuat setelah muncul penolakan dari sejumlah pihak terhadap penyematan gelar “Sesepuh Raja-Raja Timur” kepada Jokowi dalam kunjungan politiknya ke NTT. 

Di tengah perdebatan itu, beredar pula informasi bahwa penyebutan gelar tersebut mengalami beberapa kali perubahan sebelum akhirnya diklarifikasi.

Dampak Terhadap Jokowi

Meski demikian, Arifki menilai kontroversi tersebut belum tentu berdampak besar terhadap posisi politik Jokowi secara nasional. Menurutnya, basis dukungan mantan presiden itu telah terbentuk selama dua periode kepemimpinannya sehingga tidak mudah berubah hanya karena satu polemik.

Namun saya melihat dampaknya terhadap kredibilitas Jokowi belum tentu signifikan secara nasional. Basis pendukung Jokowi relatif sudah terbentuk selama dua periode kepemimpinannya,”

akuinya.

Arifki justru melihat dampak yang lebih besar berada pada upaya membangun konfigurasi politik menjelang Pemilu 2029. 

Baca juga:
Jokowi dan PSI Dinilai Siapkan Berbagai Skenario Politik Jelang 2029,… Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai, langkah Joko Widodo, Partai…
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru… Memasuki hampir dua tahun masa kepemimpinannya, elektabilitas dan tingkat kepuasan publik terhadap…
Prabowo Ajak Thailand Perkuat Pakta Pertahanan, Latihan Militer Bersama Ditambah Presiden Prabowo Subianto ingin melakukan kerja sama pertahanan dan keamanan antara Indonesia…
  • Jokowi dan PSI Dinilai Siapkan Berbagai Skenario Politik Jelang 2029, Lawan Prabowo?
  • Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di…
  • Prabowo Ajak Thailand Perkuat Pakta Pertahanan, Latihan Militer Bersama Ditambah

Lanjut Arifki, konsolidasi politik membutuhkan komunikasi yang konsisten agar pesan yang ingin dibangun tidak tertutup oleh kontroversi.

Yang lebih terdampak justru adalah upaya membangun narasi politik baru menjelang 2029,”

tegasnya.

Ia menambahkan, setiap strategi komunikasi politik yang tidak konsisten berpotensi menggeser perhatian publik dari isu-isu substantif menuju polemik simbolik. 

Karena itu, konsolidasi politik ke depan dinilai membutuhkan pesan yang lebih terukur dan tidak mudah berubah.

Konsolidasi politik membutuhkan pesan yang konsisten, sementara kontroversi seperti ini justru menggeser perhatian publik dari substansi menuju polemik simbolik,”

tutupnya.
Tag:Arifki ChaniagoGagal KomunikasiJokowiKomunikasi PolitikNTTPilpres 2029Prabowo SubiantoSesepuh Rajairaja Timur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
1
Usai Kalah Telak dari Vietnam, John Herdman Akui Timnas Indonesia Kalah Taktik
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
2
Ketika Lapangan Tua Menolak Pensiun: PHI Manfaatkan Inovasi dan Teknologi Jaga Mimpi Besar RI
By Dusep Malik
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
3
Kejagung ‘Aduk-Aduk’ Kantor Don Ritto, Buru Jejak Uang Panas Kasus Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggeledahan oleh tim Kejaksaan Agung.
4
Perkuat Pengamanan di Objek Vital, Polri Tegaskan Kondisi Keamanan Masih ‘Adem Ayem’
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi pengamanan oleh Polri.
5

BERITA LAINNYA

Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
Politik

Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan

Peneliti Kepemiluan dan Demokrasi Indonesia yang juga Dosen Hukum Tata Negara Universitas…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
1 jam lalu
Gambar lambang sejumlah partai politik
Politik

Pemisahan Pemilu Untungkan Parpol, Rakyat Kini Lebih Mudah Menghukum Partai Penguasa

Pemisahan pemilu nasional dan daerah pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan memperbesar pengaruh…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
Politik

Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Bisa Pangkas Biaya Politik, DPR Diminta Patuhi Putusan MK

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah tetap…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Politik

DPR Bongkar Titik Rawan RUU Perampasan Aset, Aparat Harus Bisa Dipidana Jika Salah Sita

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset diminta tidak hanya berfokus perluas kewenangan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up