Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Pasien yang Keluhkan Tunggu Kamar RS Meninggal, DPR Desak Nakes Diduga Hina Diberi Sanksi
Politik

Pasien yang Keluhkan Tunggu Kamar RS Meninggal, DPR Desak Nakes Diduga Hina Diberi Sanksi

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Agustus 5, 2026 6:45 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago. (Sumber: wikipedia)
SHARE

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mendesak rumah sakit memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan yang diduga melontarkan komentar tidak berempati terhadap pasien.

Menurutnya, sikap seperti itu tidak mencerminkan etika profesi tenaga kesehatan. Irma menilai tenaga kesehatan seharusnya mengedepankan empati saat berhadapan dengan pasien maupun keluarganya. Bukan justru melontarkan pernyataan yang menyinggung.

Saya kira ini oknum-oknum yang mulutnya tidak beretika dan tidak pantas menjadi tenaga kesehatan,”

kata Irma, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca juga:
Pasien Meninggal Usai Berjam-jam Tunggu Kamar RS, DPR Bongkar Masalah… Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti kasus pasien yang…
DPR Diminta Segera Tuntaskan RUU Pemilu, Polemik 17,3 Juta Suara… Partai Perindo mendesak DPR RI dan pemerintah segera menuntaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang…
DPR Didesak Bergerak Usai Putusan MK, Anggaran MBG Tak Boleh… Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (Kospi) bersama jaringan masyarakat sipil lain mendesak DPR…
  • Pasien Meninggal Usai Berjam-jam Tunggu Kamar RS, DPR Bongkar Masalah Besar Layanan…
  • DPR Diminta Segera Tuntaskan RUU Pemilu, Polemik 17,3 Juta Suara Jadi Alarm
  • DPR Didesak Bergerak Usai Putusan MK, Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Sentuh…

Politikus Partai NasDem itu mengaku belum mengetahui rumah sakit tempat para tenaga kesehatan tersebut bekerja.

Meski begitu, ia meminta institusi terkait tak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas jika terbukti terjadi pelanggaran etik.

Melalui media sosial saya minta rumah sakitnya memberikan sanksi dan tentu akan saya sampaikan juga pada Kementerian Kesehatan,”

ujarnya.

Irma menyampaikan persoalan itu tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf dari oknum tenaga kesehatan.

Menurutnya, tindak lanjut harus dilakukan oleh otoritas yang berwenang agar ada kepastian penegakan etik profesi.

Biar Kementerian Kesehatan yang ambil alih soal tindak lanjutnya,”

jelas Irma.

Ia berharap kasus itu jadi evaluasi bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar pembinaan terhadap tenaga kesehatan tidak hanya berfokus pada kompetensi medis. Namun, juga memperhatikan etika, komunikasi, dan empati kepada pasien.

Menurut Irma, pelayanan kesehatan yang baik tak hanya diukur dari kemampuan menangani penyakit. Tapi, juga dari cara tenaga kesehatan memperlakukan pasien dengan hormat dan bermartabat.

Belakangan media sosial diramaikan unggahan seorang pasien yang mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit.

Dalam unggahannya, pasien itu menulis, “8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS.”

Baca juga:
Partai Ummat Siapkan 5 Usulan Menggebrak RUU Pemilu, tapi Belum… Partai Ummat mengusulkan perubahan besar dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Salah satu…
Tolak Suara Rakyat 'Hangus': Partai Gema Bangsa Usul Parliamentary Threshold… Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary…
DPR Mau Safari Politik Bahas RUU Pemilu, Partai Gema Bangsa… Partai Gema Bangsa mengaku belum menerima undangan dari Komisi II DPR RI…
  • Partai Ummat Siapkan 5 Usulan Menggebrak RUU Pemilu, tapi Belum Dapat Undangan…
  • Tolak Suara Rakyat 'Hangus': Partai Gema Bangsa Usul Parliamentary Threshold Jadi 2,5…
  • DPR Mau Safari Politik Bahas RUU Pemilu, Partai Gema Bangsa Berharap Dilibatkan

Alih-alih mendapat empati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada merendahkan yang diduga berasal dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan.

Beberapa di antaranya menyebut pasien ‘bacot‘, ‘ingin diistimewakan’, hingga melontarkan komentar yang mengaitkan ruang jenazah kosong, dengan kondisi pasien.

Kasus itu memicu kecaman publik setelah diketahui pasien yang mengunggah keluhan tersebut telah meninggal dunia.

Warganet menilai komentar-komentar tersebut tidak mencerminkan empati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi tenaga kesehatan dan mendesak agar oknum yang terlibat diperiksa serta diberikan sanksi etik.

Tag:DPRKomisi IX DPRLayanan KesehatanSanksi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen
By Anisa Aulia
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, 5 Agustus 2026.
1
Polemik ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Layangkan Somasi dan Ultimatum 3×24 Jam ke Pengurus KWP
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus
2
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
3
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
4
Viral Pasien BPJS Soroti Komentar Nakes yang Tak Berempati
By Syifa Fauziah
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Gedung DPR
Politik

Pasien Meninggal Usai Berjam-jam Tunggu Kamar RS, DPR Bongkar Masalah Besar Layanan Kesehatan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti kasus pasien yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bersama PSI safari politik di Lampung. (Foto: IG PSI).
Politik

Waduh! Gelar ‘Raja Timur’ Jokowi Sudah Diseting oleh PSI Sebelum Safari Politik Ke NTT

Politisi PDI Perjuangan Mohammad Guntur Romli mengatakan narasi pemberian gelar “Raja Timur”…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam bersama Sharifah Rashifah dari Malaysian United Democratic Alliance (MUDA).
Politik

Anak Muda Makin Alergi dengan Politik yang Tak Memberikan Harapan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Politik

Suara Rakyat Makin Banyak Terbuang, Perindo Dorong Parliamentary Threshold 1 Persen hingga Nol

Partai Perindo mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) diturunkan menjadi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up