Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Rupiah tercatat merosot sebesar 0,07 persen atau 12 poin ke level Rp17.935 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai melemahnya rupiah ini didorong oleh kenaikan harga minyak dunia imbas memanasnya geopolitik di Timur Tengah.
Rupiah diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring harga minyak yang rebound oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan apabila Iran akan melarang kapal AS dan Israel melalui Selat Hormuz,”
kata Lukman kepada Owrite, Jumat, 7 Agustus 2026.
Sentimen Domestik
Namun, Lukman mengatakan pelemahan rupiah itu akan terbatas. Sebab, investor saat ini sedang menanti data cadangan devisa yang akan rilis oleh Bank Indonesia (BI).
Perlemahan diperkirakan terbatas, dengan investor menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini,”
katanya.
Adapun untuk rupiah, Lukman memperkirakan bahwa pada hari ini akan melemah di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS.
Dari data perdagangan hari ini, ada sejumlah nilai tukar negara Asia yang melemah. Mata uang itu di antaranya Peso Filipina (PHP) anjlok 0,34 persen, Rupee India (INR) melemah 0,10 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,05 persen.






















