Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan meningkatkan investasi sektor pendidikan dan riset sebagai strategi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan memperkuat penguasaan sains serta teknologi Indonesia.
Komitmen itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Kamis, 6 Agustus 2026.
“Dalam penguasaan sains dan teknologi, masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling, paling, paling kritikal,”
kata Prabowo, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Pemerintah telah menyiapkan program peningkatan kualitas pendidikan nasional seperti perbaikan infrastruktur sekolah, pembangunan sekolah unggulan bagi siswa berprestasi, hingga kerja sama dengan universitas-universitas terbaik dunia.
“Saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus (bangsa),”
ujar Prabowo.
Rencana Lanjutan
Ia menjelaskan pemerintah berencana memperbaiki kondisi fisik sekolah di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga akan membangun sekolah unggulan yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar para lulusan mampu bersaing dan diterima di perguruan tinggi terbaik dunia.
“Saya ingin perbaiki semua sekolah, dari fisik. Kami juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar. Di sekolah unggulan ini pakai kurikulum International Baccalaureate,”
ucap Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo mengatakan pemerintah akan mendorong kerja sama antara universitas dalam negeri dengan kampus-kampus terbaik dunia melalui berbagai skema, seperti joint program maupun kerja sama operasional.
Masih Rendah
Di sisi lain, ia menilai investasi Indonesia di bidang research and development (R&D) masih relatif rendah dan perlu ditingkatkan agar mampu menghasilkan lebih banyak inovasi dan paten.
“Kita (pemerintah dan BRIN) koreksi diri sebagai bangsa. Investasi di bidang research and development sangat sedikit, dan juga ke depan kami akan berusaha memperbaiki itu,”
kata Prabowo.
Peningkatan investasi di sektor pendidikan dan riset akan didukung melalui efisiensi anggaran serta pemberantasan praktik korupsi, penipuan, dan kebocoran anggaran. Ia meyakini langkah tersebut menjadi investasi jangka panjang guna meningkatkan daya saing Indonesia di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

























