Nilai tukar rupiah menguat 0,79 persen atau 142 poin ke level Rp17.755 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin siang, 10 Agustus 2026. Penguatan ini sejalan dengan diajukannya Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan menguatnya rupiah pada perdagangan siang ini karena pasar merespons positif surat presiden (surpres) mengenai calon gubernur BI.
Ibu Destry itu sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Karena kita lihat bahwa biasanya pada saat Gubernur BI mengundurkan diri, yang diangkat adalah incumbent,”
ujar Ibrahim kepada wartawan Senin, 10 Agustus 2026.
Selain pengajuan nama Destry, Ibrahim mengatakan bahwa penguatan rupiah turut didorong oleh baiknya data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang sebesar 5,29 persen.
Yang membuat harga rupiah kembali menguat cukup tajam adalah data pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, kemudian cadangan juga cukup bagus, walaupun neraca perdagangan defisit, dan indeks keyakinan konsumen menyusut tapi masih di atas 100,”
tuturnya.
Sudah Dikenal Pasar


Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan saat ini pasar tengah merespons positif kepastian arah kepemimpinan Bank Indonesia. Sebab, Destry merupakan figur yang sudah dikenal oleh pasar.
Pasar memang merespons positif kepastian arah kepemimpinan Bank Indonesia, terutama karena Destry Damayanti merupakan figur yang sudah dikenal pasar dan memiliki rekam jejak di Dewan Gubernur BI,”
ujar Rizal.
Rizal menilai, pancalonan Destry sebagai calon tunggal mengurangi ketidakpastian setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Sehingga policy risk premium ikut turun.
Dalam konteks pasar keuangan, kepastian dan kontinuitas kebijakan memang sangat penting bagi stabilitas rupiah,”
tuturnya.
Namun, Rizal menilai penguatan rupiah hampir 1 persen tidak tepat jika sepenuhnya disebut sebagai ‘Destry effect‘. Karena faktor eksternal juga cukup dominan, terutama pelemahan dolar AS dan perubahan ekspektasi terhadap arah suku bunga the Fed.
Jadi, penguatan rupiah lebih mencerminkan kombinasi antara global tailwind dan berkurangnya ketidakpastian domestik. Kabar pencalonan Destry memperkuat sentimen positif tersebut, tetapi bukan satu-satunya faktor penggerak,”
tuturnya.
Ujian Ke depan


Rizal mengatakan, untuk ujian ke depan bukan sekadar siapa Gubernur BI. Namun, seberapa kuat independensi, konsistensi, dan kredibilitas kebijakan moneter tetap dijaga.
Jika kepemimpinan baru mampu menjaga stabilitas rupiah, kredibilitas suku bunga, dan koordinasi fiskal-moneter tanpa mengurangi independensi BI, maka sentimen positif bisa bertahan lebih lama. Pasar pada dasarnya bukan hanya membeli nama Destry, tetapi membeli kepastian dan kredibilitas kebijakan,”
tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyerahkan nama calon Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mundur dari jabatannya. Surat presiden (surpres) sudah dikirim Prabowo ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan nama calon Gubernur BI yang diajukan oleh Prabowo adalah Destry Damayanti yang saat ini menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Namanya tunggal satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti, yang sekarang beliau menjabat sebagai Pejabat Gubernur sementara,”
ujar Prasetyo kepada wartawan Senin, 10 Agustus 2026.





















