Viral di media sosial video challenge menghafal surat Alquran berhadiah minuman keras atau miras di salah satu booth festival musik menuai kecaman publik. Aparat penegak hukum (APH) diminta segera turun tangan dan memeriksa seluruh pihak yang terlibat.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN Sigit Purnomo alias Pasha menilai ayat Alquran tak semestinya dijadikan bahan permainan, apalagi alat untuk mendapatkan hadiah.
Ayat Alquran bukan buat main-main dan bukan buat alat tukar untuk mendapatkan hadiah,”
kata Pasha kepada Owrite, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pasha mengatakan siapa pun yang terlibat harus diperiksa. Menurutnya, aparat penegak hukum tak boleh membiarkan persoalan itu berlarut karena berpotensi memicu keresahan di masyarakat.
Siapapun yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus ditindak tegas,”
ujar Ketua DPP PAN itu.
Ia meminta aparat segera melakukan penyelidikan sebelum masyarakat mengambil kesimpulan sendiri terkait pihak yang bertanggung jawab.
Aparat penegak hukum wajib menindak lanjuti persoalan ini sebelum masyarakat mengambil kesimpulan sendiri,”
kata Pasha.
Pasha juga minta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara diperiksa. Ia menyoroti peran pembawa acara atau MC yang menurutnya menjadi pihak yang berada di garis depan saat challenge tersebut berlangsung.
Semua yang terlibat dalam penyelenggaraan acara itu harus diperiksa. Nah, biasanya yang mengendalikan acara ini kan host atau MC di atas panggung. Itu yang sebenarnya paling bertanggung jawab,”
lanjut Pasha.
Namun, tanggung jawab tidak berhenti pada MC. Pasha menyebut penyelenggara atau event organizer (EO) juga harus diperiksa karena menjadi bagian dari pihak yang menyelenggarakan acara.
Tetapi penyelenggara itu kan sebagai bagian dari yang memiliki acara, itu juga harus diperiksa,”
ujarnya.
Menurut Pasha, persoalan ini tidak bisa dianggap sekadar candaan dalam sebuah acara musik. Ia mengingatkan kasus Holywings yang sebelumnya juga memicu kontroversi karena membawa simbol agama ke dalam promosi minuman.
Iya, kita kan tidak lupa kejadian Holywings dulu, kan? Bagaimana nama Nabi Muhammad dijadikan bercandaan gitu loh. Jadi, nama minuman,”
lanjut Pasha.
Pasha memastikan persoalan itu akan jadi perhatian Komisi VIII setelah masa reses berakhir. Namun, ia meminta kepolisian tidak menunggu hingga DPR kembali bersidang untuk mulai melakukan penyelidikan.
Tapi sekarang kita perlu APH untuk segera turun melakukan penyelidikan,”
ujar Pasha.
Ia menilai langkah cepat aparat penting untuk mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi keresahan yang lebih luas. Terlebih, kasus tersebut berkaitan dengan simbol agama.
Karena ini menyangkut simbol agama Islam. Jangan sampai masyarakat itu mengambil kesimpulan sendiri. Ini lebih berbahaya,”
katanya.
Pasha berharap aparat segera mengamankan dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat sehingga masyarakat tidak mengambil tindakan berdasarkan kesimpulan masing-masing.
Kalau APH segera mengamankan orang-orang yang terlibat dalam urusan ini, saya kira insyaAllah paling tidak masyarakat bisa tenang dulu,”
ujarnya.
Pasha juga menyatakan mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai kegiatan yang menjadikan ayat Alquran sebagai bagian dari permainan tidak mencerminkan nilai Pancasila.
Saya selaku kapoksi PAN komisi VIII menyayangkan ini terjadi di bumi indonesia dan mengecam keras tindakan yang tidak mencerminkan prilaku pancasila. Saya kira ini tidak beradab!”
ujarnya.

























