Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 12 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Dana Rp18,9 Triliun Digelontorkan ke 546 Daerah, Ada Masalah Besar di Balik Gaji PPPK
Nasional

Dana Rp18,9 Triliun Digelontorkan ke 546 Daerah, Ada Masalah Besar di Balik Gaji PPPK

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Agustus 11, 2026 9:47 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
3 jam lalu
Share
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
ANTARA FOTO/Hasrul Said/foc.
SHARE

Pemerintah pusat menggelontorkan tambahan dana Rp18,9 triliun untuk 546 pemerintah daerah (Pemda) yang kesulitan memenuhi kebutuhan belanja pegawai. Hal itu termasuk untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyambut langkah tersebut. Ia mengingatkan suntikan anggaran itu jangan sampai hanya menjadi solusi sementara untuk menutup lubang fiskal daerah.

Situasi yang terjadi di daerah ini mesti menjadi catatan tebal para pemangku kepentingan untuk memperbaiki tata kelola keuangan antara pusat dan daerah, khususnya terkait instrumen Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran 2027,”

kata Khozin, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca juga:
Lapangan Kerja Susah, Program Pemerintah Malah Dikuasai Orang Dekat Kekuasaan Analis Kebijakan Publik The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke menilai, persoalan sulitnya…
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus… Status pengemudi ojek online (ojol) bakal diarahkan pemerintah menjadi pelaku usaha mikro,…
Karhutla Mengganas di Kalimantan hingga Bromo, Ini Kata Istana Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah…
  • Lapangan Kerja Susah, Program Pemerintah Malah Dikuasai Orang Dekat Kekuasaan
  • Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR…
  • Karhutla Mengganas di Kalimantan hingga Bromo, Ini Kata Istana

Tambahan Rp18,9 triliun tersebut berasal dari kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU). Selain untuk belanja pegawai, sisa dana diharapkan bisa menopang layanan publik dan pembangunan daerah yang mendesak.

Namun, Khozin mengingatkan tambahan dana tersebut belum tentu cukup untuk menutup seluruh kebutuhan belanja pegawai sekaligus membiayai pembangunan daerah.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap skema TKD. Sebab, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengurus berbagai urusan, tetapi tidak selalu dibarengi kapasitas fiskal yang memadai.

Transfer kewenangan tapi tidak diikuti dengan transfer keuangan ke daerah, maka hanya ada kewenangan semu (pseudo authority),” .

jelas politikus PKB itu.
Daerah Kelimpungan Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Gelontorkan Rp18,9 Triliun

Khozin menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan menambah transfer ketika daerah sudah kesulitan membayar pegawai.

Pemerintah pusat dan daerah perlu membenahi desain hubungan keuangan agar desentralisasi berjalan seimbang dengan kemampuan fiskal daerah.

Kami menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat dalam merespons persoalan yang terjadi di daerah. Ini sejalan dengan kesepakatan antara Komisi II DPR dan Pemerintah beberapa waktu lalu,”

ujarnya.
Baca juga:
YLBHI Sentil Pemerintah: Pembangunan Dikepung Aparat, Kritik Dibalas Kriminalisasi Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyoroti penggunaan…
Puluhan Ribu Keracunan MBG, Prabowo Disentil: Jangan Cuma Hitung Anak… Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) minta Presiden Prabowo Subianto berhenti mengklaim keberhasilan…
Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare, Pemerintah Diperingatkan: Jangan Hanya Fokus… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cukup ditangani dengan memadamkan api. Pemerintah…
  • YLBHI Sentil Pemerintah: Pembangunan Dikepung Aparat, Kritik Dibalas Kriminalisasi
  • Puluhan Ribu Keracunan MBG, Prabowo Disentil: Jangan Cuma Hitung Anak yang Dapat…
  • Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare, Pemerintah Diperingatkan: Jangan Hanya Fokus Padamkan Api

Di sisi lain, Khozin mendorong Pemda memperkuat kemampuan fiskalnya sendiri. Daerah diminta tidak terus bergantung pada transfer pusat. Tapi, melainkan mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), melakukan efisiensi anggaran, serta mencari inovasi sumber pendapatan sesuai ketentuan.

Daerah mesti sekuat tenaga meningkatkan PAD. Kerja sama antardaerah, termasuk berbagi pengetahuan dan strategi, juga mesti lebih sering dilakukan,”

tuturnya.

Tag:daerahPemdaPemerintahPPPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral! Challenge Hafal Ayat Alquran Ditukar Miras di Booth Festival Musik, Ustaz Hilmi: Kelewatan
By Syifa Fauziah
Booth di acara festival musik yang menawarkan miras dengan syarat hafalan ayat surat Alquran.
1
Challenge Hafal Surah Alquran Hadiah Miras Bikin Geram, Siapapun yang Terlibat Harus Ditindak Tegas!
By Rika Pangesti
Anggota Komisi VIII DPR sekaligus Ketua DPP PAN Sigit Purnomo alias Pasha.
2
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
3
Titik Lemah Kabinet Prabowo Bukan Cuma Menteri, Banyak Wamen Tak Jelas Kinerjanya
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), Wamen KKP Didit Herdiawan (kanan) saat meninjau panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/foc)
4
25 Ucapan Ulang Tahun Islami Penuh Doa dan Makna, Cocok untuk Sahabat hingga Orang Tersayang
By Syifa Fauziah
Ilustrasi Ulang Tahun
5

BERITA LAINNYA

Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal di Kabinet Bayangan Khoirunnisa
Nasional

Bukan Karena Malas, Ini Alasan Kelompok Marginal Sulit Keluar dari Ketertinggalan 

Kelompok marginal kerap dipandang sebagai kelompok yang tertinggal dari segi ekonomi, pendidikan,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal di Kabinet Bayangan Khoirunnisa
Nasional

Kabinet Bayangan: Yang Dibutuhkan Sistem, Bukan Sekadar Proyek Per Proyek

Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal di Kabinet Bayangan Khoirunnisa mengungkapkan untuk…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal di Kabinet Bayangan Khoirunnisa
Nasional

Kinerja Kementerian PPPA Belum Terlihat, Bagimana Fungsi Lembaga Ini?

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dinilai belum menunjukkan terobosan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang
Nasional

Kasus Challenge Hafalan Alquran Dapat Miras Harus Diusut, Penyelenggara Tak Bisa Cuma Minta Maaf

Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Marwan Dasopang mengecam promosi minuman…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up