Sepanjang Januari hingga April 2026, setidaknya sudah ada beberapa kasus kebakaran lahan yang luasnya bisa mencapai puluhan ribu hektar.
Di kondisi cuaca yang sedang kering-keringnya ditambah dengan beberapa aktivitas manusia juga diduga menjadi pemicu kebakaran lahan, hutan, hingga gunung di Indonesia.
Kebakaran ini tak hanya membakar vegetasi yang ada di sana,tapi juga mengancam pemukiman,habitat satwa, kualitas udara, hingga ekosistem gambut. Bahan di beberapa kasus menyebabkan kawasan wisata dan konservasi harus ditutup sementara.
Lantas kebakaran besar apa saja yang terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 yang diduga berkaitan dengan aktivitas manusia? Berikut rangkumannya!
1. Karhutla di Riau
Melansir dari laman Kementerian Kehutanan di Januari 2026 terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Riau, seperti Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan.
Di sejumlah titik, kebakaran diduga berawal dari aktivitas bersih-bersih lahan dengan cara membakar sisa vegetasi. Ditambah lagi, hampir 20 hari tanpa hujan, angin kencang, vegetasi kering, dan akses yang sulit yang membuat pemadaman jadi makin berat.
2. Karhutla Gambut di Kalimantan Barat
Berdasarkan laporan dari Pantau Gambut, ada sekitar 5.490 titik panas terdeteksi di kawasan Kesatuan Hidrologis Gambut sepanjang Januari 2026. Lebih dari setengahnya, yaitu 3.266 titik berada di ekosistem gambut lindung.
Pantau Gambut menyebut pengeringan gambut lewat kanal dan alih fungsi lahan untuk perkebunan monokultur jadi salah satu penyebab kebakaran yang terus berulang. Kalimantan Barat jadi salah satu wilayah dengan titik panas terbanyak, mencapai 2.216 titik.
3. Kebakaran Hutan di Punggur, Batam
Dikutip dari laporan Damkar Pemko Batam dan BP Batam, pada 2 februari 2026 kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan Punggur.
Kebakaran induakali terjadi di lokasi yang sama. Petugas menduga ada unsur kesengajaan karena api muncul malam hari dan sempat mendekati pemukiman warga.
4. Kebakaran Lahan Ogan Ilir
Menurut hasil asesmen BNPB, kebakaran lahan di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pada 8–9 April 2026 menghanguskan sedikitnya 10 hektare lahan semak belukar.
Kebakaran diduga dipicu kelalaian manusia, seperti pembakaran sampah terbuka dan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Api bahkan sempat mendekati jalur transportasi utama dan permukiman sebelum berhasil dipadamkan.
5. Kebakaran Gambut Aceh Barat
Pada Mei 2026, puluhan hektare lahan gambut di lima kecamatan di Aceh Barat terbakar. Mengacu pada keterangan BPBD Aceh Barat, kebakaran ini menghasilkan kabut asap tebal yang menyelimuti permukiman warga.
Titik api ditemukan di area yang berbatasan dengan konsesi perkebunan kelapa sawit. Kebakaran diduga terkait pembukaan lahan ilegal dengan cara dibakar.
6. Kebakaran Taman Nasional Tambora
Kebakaran di Taman Nasional Tambora, NTB pada Juli 2026 menghanguskan sedikitnya 1.956 hektare padang savana.
Melansir dari keterangan Kementerian Kehutanan, kejadian ini dipicu oleh aktivitas manusia di sekitar Resort Piong. Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah hukum kalau ada pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.
7. Kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada Agustus 2026. Berdasarkan laporan Kementerian Kehutanan, luas area terdampak mencapai lebih dari 742 hektare.
Kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas manusia di sekitar kawasan. Kondisi vegetasi yang kering dan angin kencang membuat api cepat menyebar.
Rangkaian kebakaran ini nunjukin kalau aktivitas manusia bisa membawa kerugian besar saat ketemu dengan kondisi lingkungan yang kering.
Hal-hal seperti membakar lahan, buang puntung rokok sembarangan, atau meninggalkan sumber api tanpa dipastikan padam bisa berujung ke kebakaran besar.
Jadi, mencegah kebakaran bukan cuma soal memadamkan api saat sudah terjadi. Untuk menjaga hutan dan lingkungan perlu kewaspadaan dan kebiasaan sederhana seperti tidak meninggalkan sumber api sembarangan.























