Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai Provinsi Riau, akibat potensi musim kemarau panjang dan kering di 2026. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengancam, mencabut izin perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran atau kelalaian kebakaran hutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq meminta agar dilakukan penguatan kesiapsiagaan, dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Hal ini merupakan bagian dari konsolidasi nasional untuk memastikan seluruh unsur pengendalian di daerah rawan berada dalam kondisi siap siaga penuh.
Saya tegaskan, pengendalian karhutla harus mengedepankan deteksi dini dan respons cepat. Jangan menunggu api membesar. Begitu terdeteksi hotspot, harus langsung ditangani di lapangan. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama,”
ujar Hanif dalam keterangannya Minggu, 26 April 2026.
Titik Panas di Riau Meningkat
Adapun saat ini, Provinsi Riau menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sebab, hingga 23 April 2026 jumlah titik panas tercatat mencapai 840 titik, dengan 318 titik pada tingkat kepercayaan tinggi, atau meningkat enam kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.






