Jauh sebelum berkembang menjadi kota penyangga Jakarta, Depok telah melewati perjalanan sejarah yang panjang.
Wilayah ini pernah menjadi tanah partikelir pada masa kolonial dan memiliki kisah tentang pemerintahan, masyarakat, hingga kehidupan komunitas yang berkembang di dalamnya.
Sejarah tersebut turut memengaruhi perkembangan Depok hingga seperti sekarang. Salah satu bagian yang menarik untuk ditelusuri seperti asal-usul nama Depok yang memiliki beberapa versi serta kaitannya dengan jejak kolonial di wilayah tersebut.
Tokoh Penting
Melansir dari laman resmi Pemerintah Kota Depok, salah satu tokoh penting dalam sejarah Depok adalah Cornelis Chastelein, pejabat VOC yang membeli tanah di kawasan Depok Lama pada 18 Mei 1696. Sebelumnya, ia juga memiliki tanah di Mampang dan Pesanggrahan.
Chastelein mengembangkan lahannya untuk perkebunan, seperti tebu, kopi, dan lada. Ia juga mendatangkan sekitar 150 orang dari Bali dan Makassar untuk menggarap tanah tersebut. Mereka kemudian dibebaskan dari status budak.
Wasiat Chastelein
Menjelang wafat pada 1714, Chastelein menulis wasiat di mana para pekerja yang telah dimerdekakan memperoleh hak atas tanah dan kesempatan untuk hidup mandiri. Dan diminta untuk melanjutkan komunitas Depok.
Selain itu, Chastelein juga dikenal menyebarkan ajaran Protestan di komunitas yang tinggal di tanah miliknya.
Karena itulah, sejarah Depok tidak hanya berkaitan dengan perkebunan dan kepemilikan tanah, tetapi juga dengan terbentuknya komunitas keagamaan dan sosial yang memiliki karakter berbeda dari wilayah di sekitarnya.
Asal Nama “Depok”
Menurut cerita yang beredar di masyarakat, terdapat dua cerita paling umum tentang asal usul nama ‘Depok’ yaitu sebagai berikut:
1. Berasal dari Kata Padepokan
Sampai saat ini, ssal-usul nama Depok belum memiliki satu jawaban pasti. Salah satu versi menyebut kata “Depok” berkaitan dengan istilah Sunda lama depok atau padepokan, yang dapat merujuk pada tempat pertapaan, tempat tinggal, atau perkampungan.
Kajian sejarah Universitas Padjadjaran juga mencatat bahwa istilah tersebut sudah ditemukan sebagai nama tempat dan tidak hanya digunakan di Depok. Artinya, nama Depok tidak serta-merta muncul karena kedatangan orang Belanda.
2. Berasal dari Singkatan Belanda
Ada pula cerita yang cukup populer bahwa Depok merupakan singkatan dari De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen, yang kurang lebih merujuk pada organisasi Protestan pertama yang didirikan Chastelein di tanah Depok.
Namun cerita ini mendapatkan perdebatan karena anggapan bahwa nama Depok telah ada sejak sebelum dibeli oleh Chastelein. Terlebih ada fakta bahwa catatan pembelian tanah Chastelein pada tahun 1696 dibeli sudah dengan nama Depok.
Tempat Ikonik Depok
Selain memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial, Depok juga berkembang menjadi kota dengan berbagai tempat yang lekat dengan identitasnya. Salah satunya Masjid Kubah Mas, yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi di Depok.
Ada pula Universitas Indonesia (UI) yang kawasan kampusnya berada di Depok dan menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi paling dikenal di Indonesia.
Selain itu, kawasan Depok Lama juga menarik untuk ditelusuri karena masih menyimpan berbagai bangunan dan jejak sejarah dari masa lalu.
Jejak Sejarah Tersisa
Perjalanan panjang Depok sejak masa kolonial meninggalkan berbagai jejak yang masih dapat ditemukan hingga sekarang, terutama di kawasan Depok Lama.
Di tengah perubahan Depok menjadi kota modern, peninggalan sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah ini memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang dari sekadar kawasan penyangga Jakarta. Karena itu, keberadaan kawasan dan bangunan bersejarah di Depok Lama penting untuk terus dijaga.



















