Nilai tukar rupiah anjlok pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Rupiah melemah 0,29 persen atau 52 poin ke level Rp17.850 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman mengungkapkan melemahnya rupiah tersebut didorong oleh sentimen eksternal. Hal ini utamanya karena tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia setelah berakhirnya gencatan senjata AS-Iran,”
ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 18 Agustus 2026.
Dengan demikian, Lukman memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah pada hari ini akan bergerak melemah di kisaran Rp17.750 per dolar AS hingga Rp17.850 per dolar AS.
Mata Uang Asia


Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sejumlah mata uang negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,22 persen melawan dolar AS, Yuan Tiongkok (CNY) merosot 0,04 persen.
Lalu Yen Jepang (JPY) tercatat melemah sebesar 0,04 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,01 persen, serta Baht Thailand (THB) juga melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan nilai tukar negara Asia yang menguat hanya Ringgit Malaysia (MYR) sebesar 0,29 persen, dan Won Korea (KRW) berotot 0,42 persen terhadap dolar AS.























