Fenomena El Nino diperkirakan akan menguat jauh lebih besar dari proyeksi sebelumnya. Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) bahkan memperkirakan fenomena iklim tersebut berpeluang jadi yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950.
Perkiraan terbaru NOAA menunjukkan kondisi El Nino mengalami penguatan dengan cepat. Fenomena tersebut diprediksi mencapai puncaknya pada akhir musim gugur hingga awal musim dingin, dengan intensitas yang berpotensi menembus rekor historis.
NOAA memperkirakan peluang El Nino kali ini menjadi yang terkuat dalam catatan sejak 1950 mencapai sekitar 70 persen. Intensitasnya bahkan diproyeksikan dapat melampaui fenomena Super El Nino yang terjadi pada 1982-1983.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, dampaknya tidak hanya akan terasa di kawasan Samudra Pasifik.
Fenomena El Nino yang kuat bisa memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia, terutama ketika berlangsung bersamaan dengan tren pemanasan global.
Melansir Anadolu Ajansi, Rabu, 19 Agustus 2026, para ahli memperingatkan kombinasi pemanasan global dan El Nino berpotensi meningkatkan intensitas gelombang panas. Selain itu, memperbesar risiko berbagai bencana alam.
Kondisi tersebut juga jadi perhatian karena dampaknya dapat berlangsung hingga tahun berikutnya. Tahun 2027 bahkan dinilai hampir pasti berpeluang mencatat rekor sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat.
Sementara itu, tahun 2026 juga masih memiliki peluang untuk memecahkan rekor suhu tertinggi global.
Fenomena El Nino sendiri terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis mengalami pemanasan secara signifikan. Perubahan suhu tersebut kemudian memengaruhi pola atmosfer dan cuaca dalam skala global.
Dampaknya dapat berupa perubahan pola curah hujan, kekeringan, gelombang panas, hingga peningkatan risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Dengan proyeksi El Nino yang semakin kuat, perhatian kini tertuju pada dampaknya terhadap kondisi iklim global. Jika benar mencapai intensitas yang diperkirakan NOAA, fenomena ini berpotensi menjadi salah satu tantangan iklim terbesar dalam beberapa dekade terakhir.


























