Indonesia mengkritik tajam sejumlah negara maju yang dianggap memilih mundur dari tanggung jawab kolektif dalam mengatasi polusi dan perubahan iklim.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat berkata kondisi tersebut ironis karena struktur ekonomi negara-negara maju justru tetap menjadi penyumbang terbesar emisi global.
“Bagi Indonesia, adaptasi iklim bukanlah agenda pinggiran. Ini adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan dan pengaman bagi kemakmuran nasional. Kami telah memberlakukan Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 sebagai peta jalan menuju Indonesia yang tangguh terhadap iklim dan sebagai dukungan terhadap Visi Indonesia Emas 2045,”
kata Jumhur dalam Pertemuan Menteri Lingkungan Negara-negara Anggota Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability (BRICS) di New Delhi, India, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia bahwa perlindungan ekosistem dan ketahanan iklim tidak bisa lagi ditempatkan sebagai agenda pinggiran. Terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan sekitar 60 persen penduduk bermukim di wilayah pesisir.






