Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, kembali mendapat perhatian.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan penutupan timbunan sampah menggunakan geomembran sebagai bagian dari upaya penanganan kawasan tersebut.
Penutupan ini dilakukan pada area timbunan sampah di TPST Bantargebang dan menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengendalikan dampak dari keberadaan tumpukan sampah.
Lantas, apa sebenarnya fungsi geomembran yang dipasang di atas timbunan sampah tersebut?
Cegah Air Lindi
Melansir dari laman Sustainable Waste Indonesia, geomembran merupakan lapisan sintetis kedap yang berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah cairan maupun gas merembes ke lingkungan.
Material ini biasanya digunakan untuk kebutuhan pengelolaan limbah, termasuk menutup atau melapisi timbunan sampah.
Salah satu fungsi utama geomembran dalam pengelolaan sampah adalah menjadi lapisan penghalang agar air lindi tidak mudah meresap ke tanah.
Air lindi terbentuk ketika air melewati timbunan sampah dan membawa berbagai zat yang terkandung di dalamnya.
Jika tidak dikelola dengan baik, air lindi dapat mencemari tanah dan air tanah di sekitar area pembuangan. Oleh karena itu, geomembran membantu mengendalikan potensi rembesan tersebut.
Emisi Gas Metana
Timbunan sampah yang mengandung banyak material organik dapat menghasilkan gas metana selama proses penguraian.
Gas ini perlu dikelola karena metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Penutupan timbunan menggunakan geomembran dapat membantu mengurangi pelepasan gas dari permukaan sampah ke atmosfer.
Dalam sistem pengelolaan tertentu, gas yang terkumpul juga dapat ditangkap dan diolah lebih lanjut, termasuk untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Melindungi Lingkungan
Selain mengendalikan rembesan dan emisi gas, penutupan timbunan dengan geomembran juga dapat membantu mengurangi bau yang keluar dari tumpukan sampah.
Dengan demikian, pemasangan geomembran bukan sekadar persoalan menutup permukaan sampah. Material tersebut menjadi salah satu bagian dari sistem pengelolaan timbunan untuk mengurangi potensi pencemaran tanah, air, dan udara.
Material sintetis ini juga banyak digunakan dalam berbagai kegiatan yang membutuhkan lapisan kedap untuk menahan cairan.
Di sektor pertambangan, misalnya, geomembran dapat digunakan untuk membantu mencegah bahan kimia atau air limbah mencemari tanah dan air tanah.
Karakteristiknya yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan membuat geomembran banyak dimanfaatkan sebagai salah satu material pendukung dalam pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan.
Solusi Tunggal
Meski memiliki berbagai fungsi, geomembran bukan satu-satunya solusi dalam menangani persoalan timbunan sampah.
Pengelolaan air lindi, pengendalian gas, pemantauan lingkungan, hingga pengurangan sampah dari sumbernya tetap diperlukan agar dampak lingkungan dapat ditekan secara menyeluruh.
Pemasangan geomembran di Bantargebang menjadi salah satu langkah dalam menangani timbunan sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Efektivitasnya tetap bergantung pada sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan.





















