Beras menjadi salah satu makanan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Selain beras putih yang paling umum dikonsumsi, terdapat berbagai jenis beras lain yang memiliki warna, rasa, dan kandungan nutrisi berbeda.
Salah satunya adalah beras hitam yang memiliki warna bulir khas kehitaman hingga ungu pekat.
Bukan sekadar memiliki tampilan yang berbeda, jenis beras ini juga dikenal karena kandungan antosianin dan seratnya.
Sebelum menjadi salah satu pilihan pangan yang banyak dikonsumsi saat ini, beras hitam ternyata memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diketahui.
Disebut Forbidden Rice
Dikutip dari laman Nature Valley UAE, beras hitam dipercaya pertama kali dibudidayakan di China.
Pada masa itu, beras hitam tergolong langka dan dianggap memiliki nilai tinggi hingga disebut hanya boleh dikonsumsi oleh kaisar dan keluarga kerajaan.
Masyarakat umum pada masa tersebut dilarang mengonsumsi beras hitam. Kondisi inilah yang kemudian membuat beras hitam dikenal dengan sebutan forbidden rice atau “beras terlarang”.
Kandungan Nutrisi
Warna gelap pada beras hitam berasal dari tingginya kandungan antosianin. Senyawa ini merupakan jenis antioksidan yang juga ditemukan pada sejumlah buah dan sayuran berwarna gelap, seperti blueberry, blackberry, dan terong.
Beras hitam juga termasuk jenis biji-bijian utuh karena lapisan bekatul dan lembaganya masih dipertahankan. Kondisi tersebut membuat beras hitam memiliki tekstur lebih kenyal dan rasa yang sedikit gurih dibandingkan beras putih.
Dalam setiap 100 gram beras hitam matang, terdapat sekitar 180 kalori, 5 gram protein, 3 gram serat, 34 gram karbohidrat, serta sejumlah mineral seperti zat besi dan magnesium.
Ragam Khasiat
Kandungan nutrisinya dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat dalam pola makan yang beragam dan seimbang. Berikut beberapa khasiat yang dikaitkan dengan konsumsi beras hitam:
- Kaya Antioksidan: Antosianin dalam beras hitam memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas sekaligus mencegah kerusakan sel.
- Mendukung Kesehatan Pencernaan: Sebagai biji-bijian utuh, beras hitam kaya akan serat. Serat membantu menjaga fungsi pencernaan dan mendukung keteraturan buang air besar. Selain itu, asupan serat yang cukup dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok untuk menu diet.
- Menjaga Kadar Gula Darah: Kandungan serat yang tinggi membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak melonjak terlalu cepat.
- Mendukung Kesehatan Jantung: Kandungan serat dalam beras hitam dapat membantu menjaga kadar kolesterol. Sementara itu, magnesium merupakan mineral yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung fungsi otot dan pembuluh darah yang menunjang kesehatan jantung.
Bukan Beras Merah
Beras hitam kerap disamakan dengan beras merah karena sama-sama memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan beras putih. Padahal, keduanya merupakan jenis beras yang berbeda.
Warna hitam keunguan pada beras hitam berasal dari kandungan antosianin yang tinggi, sedangkan warna merah pada beras merah berasal dari pigmen pada lapisan bekatulnya. Selain warna, keduanya juga memiliki perbedaan rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi.
Tersebar di Seluruh Dunia
Seiring berjalannya waktu, beras hitam menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk India dan Thailand.
Kini, beras hitam juga dibudidayakan di sejumlah negara lain, termasuk kawasan Asia Tenggara, Italia, dan Amerika Serikat.
Di Indonesia sendiri, beras hitam telah lama dibudidayakan sebagai varietas lokal di sejumlah daerah, seperti Sleman, Subang, Jawa Tengah, hingga Toraja. Beberapa di antaranya dikenal dengan nama Cempo Ireng, Melik, dan Cibeusi.





















