Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 20 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Kabareskrim Absen di DPR, KPA Desak Kapolri Hadir: Konflik Agraria Tak Bisa Asal Tangkap Petani!
Nasional

Kabareskrim Absen di DPR, KPA Desak Kapolri Hadir: Konflik Agraria Tak Bisa Asal Tangkap Petani!

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Agustus 20, 2026 4:37 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika.
Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika. (Foto: Parlemen Tv).
SHARE

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kecewa dengan Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono yang absen saat rapat dengan Komisi III DPR RI.

Padahal, forum tersebut secara khusus membahas dugaan kriminalisasi dan kekerasan terhadap petani, masyarakat adat, aktivis, serta advokat yang memperjuangkan hak atas tanah.

Yang pertama, tentu kami sangat kecewa karena dari pihak Kabareskrim dan juga kepada Kapolri,”

kata Sekjen KPA Dewi Kartika dalam rapat di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca juga:
Ngeri Data Prabowo dan Buku Nota Keuangan Beda, Purbaya: Anggaran… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi…
Satu Barang Berbahaya Ancam Nyawa Satu Kapal: DPR Desak Kemenhub… Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta Kementerian Perhubungan mengawasi barang berbahaya…
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh… Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Marsekal Madya M Syafi’i mengatakan telah…
  • Ngeri Data Prabowo dan Buku Nota Keuangan Beda, Purbaya: Anggaran MBG Rp240…
  • Satu Barang Berbahaya Ancam Nyawa Satu Kapal: DPR Desak Kemenhub Perketat Pengawasan…
  • 601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”

Dewi menilai ketidakhadiran Kabareskrim jadi pukulan terhadap upaya mencari penyelesaian atas konflik agraria yang terus berulang. Terlebih, pertemuan dengan Komisi III DPR RI itu bukan agenda pertama.

Karena ini sudah ada diskusi juga dengan Kapolri dan pihak kepolisian tentang pentingnya untuk segera bertemu menuntaskan kekerasan dan kriminalisasi yang dialami oleh petani, masyarakat adat, aktivis, dan advokat yang memperjuangkan hak atas tanah,”

jelas Dewi.

Dewi mengatakan pertemuan sebelumnya telah digelar pada 18 Mei 2026. Saat itu, pembahasan secara khusus menyoroti kasus kriminalisasi terhadap tiga masyarakat adat Nanghale, Nusa Tenggara Timur, dan seorang advokat.

Namun, agenda kali ini seharusnya memiliki cakupan lebih luas. KPA bawa persoalan 147 kasus pemidanaan terhadap petani dan masyarakat adat yang tersebar di 11 provinsi.

Tetapi, memang tujuan untuk RDPU kali ini adalah membicarakan 147 kasus pemidanaan kepada petani masyarakat adat di 11 provinsi,”

ujar Dewi.

Menurut Dewi, persoalan itu tak bisa dilihat sebatas perkara pidana per kasus. Konflik agraria yang terjadi di lapangan punya akar struktural dan berkaitan dengan perebutan ruang hidup masyarakat.

Maka itu, KPA ingin kepolisian memahami karakter konflik agraria sebelum mengambil langkah penegakan hukum terhadap warga.

Dewi menilai pendekatan hukum secara semata-mata justru berisiko memperparah persoalan di lapangan.

Jadi, tidak hanya NTT. Tapi, juga di berbagai wilayah Indonesia. Jadi, skopnya lebih luas dan karena sedang ada proses juga dengan pimpinan DPR tentang percepatan penyelesaian konflik agraria lewat Pansus penyelesaian konflik agraria,”

katanya.

Dewi menyampaikan forum itu dibutuhkan untuk menjelaskan kepada kepolisian mengenai konflik agraria struktural dan dampak penggunaan pendekatan legalistik terhadap masyarakat. Menurut dia, persoalan tanah tak bisa serta-merta diselesaikan dengan penangkapan.

Sebenarnya pertemuan ini adalah untuk memastikan bahwa pihak kepolisian paham apa itu konflik agraria struktural dan kenapa pendekatannya tidak bisa legalistik dan tidak bisa asal menangkap petani ataupun masyarakat adat,”

ujar Dewi.

Kekecewaan Dewi juga tidak berhenti pada ketidakhadiran Kabareskrim. Ia meminta Komisi III DPR RI memastikan Kapolri ikut hadir dalam pertemuan lanjutan.

Karpet Merah Batalyon TNI vs Barikade Petani: KPA Kritik Menhut Raja Juli Soal Stagnasi Reforma Agraria

Sebab, menurutnya, persoalan di tingkat daerah tak terlepas dari kebijakan dan instruksi yang berasal dari pusat.

Mungkin mudah-mudahan pimpinan Komisi 3 DPR RI bisa memastikan juga kalau memang ini akan ditunda, harapannya tidak hanya Kabareskrim tapi juga Kapolri,”

kata Dewi.

Dewi menilai kehadiran pimpinan Polri penting agar pembahasan tidak berhenti di tingkat forum DPR.

KPA ingin ada penjelasan langsung mengenai penanganan konflik agraria sekaligus langkah konkret untuk menghentikan kriminalisasi terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah.

Karena banyak sekali instruksi-instruksi yang sebenarnya berasal dari pusat yang mendorong Polda, Polres, Polsek itu melakukan penangkapan sedemikian rupa yang berkaitan dengan konflik-konflik agraria di lapangan,”

ujar Dewi.

Dewi berharap pertemuan berikutnya tidak kembali berujung pada kekecewaan yang sama.

Baca juga:
DPR Janji Gaspol RUU Perampasan Aset, Formappi: Sok Optimistik, Substansinya… Janji Komisi III DPR RI untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan…
KRI Ki Hajar Dewantara: Kapal Perang Tua yang Tinggal Sejarah,… Di tengah modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia, ada satu kapal…
Marak Penumpang Gelap dan Manifes Bodong, DPR Colek Kemenhub: Evaluasi… Komisi V DPR RI menyorot persoalan manifes penumpang setelah rentetan kecelakaan kapal…
  • DPR Janji Gaspol RUU Perampasan Aset, Formappi: Sok Optimistik, Substansinya Gak ke…
  • KRI Ki Hajar Dewantara: Kapal Perang Tua yang Tinggal Sejarah, Pernah Jadi…
  • Marak Penumpang Gelap dan Manifes Bodong, DPR Colek Kemenhub: Evaluasi Total KSOP!

DPR juga Kecewa

Kekecewaan Dewi ternyata sejalan dengan sejumlah anggota Komisi III DPR RI. Mereka juga mempertanyakan ketidakhadiran Kabareskrim dalam agenda yang dinilai penting karena menyangkut persoalan agraria dan masyarakat kecil di berbagai daerah.

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun bahkan meminta ketidakhadiran tersebut tidak dianggap sebagai hal biasa. Ia menilai forum yang membahas persoalan kriminalisasi dalam konflik agraria bukan agenda yang bisa diperlakukan sembarangan.

Saya pikir ruang ini bukan ruang untuk main-main gitu. Udah kasusnya kasus seperti ini, selalu diundur, tidak hadir, diundur, tidak hadir. Saya tidak jelas, minta penjelasan kenapa tidak hadir,”

kata Adang.

Tag:agrariaDPRKabareskrimkonflik agraria
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
1
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
By Anisa Aulia
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
2
Aston Villa Buka Era Baru dengan Zion Suzuki, Emiliano Martinez Terancam Kehilangan Posisi
By Hadi Febriansyah
Kiper Timnas Jepang Zion Suzuki saat berkostum Parma.
3
Polda Metro “Lompat” ke Bogor, Ahli Soroti Yurisdiksi Penggeledahan Rumah Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ahli hukum tata negara Universitas Tarumanagara, Rasji, dihadirkan sebagai saksi ahli kubu eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2026.
4
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”
By Rika Pangesti
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Perawat melakukan penanganan ke salah satu pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Nasional

Ada PPPK Paruh Waktu Cuma Digaji Rp260 Ribu per Bulan, APKSI Bongkar Buramnya Kesejahteraan Nakes

Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) mengungkap ada PPPK paruh waktu yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
20 menit lalu
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire.
Nasional

9 Anak Disandera OPM, Eks Prajurit TNI: Salah Langkah Sandera Bisa Jadi Korban

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
45 menit lalu
Viral barisan guru honorer yang dipisahkan saat upacara HUT RI.
Nasional

Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Langkah pemerintah pusat yang membuka perhatian terhadap keberlanjutan status dan kesejahteraan guru…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).
Nasional

DPR Klaim Gempa NTT Lebih Cepat Ditangani Dibandingkan Bencana Sumatera

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda menilai penanganan gempa di…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up