Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 20 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 9 Anak Disandera OPM, Eks Prajurit TNI: Salah Langkah Sandera Bisa Jadi Korban
Nasional

9 Anak Disandera OPM, Eks Prajurit TNI: Salah Langkah Sandera Bisa Jadi Korban

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 20, 2026 6:15 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire.
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire. (Foto: Puspen TNI)
SHARE

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) disebut menyandera sembilan anak yang masih di bawah umur. 

Daftar isi Konten
  • Karakter Berbeda
  • Kemampuan Handal
  • Perencanaan Matang

Eks prajurit TNI yang pernah terlibat dalam pembebasan sandera di Mpanduma, Papua, Muchtar Effendi menilai, penyanderaan anak merupakan persoalan serius karena setiap langkah pembebasan harus memperhitungkan keselamatan para sandera.

Pada prinsipnya sesuai dengan hukum humaniter (International Humanitarian Law, Konvensi Jenewa 1948), penyanderaan terhadap anak di bawah umur sangat melanggar HAM,”

kata Muchtar Effendi kepada Owrite, Kamis, 20 Agustus 2026.

Mantan pasukan keamanan PBB itu menegaskan, perlindungan terhadap warga sipil, terutama anak-anak, merupakan prinsip penting dalam hukum humaniter internasional. 

Saling Klaim TNI dan OPM soal Tewasnya 8 Pendulang Emas di Yahukimo

Namun, situasi konflik gerilya memiliki tantangan tersendiri karena kelompok bersenjata dapat mengabaikan ketentuan hukum perang.

Sayang hukum tersebut berlaku ketika terjadi saat perang konvensional, sementara dalam perang gerilya para insurgensi akan mengabaikan masalah tersebut,”

ucapnya.

Karakter Berbeda

Menurut Muchtar, kelompok insurgensi pada umumnya memiliki karakter berbeda dengan pasukan yang dibentuk dan dilatih secara formal dalam struktur militer. 

Ia menilai, kondisi tersebut dapat membuat aturan hukum perang tidak selalu menjadi perhatian utama dalam konflik gerilya.

Karena pada dasarnya insurgensi terdiri dari orang-orang yang hanya siap untuk bertempur tanpa dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan tentang hukum perang, yang penting menang, begitu prinsip mereka,”

terangnya.

Muchtar menegaskan, penyanderaan anak di bawah umur menjadi persoalan yang sangat serius bagi prajurit yang ditugaskan melakukan pembebasan. 

Tugas prajurit, kata dia, dalam situasi konflik bukan hanya menjaga keselamatan diri dan rekan satu tim, tetapi juga melindungi masyarakat sipil yang berada di bawah ancaman.

Penyanderaan terhadap anak-anak di bawah umur merupakan hal yang sangat serius bagi prajurit, karena tugas prajurit di medan perang, selain melindungi nyawa diri sendiri, nyawa rekan-rekannya juga nyawa masyarakat (non-combatant) yang berada di bawah ancaman musuh,”

tegasnya.
Baca juga:
Matoa, Buah Asli Papua yang Punya Cita Rasa Perpaduan Kelengkeng… Pernah membayangkan mencicipi satu buah dengan rasa manis seperti kelengkeng, tetapi memiliki…
DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan! Aturan Papua Jangan… Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat kembali didorong agar tak berlarut-larut. Anggota…
Masih Banyak Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Stop MBG Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG)…
  • Matoa, Buah Asli Papua yang Punya Cita Rasa Perpaduan Kelengkeng dan Durian
  • DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan! Aturan Papua Jangan Sampai Ditabrak
  • Masih Banyak Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Stop MBG

Karena itu, Muchtar menilai penanganan kasus penyanderaan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap langkah, kata dia, harus didasarkan pada perhitungan yang matang dengan mengutamakan keselamatan para sandera.

Penanganan terhadap kasus penyanderaan, harus benar-benar ekstra hati-hati, tidak bisa dilakukan dengan gegabah, harus dengan segala perhitungan yang matang,”

jelasnya.

Kemampuan Handal

Muchtar menambahkan, prajurit yang ditugaskan dalam operasi pembebasan harus memiliki kemampuan dan kesiapan yang memadai. 

Hal itu penting karena dalam situasi penyanderaan, posisi sandera dan kelompok yang menyandera dapat berada sangat berdekatan.

Setiap prajurit harus benar-benar menguasai sasaran bidik dan sasaran tembak yang akurat, jangan sampai asal bertindak apalagi asal tembak, karena di depan mereka bukan saja musuh yang ada tetapi juga para sandera yang harus mereka selamatkan,”

paparnya.

Dilanjutkan Muchtar, kondisi tersebut membuat operasi pembebasan menjadi jauh lebih kompleks. Prajurit harus menghadapi kelompok bersenjata sekaligus memastikan keselamatan para sandera yang berada dalam penguasaan kelompok tersebut.

Dalam waktu yang bersamaan, prajurit harus mampu bertindak untuk menyelamatkan sandera sekaligus melumpuhkan OPM. Karena dengan kondisi penyanderaan seperti itu, apalagi di hutan, tidak bisa prajurit mengamankan dulu sandera karena mereka pasti setiap saat berada di bawah kawalan dan pengamanan OPM

Maka itu prajurit yang diturunkan untuk menangani masalah penyanderaan harus benar-benar yang menguasai tentang sasaran bidik dan sasaran tembak, komandannya harus mampu menginventarisasi dari jumlah OPM yang menyandera berapa yang pegang senjata api, karena itu yang paling utama harus dilumpuhkan,”

lanjutnya.
TNI Tembak Mati 14 Anggota OPM di Intan Jaya

Muchtar juga menyebut aksi penyanderaan yang dilakukan kelompok tersebut sebagai tindakan yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Ia menilai penanganannya membutuhkan keseriusan aparat dan kesiapan berdasarkan informasi intelijen yang akurat.

Semua aksi yang dilakukan oleh OPM jelas merupakan aksi terorisme, karena menimbulkan ketakutan terhadap masyarakat banyak, dan mengganggu stabilitas keamanan secara nasional,”

ujarnya.

Perencanaan Matang

Karena itu, Muchtar menilai penanganan penyanderaan harus dipersiapkan secara serius melalui latihan dan pengumpulan informasi yang memadai sebelum tindakan dilakukan. 

Menurutnya, kondisi lapangan, jumlah kelompok penyandera, persenjataan, serta keberadaan sandera harus menjadi bagian dari pertimbangan aparat.

Maka penanganannya pun harus dilakukan secara serius melalui latihan-latihan sebelum melakukan aksi berdasarkan info dari intelijen,”

ucapnya.

Muchtar mengakui, risiko korban jiwa dalam operasi pembebasan sandera tetap ada, terutama apabila personel yang diterjunkan tidak memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai. Namun, ia menekankan bahwa keselamatan sandera harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap tindakan.

Keungkinan gugur dalam menangani penyanderaan atau pembebasan sandera menurutnya pasti ada. Terlebih jika prajurit yang diterjunkan tidak dilatih terlebih dahulu dan tidak menguasai lindung tinjau dan lindung tembak, serta tidak mempunyai sasaran bidik dan sasaran tembak yang bagus.

Momentum pertempurannya harus benar-benar dikuasai prajurit, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada OPM untuk melakukan perlawanan apalagi sampai mereka (OPM) membantai sandera,”

tutupnya.
Tag:Muchtar EffendiOPMpapuaPembebasan SanderaSandera 9 Anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
1
Aston Villa Buka Era Baru dengan Zion Suzuki, Emiliano Martinez Terancam Kehilangan Posisi
By Hadi Febriansyah
Kiper Timnas Jepang Zion Suzuki saat berkostum Parma.
2
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
By Anisa Aulia
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
3
Polda Metro “Lompat” ke Bogor, Ahli Soroti Yurisdiksi Penggeledahan Rumah Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ahli hukum tata negara Universitas Tarumanagara, Rasji, dihadirkan sebagai saksi ahli kubu eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2026.
4
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”
By Rika Pangesti
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penerjun Kopassus mengibarkan potret kepresidenan Presiden Prabowo Subianto di langit Jakarta saat HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026. (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)
Nasional

Efisiensi Tak Berlaku Buat Pemerintah, Kemensesneg Gelontorkan Rp305 Juta Buat Beli Merpati Di HUT RI

Staf Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Z. Azhim Syah menyoroti pengadaan burung…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
41 menit lalu
Perawat melakukan penanganan ke salah satu pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Nasional

Ada PPPK Paruh Waktu Cuma Digaji Rp260 Ribu per Bulan, APKSI Bongkar Buramnya Kesejahteraan Nakes

Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) mengungkap ada PPPK paruh waktu yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan

Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD)…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
3 jam lalu
Viral barisan guru honorer yang dipisahkan saat upacara HUT RI.
Nasional

Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Langkah pemerintah pusat yang membuka perhatian terhadap keberlanjutan status dan kesejahteraan guru…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up