Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 20 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Ada PPPK Paruh Waktu Cuma Digaji Rp260 Ribu per Bulan, APKSI Bongkar Buramnya Kesejahteraan Nakes
Nasional

Ada PPPK Paruh Waktu Cuma Digaji Rp260 Ribu per Bulan, APKSI Bongkar Buramnya Kesejahteraan Nakes

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Agustus 20, 2026 6:39 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Perawat melakukan penanganan ke salah satu pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Perawat melakukan penanganan ke salah satu pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. (ANTARA FOTO/Johanes Viandinando).
SHARE

Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) mengungkap ada PPPK paruh waktu yang hanya menerima Rp260 ribu per bulan. Bahkan, sebagian disebut tidak menerima upah sama sekali.

Kondisi itu disampaikan APKSI kepada Komisi IX DPR RI saat membahas persoalan SDM kesehatan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kenapa saya sampaikan bermasalah? Mereka diakui sebagai ASN, maka ASN mendapatkan pengupahannya Rp260.000 per bulan. Bahkan ada PPPK paruh waktu yang diakui sebagai ASN tetapi tidak mendapatkan upah,”

kata Presiden APKSI Sepri Latifandi dalam audiensi dengan Komisi IX DPR RI, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sepri menilai kondisi itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam penerapan skema PPPK paruh waktu.

Di atas kertas, skema itu dibuat pemerintah untuk menata tenaga non-ASN agar tetap bisa bekerja dalam sistem pemerintahan. Namun, implementasinya di lapangan justru menyisakan persoalan kesejahteraan.

Baca juga:
Nakes Tak Punya Standar Upah, APKSI Adukan Nasib Mereka ke… Presiden Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) Sepri Latifandi mengungkap persoalan standar…
Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah… Langkah pemerintah pusat yang membuka perhatian terhadap keberlanjutan status dan kesejahteraan guru…
PPPK Tak Lagi Jadi Beban Daerah, Pemerintah Siapkan Skema Baru… Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhidin Mohamad Said memastikan pemerintah…
  • Nakes Tak Punya Standar Upah, APKSI Adukan Nasib Mereka ke DPR
  • Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T
  • PPPK Tak Lagi Jadi Beban Daerah, Pemerintah Siapkan Skema Baru Lewat APBN

Menurut Sepri, masalah ini jadi lebih serius saat diterapkan di sektor kesehatan. Sebab, tenaga non-ASN masih jadi bagian penting dalam pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Untuk sektor kesehatan, mayoritas di Puskesmas dan RSUD SDM-nya adalah non-ASN. Persentasenya sekitar 60% atau 70% ASN, dan 30% nya adalah P3K paruh waktu dan non-ASN,”

jelas Sepri.

Artinya, Sepri mengatakan, tenaga PPPK paruh waktu dan non-ASN bukan sekadar pelengkap dalam layanan kesehatan pemerintah. Keberadaan mereka ikut menopang operasional Puskesmas dan rumah sakit umum daerah.

Kalau tidak ada non-ASN, pelayanan kesehatan masyarakat bisa kacau,”

tutur Sepri.

APKSI juga menyoroti persoalan tenaga kesehatan yang hingga kini belum mendapatkan status kepegawaian yang jelas.

Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Sepri mengatakan masih ada tenaga kesehatan di fasilitas pemerintah yang belum terakomodasi dalam skema ASN, baik PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.

Ia menilai kondisi itu menciptakan ketimpangan. Sebagian tenaga kesehatan sudah mendapatkan pengakuan administratif sebagai ASN. Sementara, lainnya masih berstatus honorer meski sama-sama bekerja memberikan pelayanan publik.

Ternyata masih ada kondisi yang memisahkan mereka sebagai pegawai honorer, karena memang undang-undang sudah tidak membolehkan,”

kata Sepri.

Selain status kepegawaian, APKSI meminta pemerintah memiliki standar upah yang jelas bagi pekerja kesehatan. Sepri menilai tenaga kesehatan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi kesejahteraan mereka belum memiliki standar pengupahan yang memadai.

Kita masih belum punya standar upah bagi pekerja kesehatan,”

ujarnya.

Menurut Sepri, persoalan upah juga berkaitan dengan perlindungan kerja. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan berkualitas, tetapi juga menghadapi risiko kekerasan ketika menjalankan tugas.

Ia menyebut sejumlah tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas bahkan pernah mendapatkan intimidasi dan kekerasan dari pasien maupun keluarga pasien. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya perlindungan kerja yang lebih kuat bagi SDM kesehatan.

Teman-teman kita yang sedang menjalankan tugas aksi mendapatkan intimidasi dan kekerasan, baik itu dari pasien maupun keluarga pasien. Ini yang sangat kita sayangkan,”

tutur Sepri.

APKSI berharap Komisi IX DPR RI dapat mendorong solusi bagi tenaga kesehatan yang belum masuk skema ASN. Terlebih, jumlah SDM kesehatan non-ASN di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah masih cukup besar.

Langsung ke rekomendasi, saya masih berharap kepada Komisi IX sebagai mitra dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk dapat memberikan solusi bagi yang masih belum menjadi ASN,”

kata Sepri.
Baca juga:
DPR dan Pemerintah Finalisasi Nasib Guru PPPK, Ada Jalan Baru… DPR RI bersama pemerintah memfinalisasi skema perubahan status kepegawaian. Skema itu mulai…
Purbaya Tegaskan Belum Berencana Naikkan Gaji ASN pada 2027 Pemerintah belum berencana menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri…
Dana Desa Dipangkas Bikin Gaji PPPK Tersendat, Daerah Tertekan Hingga… Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara Kabinet Bayangan Armand Suparman menilai, pemangkasan…
  • DPR dan Pemerintah Finalisasi Nasib Guru PPPK, Ada Jalan Baru Menuju Status…
  • Purbaya Tegaskan Belum Berencana Naikkan Gaji ASN pada 2027
  • Dana Desa Dipangkas Bikin Gaji PPPK Tersendat, Daerah Tertekan Hingga Kantor Dibakar

Ia menyebut data yang masuk dari daerah sejauh ini baru sekitar 15 ribu tenaga kesehatan non-ASN.

Angka tersebut diyakini belum menggambarkan keseluruhan jumlah tenaga kesehatan non-ASN yang masih bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah.

Sementara data yang baru masuk, contohnya di daerah, kurang lebih sekitar 15.000 yang baru mengirimkan data untuk SDMK (SDM Kesehatan) non-ASN. Jadi masih banyak sekali,”

ujarnya.

Audiensi tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Forum itu merupakan tindak lanjut surat Forum Komunikasi Nasional Lintas Profesi Kesehatan tertanggal 9 Juli 2026 dan surat permohonan audiensi Dewan Eksekutif Nasional Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia tertanggal 11 Agustus 2026.

Tag:APKSIASNPPPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
1
Aston Villa Buka Era Baru dengan Zion Suzuki, Emiliano Martinez Terancam Kehilangan Posisi
By Hadi Febriansyah
Kiper Timnas Jepang Zion Suzuki saat berkostum Parma.
2
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
By Anisa Aulia
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
3
Polda Metro “Lompat” ke Bogor, Ahli Soroti Yurisdiksi Penggeledahan Rumah Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ahli hukum tata negara Universitas Tarumanagara, Rasji, dihadirkan sebagai saksi ahli kubu eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2026.
4
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”
By Rika Pangesti
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penerjun Kopassus mengibarkan potret kepresidenan Presiden Prabowo Subianto di langit Jakarta saat HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026. (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)
Nasional

Efisiensi Tak Berlaku Buat Pemerintah, Kemensesneg Gelontorkan Rp305 Juta Buat Beli Merpati Di HUT RI

Staf Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Z. Azhim Syah menyoroti pengadaan burung…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
21 menit lalu
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan

Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD)…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
3 jam lalu
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire.
Nasional

9 Anak Disandera OPM, Eks Prajurit TNI: Salah Langkah Sandera Bisa Jadi Korban

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Viral barisan guru honorer yang dipisahkan saat upacara HUT RI.
Nasional

Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Langkah pemerintah pusat yang membuka perhatian terhadap keberlanjutan status dan kesejahteraan guru…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up