Pekan ini Presiden Prabowo Subianto diperkirakan belum dapat mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung penanganan dampak bencana gempa di wilayah tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana kunjungan Presiden ke NTT sedang dipersiapkan, namun waktu pelaksanaan masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan.
“Sedang direncanakan, tapi perlu kami sampaikan bahwa kadang di masa-masa awal (penanganan) di lapangan, kami memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu. Karena kehadiran Presiden membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,”
kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Pantau dan Lapor
Prasetyo menegaskan pemerintah saat ini terus memantau penanganan bencana di NTT melalui laporan dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
“Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor. Para menteri, Kepala Basarnas, BNPB juga (setiap hari melaporkan kepada kami). Kami juga mengapresiasi pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lain juga mengirimkan bantuan, misalnya seperti Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah,”
ujar dia.
Saat ditanya kembali mengenai kemungkinan Prabowo datang ke NTT pada pekan ini, Prasetyo belum memberikan kepastian.
“Nanti kami lihat kondisi di lapangan,”
ucap dia.
Dengan demikian, pemerintah masih memprioritaskan penanganan kondisi darurat dan perkembangan di lapangan sebelum memastikan agenda kunjungan Prabowo ke NTT.
Penyebab
Gempa bumi utama berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT atau berlokasi di laut pada jarak 30 kilomter arah timur laut Nagegeo, NTT dengan kedalaman 15 kilometer akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
Hal dan memicu ribuan gempa susulan (aftershocks) yang diprediksi berlanjut hingga akhir September 2026. Hingga 20 Agustus 2026, pukul 06.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 3422 gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M6,2.


























