Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 21 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Anggaran BNPB Tak Cukup, DPR Minta Menteri PU ‘Gas’ Tambah Dana Tangani Bencana NTT
Nasional

Anggaran BNPB Tak Cukup, DPR Minta Menteri PU ‘Gas’ Tambah Dana Tangani Bencana NTT

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Agustus 21, 2026 11:35 am
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
28 menit lalu
Share
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus (Foto: Tangkapan Layar TV Parlemen)
SHARE

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) tidak ragu menggunakan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk mempercepat penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Daftar isi Konten
  • Anggaran BNPB Terbatas
  • Sejumlah Wilayah NTT Sulit Diakses
  • Kebutuhan Air Bersih
  • Dukung Langkah Menteri PU

Menurutnya, kebutuhan penanganan darurat di lapangan harus menjadi prioritas. Pemerintah tidak boleh menunda pekerjaan hanya karena terbentur keterbatasan alokasi anggaran awal.

Kalaupun harus mengambil dana lebih dari Rp100 miliar pun, Bapak lakukan saja di sana. Agar penanganan kebutuhan darurat di NTT bisa dilakukan dengan segera,”

kata Lasarus dalam Rapat Kerja bersama Pemerintah, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026. 
Baca juga:
Jangan Panik! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Saat Gempa Gempa bisa datang tiba-tiba dan bikin panik. Daripada lari tanpa arah, yuk…
Gempa NTT: Kapan Prabowo Turun ke Lapangan? Pekan ini Presiden Prabowo Subianto diperkirakan belum dapat mengunjungi Nusa Tenggara Timur…
Mengenal Ring of Fire, Jalur Cincin Api dengan Ratusan Gunung Api… Gempa bumi dengan kekuatan besar kembali terjadi di sejumlah negara dalam beberapa…
  • Jangan Panik! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Saat Gempa
  • Gempa NTT: Kapan Prabowo Turun ke Lapangan?
  • Mengenal Ring of Fire, Jalur Cincin Api dengan Ratusan Gunung Api Aktif

Anggaran BNPB Terbatas

Sejumlah personel TNI AU dan Polda NTT memasukkan bantuan logistik ke dalam pesawat Hercules untuk korban gempa Pulau Flores di Lanud El Tari Kupang, Kota Kupang, NTT
Sejumlah personel TNI AU dan Polda NTT memasukkan bantuan logistik ke dalam pesawat Hercules untuk korban gempa Pulau Flores di Lanud El Tari Kupang, Kota Kupang, NTT (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/app/tom.)

Pernyataan Lasarus ini disampaikan setelah Menteri PU menjelaskan kementeriannya sementara menggunakan anggaran yang tersedia untuk menangani kebutuhan darurat di NTT. 

Langkah itu diambil karena anggaran yang semestinya digunakan untuk penanganan bencana disebut berada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, keterbatasan anggaran BNPB membuat penanganan di lapangan tidak bisa hanya menunggu alokasi dari lembaga tersebut. Kementerian PU akhirnya memilih bergerak lebih dulu menggunakan anggaran yang dimilikinya.

Menurut Lasarus, kondisi darurat tidak boleh membuat pemerintah terjebak dalam tarik-menarik kewenangan dan sumber anggaran. Ketika akses masyarakat masih terputus, kebutuhan dasar tidak bisa menunggu proses penganggaran selesai.

Daripada kita saling tunggu, Bapak tanya juga BNPB, duitnya juga tidak ada,”

ujar Lasarus.

Sejumlah Wilayah NTT Sulit Diakses

Kementerian PU kirim alat berat di Jalan yang terkena lonsor di Ende. (Sumber: Kementerian PU)
Kementerian PU kirim alat berat di Jalan yang terkena lonsor di Ende. (Sumber: Kementerian PU)

Lasarus menilai persoalan tersebut harus segera diputuskan agar penanganan bencana tidak semakin terlambat. Komisi V mendapat informasi masih ada sejumlah wilayah terdampak bencana di NTT yang belum dapat diakses.

Masih cukup berat, tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam menangani bencana di NTT. Bahkan ada beberapa daerah masih belum bisa diakses,”

kata politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Lasarus, persoalan akses menjadi sangat krusial karena menentukan apakah bantuan dapat sampai kepada masyarakat terdampak. Selama wilayah belum terbuka, distribusi logistik dan kebutuhan dasar juga ikut tersendat.

Sedangkan belum bisa diakses, berarti bantuan belum bisa datang,”

tegasnya.

Karena itu, Lasarus meminta Menteri PU tidak ragu mengambil langkah yang diperlukan dalam situasi darurat. Ia bahkan membuka ruang agar penggunaan anggaran melampaui alokasi awal sekitar Rp100 miliar jika kondisi lapangan memang membutuhkan.

Menurutnya, keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan teknis mengenai sumber anggaran antarlembaga tidak boleh membuat pemerintah justru saling menunggu.

Kebutuhan Air Bersih

Warga masyarakat mendapatkan air bersih
Warga masyarakat mendapatkan air bersih (Foto: Beritajakarta.id)

Selain akses, Lasarus menyoroti kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan solusi cepat yang bisa langsung digunakan masyarakat sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pembangunan sumur bor sederhana. Lasarus mengatakan pengalaman penanganan bencana di Sumatera menunjukkan sumber air dapat dibuat dengan peralatan sederhana dalam waktu singkat.

Yang penting air bisa ditemukan. Itu menurut saya bisa. Saya pengalaman kalau di tempat saya di Kalimantan, kita bisa dengan alat yang sederhana itu satu-dua hari itu, satu sumur sudah bisa jadi,”

ujarnya.

Menurut Lasarus, pendekatan tersebut bisa dipertimbangkan apabila kondisi lapangan di NTT memungkinkan. Pemerintah tidak harus selalu menunggu pembangunan infrastruktur berskala besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam kondisi darurat.

Dukung Langkah Menteri PU

Lasarus menegaskan Komisi V DPR RI mendukung langkah Menteri PU untuk bergerak cepat menangani dampak bencana. Ia meminta keterbatasan anggaran BNPB tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk menunda pekerjaan yang sudah mendesak.

Siapa yang mesti memperbaiki situasi yang dalam keadaan darurat ini? Jadi monggo, Pak, kami support,”

pungkas Lasarus.
Baca juga:
DPR Klaim Gempa NTT Lebih Cepat Ditangani Dibandingkan Bencana Sumatera Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda menilai penanganan gempa di…
400 Sekolah di NTT Terdampak Gempa, Pemerintah Didesak Segera Buka… Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat aktivitas di sektor…
Gempa NTT Berdampak ke 400 Sekolah, DPR Minta Pemulihan Pendidikan… Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan…
  • DPR Klaim Gempa NTT Lebih Cepat Ditangani Dibandingkan Bencana Sumatera
  • 400 Sekolah di NTT Terdampak Gempa, Pemerintah Didesak Segera Buka Sekolah Darurat
  • Gempa NTT Berdampak ke 400 Sekolah, DPR Minta Pemulihan Pendidikan Tak Setengah-Setengah

Tag:Anggaran BencanaBNPBGempa BumiGempa NTTKomisi V DPR RIMenteri PUNTT
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
2
Rupiah Perkasa di Level Rp17.729, Dolar AS Tertekan! Investor Kini Menanti Data Penting BI
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
3
IHSG Dibuka Hijau 0,42 Persen ke Level 6.528, Simak Prediksi Pergerakan Hari Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom)
4
Gempa NTT: Kapan Prabowo Turun ke Lapangan?
By Natania Longdong
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal BUMN di Sidang Tahunan MPR 2026. (Sumber: Dok. DPR)
Nasional

Wacana Prabowo Bahasa Asing Masuk SD Jangan Sampai “Gusur” Bahasa Daerah

Wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
24 menit lalu
Ilustrasi SD Negeri Ciledug 2, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Nasional

Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini Penjelasan Psikolog

Psikolog Meity Arianty menilai pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar (SD)…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
27 menit lalu
Direktur Ekosistem Media, Kementerian Komunikasi dan Digital Farida Dewi Maharani (kanan) berbincang dengan pelajar saat berkunjung ke sekolah yang termasuk dalam program Revitalisasi Pendidikan di SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/7/2026).
Nasional

Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup 1–2 Jam

Psikolog Meity Arianty merespons wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa asing…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 jam lalu
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memberikan edukasi mitigasi bencana kepada siswa SDN IV Bantargebang di Kantor BPBD Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Nasional

Wacana Bahasa Asing Sejak SD, Psikolog: Jangan Jadi Beban Akademik

Gagasan Presiden Prabowo Subianto perihal pembelajaran bahasa asing bagi siswa SD dinilai…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up