Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup menguat pada Jumat, 21 Agustus 2026. Rupiah menguat 0,30 persen atau 54 poin ke level Rp17.694 per dolar AS, dan IHSG menguat tipis 0,37 persen ke 6.525.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, mayoritas nilai tukar turut menguat diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) sebesar 0,05 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,12 persen.
Kemudian Dolar Singapura (SGD) menguat 0,26 persen, Yen Jepang (JPY) menguat 0,30 persen, Baht Thailand (THB) berotot 0,58 persen, dan Won Korea (KRW) perkasa sebesar 0,89 persen.
Pendorong Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan menguatnya rupiah sejalan dengan Departemen Keuangan AS yang akan melipatgandakan pembelian kembali surat berharga negara (Treasury) berjangka waktu lebih panjang. Kemudian penguatan didorong oleh turunnya angka klaim tunjangan pengangguran AS.
Angka klaim tunjangan pengangguran mingguan tercatat menurun, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja tetap relatif stabil meskipun sempat terjadi penurunan jumlah lapangan kerja yang tak terduga pada bulan Juli,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 21 Agustus 2026.
Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti laporan Bank Indonesia (BI) mengenai neraca transaksi berjalan. Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sebesar US$12,5 miliar pada kuartal II-2026 atau 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diprakirakan temporer. Pada kuartal sebelumnya defisit transaksi berjalan hanya sebesar US$3,6 miliar atau 1,0 persen dari PDB,”
jelasnya.
Transaksi Saham


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp17,4 triliun dengan melibatkan 58 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 319 saham naik, 178 tidak bergerak, dan 294 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menguat 34,68 persen ke Rp167
- PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menguat 23,81 persen ke Rp182
- PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) menguat 17,07 persen ke Rp96






















