Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 21 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Gibran Panen Keuntungan Politik dengan “Main Cantik”
Politik

Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Gibran Panen Keuntungan Politik dengan “Main Cantik”

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 21, 2026 6:51 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Wapres Gibran bersama Mahasiswa UI Bertolak ke NTT.
Wapres Gibran bersama Mahasiswa UI Bertolak ke NTT.
SHARE

Keputusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) mengunjungi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki konsekuensi politik yang lebih luas dari sekadar agenda kemanusiaan. 

Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign, Nasarudin Sili Luli, mengatakan langkah tersebut sulit dilawan karena berlangsung melalui aktivitas yang secara hukum tidak melanggar aturan, tetapi berpotensi menghasilkan keuntungan politik bagi Gibran.

Hal yang membuat strategi ini sulit dilawan justru legalitasnya. Tak ada pasal yang dilanggar,”

katanya kepada Owrite, Jumat, 21 Agustus 2026.

Nasarudin menambahkan, posisi wakil presiden secara konstitusional merupakan pembantu presiden dengan kewenangan yang relatif terbatas. 

Namun menurut dia, ruang tersebut kini diperluas melalui aktivitas yang membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, termasuk melibatkan mahasiswa dalam kunjungan ke daerah terdampak bencana.

Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Pengamat: Strategi Halus ‘Menundukkan’ Kelompok Kritis

Konstitusi menempatkan wakil presiden sebagai pembantu presiden, dengan kewenangan yang relatif terbatas dan pasif, tanpa mandat khusus untuk membangun saluran langsung kepada rakyat. Namun di sanalah ekspansinya,”

ungkapnya.

Menurut Nasarudin, pola tersebut membuat Gibran tampil berbeda dibandingkan pola komunikasi politik wakil presiden pada umumnya. 

Ia menilai, kehadiran langsung di lapangan dan pendekatan kepada kelompok mahasiswa menjadi ciri yang semakin menonjol.

Tak satu pun menjadikan kehadiran di lapangan dan rangkulan mahasiswa sebagai mode utama. Gibran anomali, dan anomali punya sebab,”

terangnya.

Main Cantik

Dijelaskan Nasarudin, Gibran tidak perlu melakukan serangan terbuka terhadap tokoh politik lain untuk membangun citra. 

Diungkapkannya, kehadiran langsung di tengah masyarakat secara perlahan dapat membentuk persepsi mengenai sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Gibran tak pernah menyebut nama, tak pernah menantang. Ia hanya perlahan mengambil alih atribut yang dulu menjadi monopoli orang itu: predikat pemimpin paling merakyat,”

jelasnya.

Nasarudin menjelaskan, pola tersebut sebagai bentuk persaingan politik yang berlangsung tanpa deklarasi terbuka.

Kekuatan pendekatan semacam itu justru terletak pada kemampuan membangun persepsi melalui tindakan dan kehadiran, bukan melalui pernyataan politik yang konfrontatif.

Baca juga:
Karhutla Kalimantan Makin Gawat: 66 Ribu Warga Kena ISPA, Tetapkan… Pemerintah pusat didesak segera menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan…
Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Pengamat: Strategi Halus ‘Menundukkan’… Keputusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas…
Polisi Larang Mahasiswa UI Aksi di Bundaran HI, Pakar Hukum… Penghadangan aparat kepolisian terhadap mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang hendak menyampaikan aspirasi…
  • Karhutla Kalimantan Makin Gawat: 66 Ribu Warga Kena ISPA, Tetapkan Bencana Nasional!
  • Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Pengamat: Strategi Halus ‘Menundukkan’ Kelompok Kritis
  • Polisi Larang Mahasiswa UI Aksi di Bundaran HI, Pakar Hukum Pastikan Tak…

Persaingan paling berbahaya memang yang berlangsung tanpa deklarasi dan dilakukan dalam rumah yang sama, dengan senjata kehadiran, bukan kritik,”

bebernya.

Dari perspektif tersebut, Nasarudin menilai kunjungan Gibran bersama mahasiswa UI ke NTT dapat memberikan keuntungan politik berupa legitimasi moral. 

Keterlibatan dalam agenda kemanusiaan, menurut dia, dapat membuat aktivitas pemerintahan sekaligus menjadi sarana membangun citra personal.

Maka, apa kesimpulannya? Gibran sedang mengumpulkan keuntungan politik dengan mengubah tugas negara menjadi pabrik legitimasi pribadi,”

ucapnya.

Nasarudin menambahkan, Gibran telah memanen keuntungan politik dengan memperkenalkan diri, mengklaim jasa, dan mengambil posisi yang disukai publik.

Tag:Gempa NTTgibran rakabuming rakaHeadlineKeuntungan politikMahasiswa UINasarudin Sili LulipanenWapres Gibran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Baru Tiga Bulan Jadi Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq Dijaring KPK
By Rahmat Baihaqi
Akhmad Sodiq terpilih kembali menjadi rektor dalam sidang senat tertutup yang digelar pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
5

BERITA LAINNYA

Kapal perang Ki Hajar Dewantara.
Politik

Prabowo Mau Jual KRI Ki Hajar Dewantara Karena Sudah Tua, DPR Malah Bilang Begini!

Presiden Prabowo Subianto disebut mengusulkan penjualan KRI Ki Hajar Dewantara karena kapal…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
2 jam lalu
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo
Politik

DPR Soroti Dugaan Wajib Lepas Jilbab di Unhan: Ini Bisa Menjadi Bentuk Diskriminasi

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo minta Universitas…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Sinyal krisis karhutla telah dimulai secara masif jauh sebelum musim kemarau.
Politik

DPR Semprot Penanganan Karhutla: Kegiatan Banyak, Tak Satu pun Ada Indikator Outcome Keberhasilan

DPR mengkritik pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pemerintah yang dinilai…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Politik

Keterwakilan Perempuan di Parlemen Mandek 16-22 Persen, Target 30 Persen Masih Jauh dari Harapan

Target keterwakilan perempuan minimal 30 persen di parlemen belum juga tercapai. Kementerian…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up