Tujuh hari berlalu sejak gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), namun warga Kampung Wae Peci, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, mengaku masih menanti kehadiran pemerintah.
Lebih dari 100 kepala keluarga (KK) disebut terdampak dan rumah-rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara menurut warga belum ada posko pemerintah di kampung tersebut maupun pendataan langsung terhadap kondisi korban.
Korban gempa, Lopo Matius (66) mengatakan Kampung Wae Peci berada di wilayah yang paling terdampak dan menjadi lokasi pusat gempa susulan.
Di kampung Wae Peci ini ada 100 lebih KK, rumah-rumah kami rusak semua akibat gempa kemarin,”
kata Lopo Matius saat dihubungi Owrite, Senin, 24 Agustus 2026.
Lopo Matius menuturkan, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur baru diterima warga setelah tujuh hari sejak gempa pada 15 Agustus. Bantuan tersebut hanya berupa satu kilogram beras untuk setiap KK.
Selama ini, setelah 7 hari dari tanggal 15 itu, ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yakni setiap KK mendapat 1 kilogram beras. 1 kilogram beras dan tidak ada yang lain-lain,”
ujarnya.
Menurut Lopo Matius, selain bantuan tersebut, warga juga menerima bantuan dari aparat kepolisian dan pihak kecamatan. Bantuan itu berupa beras, mi goreng, dan air mineral.
Terus, setelah itu datang dari Bapak Polisi, Bapak Camat Manggarai Timur. Kami mendapatkan 3 mok beras, 4 mi goreng, dan 16 air mineral,”
jelasnya.
Bantuan lain kemudian datang dari kelompok masyarakat yang peduli terhadap kondisi warga terdampak. Lopo Matius menyebut bantuan tersebut berupa sejumlah bahan kebutuhan pokok.
Terus ada kemarin bantuan dari keluarga yang saya anggap anak itu, yang grup konten. 1 papan telur, 8 mi goreng, 2 kilo minyak goreng,”
terangnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga juga masih mengandalkan dukungan dari keluarga masing-masing, termasuk anak-anak Lopo Matius yang turut memberikan bantuan.
Dan bantuan dari keluarga, dari anak-anak saya,”
jelasnya.
Lopo Matius berharap, pemerintah segera turun langsung ke Kampung Wae Peci untuk melihat kondisi warga dan rumah yang rusak, sekaligus melakukan pendataan terhadap korban.
Warga juga membutuhkan penanganan yang lebih terkoordinasi karena dampak gempa sangat dirasakan oleh lebih dari 100 KK.
Lopo Matius juga meminta pemerintah segera memberikan bantuan makanan kepada warga di Kampung Wae Peci, karena belum ada bantuan apapun masuk, selain beras 1 kilogram dan 3 mok tersebut.






















