Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 24 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Desil Naik, Bansos Hilang? Aspirasi: Rakyat Tidak Hidup di Dalam Spreadsheet
Nasional

Desil Naik, Bansos Hilang? Aspirasi: Rakyat Tidak Hidup di Dalam Spreadsheet

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Agustus 24, 2026 1:59 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi seorang warga lansia
Ilustrasi seorang warga lansia (Foto: Kemensos)
SHARE

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) meminta pemerintah mengevaluasi sistem penetapan desil yang menjadi salah satu dasar menentukan penerima manfaat bantuan sosial (bansos). Sebab, perubahan kategori desil tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan administrasi atau pemutakhiran data. 

Daftar isi Konten
  • Hilang dari Daftar Bansos
  • Minta Sistem Desil Dievaluasi Total

Menurut Presiden Aspirasi Mirah Sumirat, sistem penetapan desil harus mampu mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata agar tidak menyebabkan warga yang masih membutuhkan perlindungan sosial justru kehilangan haknya.

Penghasilan tetap, pekerjaan tetap, jumlah tanggungan tetap, bahkan beban hidup semakin berat, tetapi posisi desil justru berubah atau naik. Bagaimana mungkin masyarakat yang kehidupannya tidak semakin sejahtera justru dikategorikan lebih mampu?”

kata Mirah dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.
Baca juga:
Potong Subsidi BBM demi MBG Rp240 T, Pengamat: Rawan Chaos! Analis Kebijakan Publik Dr. Faisal Sallatalohy mengkritik pilihan pemerintah memangkas subsidi BBM…
Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, Komnas HAM Catat 2.780 Aduan… Konflik agraria di Indonesia belum juga tuntas. Dalam lima tahun terakhir, Komisi…
BNPB Perang Lawan Karhutla, 6 Provinsi Dipasok Helikopter Patroli hingga… Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
  • Potong Subsidi BBM demi MBG Rp240 T, Pengamat: Rawan Chaos!
  • Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, Komnas HAM Catat 2.780 Aduan dalam Lima…
  • BNPB Perang Lawan Karhutla, 6 Provinsi Dipasok Helikopter Patroli hingga Water Bombing

Hilang dari Daftar Bansos

Petugas memotret identitas penerima bantuan sosial saat penyaluran beras dan MinyaKita di Kelurahan Sukamaju, Kota Depok, Jawa Barat
Petugas memotret identitas penerima bantuan sosial saat penyaluran beras dan MinyaKita di Kelurahan Sukamaju, Kota Depok, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj)

Menurut Mirah, perubahan desil tersebut berpotensi berdampak pada hilangnya nama masyarakat dari daftar penerima bansos. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menjadikan angka dalam sistem sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan kemampuan ekonomi masyarakat.

Jangan sampai rakyat miskin kalah oleh angka dan kalah oleh sistem. Rakyat tidak hidup di dalam spreadsheet. Rakyat hidup dalam kenyataan,”

ujarnya.

Mirah memahami pemerintah membutuhkan data yang akurat agar program perlindungan sosial tepat sasaran. Namun, akurasi data dinilai tidak cukup apabila hanya didasarkan pada sistem klasifikasi tanpa memastikan kesesuaiannya dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Mirah mencontohkan seorang buruh dengan pendapatan tetap yang harus menghadapi kenaikan biaya kontrakan, transportasi, makanan, pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kalau pendapatannya tidak bertambah tetapi beban hidup meningkat, maka secara nyata kemampuan ekonominya justru semakin tertekan,”

tuturnya.

Karena itu, Mirah menilai kemampuan ekonomi masyarakat tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan kepemilikan atau pendapatan, tetapi juga mempertimbangkan beban yang harus ditanggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Minta Sistem Desil Dievaluasi Total

Gambar kaya dan miskin
Gambar kaya dan miskin/Doc. Owrite/Acel

Aspirasi juga mendorong pemerintah mengevaluasi total sistem penetapan desil. Bahkan, organisasi tersebut meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian penggunaan desil sebagai pendekatan utama dalam menentukan kemampuan ekonomi masyarakat.

Sebagai gantinya, pemerintah diminta menyajikan data sosial-ekonomi yang lebih transparan, objektif, dan terukur. Data tersebut setidaknya mencakup pendapatan, jumlah tanggungan, pengeluaran rumah tangga, biaya hidup berdasarkan wilayah, kondisi pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.

Jangan sampai masyarakat hanya diberi label Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan seterusnya, sementara label tersebut tidak mampu menggambarkan kesulitan hidup yang sebenarnya mereka alami,”

ungkap Mirah.

Aspirasi juga menyoroti potensi exclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat yang sebenarnya masih membutuhkan perlindungan sosial justru keluar dari daftar penerima manfaat.

Mirah mengatakan Aspirasi belum ingin berspekulasi mengenai jumlah kasus exclusion error sebelum dilakukan pendataan dan verifikasi secara menyeluruh. Namun, keluhan masyarakat yang sebelumnya menerima bansos kemudian kehilangan bantuan setelah terjadi perubahan data atau desil dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Jika data berubah tetapi kondisi kehidupan masyarakat tidak berubah, maka yang harus diperiksa adalah datanya, bukan rakyatnya yang disalahkan,”

tegas Mirah.

Ia meminta pemerintah melakukan verifikasi lapangan terhadap keluarga miskin, buruh berpenghasilan rendah, dan kelompok rentan yang kehilangan bansos tetapi secara faktual masih berada dalam kondisi ekonomi sulit.

Baca juga:
Keterwakilan Perempuan di Parlemen Mandek 16-22 Persen, Target 30 Persen… Target keterwakilan perempuan minimal 30 persen di parlemen belum juga tercapai. Kementerian…
Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya… Pemerintah akan memberikan insentif untuk 1 juta motor listrik buatan dalam negeri.…
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan… Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani prihatin dengan Operasi…
  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen Mandek 16-22 Persen, Target 30 Persen Masih Jauh…
  • Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya Beli Masih…
  • Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
Tag:BansosBerita PentingDesilekonomi rakyatPekerjaperlindungan sosialSpreadsheet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
1
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
2
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
3
Trofi Melayang, Mental Juang Menyala: Timnas Putri Indonesia U-16 Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026
By Hadi Febriansyah
Sejumlah pesepak bola, staf pelatih, dan ofisial Timnas Putri Garuda Pertiwi U16 Indonesia berfoto dengan medali runner up Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).
4
Polda Metro Akui Blokir Rekening Koordinator AMPB Supriyono, Selidiki Asal Muasal Saldo
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pemblokiran rekening koordinator Aliansi Masyrakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (Sumber: Istimewa)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto di Pekanbaru, Riau. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Nasional

Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Karhutla: Saya Tidak Main-main

Presiden Prabowo Subianto mengancam akan mencabut izin korporasi yang terbukti terlibat dalam…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
11 menit lalu
Sejumlah wisatawan melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Nasional

Bromo Kembali Buka Usai Karhutla, Menpar Minta Wisatawan Tak “Main Api”

Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali menerima wisatawan sejak Kamis, 20…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
28 menit lalu
Personel TNI menyemprotkan air saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut yang meluas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (19/8/2026).
Nasional

Karhutla Bukan Cuma Soal Cuaca, Polda Riau Cium Ulah Manusia

Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan menyatakan kebakaran hutan dan lahan…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
1 jam lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Nasional

Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari

Polda Metro Jaya akan melakukan penyelidikan setelah memblokir rekening koordinator Aliansi Masyrakat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up