Anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk 2027 meningkat menjadi Rp189 triliun. Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan angka itu meningkat sekitar Rp50 triliun dibandingkan pagu indikatif Kemhan yang sebelumnya berada di angka Rp139 triliun.
Menurut Utut, tambahan anggaran itu sudah disepakati dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta jajaran Kemhan.
Intinya APBN untuk 2027 Kemhan anggarannya Rp189 triliun,”
kata Utut dalam konferensi pers usai rapat kerja di Gedung DPR RI, Senin, 31 Agustus 2026.
Utut menyinggung peran TNI dalam menangani berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kebakaran hutan hingga bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, penanganan bencana tersebut menjadi kerja bersama berbagai pihak. Namun, persoalan tidak berhenti pada fase tanggap darurat.
Setelah api dipadamkan dan korban ditangani, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memulihkan wilayah terdampak.
Yang masih menjadi pekerjaan terbesar kita Pak Menhan adalah rehabilitasi,”
kata Utut.
Menurut dia, rehabilitasi diperlukan untuk bangun kembali berbagai fasilitas dan kondisi masyarakat yang terdampak bencana agar dapat kembali seperti semula.
Yaitu membangun kembali apa-apa seperti semula,”
ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie mengatakan tambahan anggaran itu akan digunakan semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas pertahanan yang semakin dinamis.
Ia menyebut tantangan yang dihadapi tak hanya berkaitan dengan pertahanan dalam arti konvensional. Namun, juga situasi nasional seperti bencana.
Kita tahu bahwa tugas-tugas dinamis yang kita hadapi cukup banyak,”
kata Sjafrie.
Sjafrie bilang Kemhan dan TNI siap menjalankan berbagai tugas yang diberikan negara. Ia juga meyakini kebutuhan anggaran untuk menjalankan sistem pertahanan akan terus diperhatikan pemerintah seiring perkembangan situasi nasional.
Tentunya kami mempunyai keyakinan bahwa negara akan memenuhi kebutuhan anggaran,”
ujarnya.
Dalam rapat itu, alokasi anggaran pertahanan juga dibagi ke berbagai unit organisasi. Hal itu mulai dari Kemhan, Mabes TNI, hingga Markas Besar TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Perlu diketahui, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyampaikan Komisi I DPR sudah menyetujui jumlah anggaran yang diajukan untuk tahun 2026 sebesar Rp187,1 triliun.
Hal tersebut dikatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai mengikuti rapat tertutup dengan Komisi I DPR membahas anggaran.
Proposal akhir dari anggaran Kemhan dan TNI tahun 2026 yang sudah disetujui oleh Komisi I untuk dibawa ke Badan Anggaran, sejumlah Rp187,1 triliun,”
kata Sjafrie saat ditemui awak media usai rapat dengan Komisi I di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 September 2025.
Dijelaskan Sjafrie, anggaran itu akan digunakan Kementerian Pertahanan untuk menggaji pegawai dan prajurit TNI. Selain itu, untuk perkuat alat utama sistem senjata (alutsista) TNI dan mendukung sektor-sektor pertahanan lain yang berkaitan dengan kedaulatan negara.

























