Menteri Sosial RI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul membantah isu intervensi Istana.
Dia memastikan seluruh rangkaian muktamar termasuk pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjalan tanpa campur tangan pihak mana pun.
Tidak ada intervensi, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses muktamar ini,”
kata Gus Ipul di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip pada Selasa, 1 September 2026.
Gus Ipul juga menepis kabar mengenai adanya paket calon Ketua Umum PBNU yang disebut-sebut berasal dari Istana Negara. Menurutnya, informasi tersebut sebatas isu yang beredar dan tak bisa dipertanggungjawabkan.
Dia mengingatkan bahwa informasi yang ramai di media sosial tak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya di arena muktamar.
Ah, itu isu-isu aja. Banyak isu di luar sana,”
ujarnya.
Menurut Gus Ipul, jalannya Muktamar NU ke-35 justru menunjukkan bahwa berbagai kekhawatiran yang sebelumnya beredar tidak terbukti.
Berita-berita yang selama ini kita lihat di medsos kadang-kadang itu jauh dari kenyataan,”
kata eks Wakil Gubernur Jawa Timur itu.
Karena itu, Gus Ipul kembali menyampaikan tak ada tekanan maupun campur tangan pihak tertentu dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.
Jadi, saya bisa pastikan bahwa tidak ada itu intervensi,”
jelas Gus Ipul.
Gus Kikin Ketum PBNU
Gus Ipul bersyukur seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 telah rampung. Dia menilai penyelenggaraan muktamar berjalan sukses dan target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Dia berharap hasil muktamar itu bisa segera ditindaklanjuti agar NU semakin berkontribusi bagi kepentingan agama, bangsa, dan negara.
Mudah-mudahan dengan hasil yang sudah kita dapatkan bisa kita tindak lanjuti, untuk kemudian NU bisa berkontribusi lebih besar,”
kata Gus Ipul.
Dalam Muktamar NU ke-35, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
Gus Kikin yang merupakan Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dipilih secara mufakat oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa Khidmat 2026-2031,”
ujar anggota AHWA Anwar Iskandar dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU, Senin, 31 Agustus 2026.
Sebelum dipilih, Gus Kikin menjadi salah satu dari lima nama yang diajukan peserta muktamar. Empat nama lainnya yakni Zulfa Mustofa, Abdussalam Sochib atau Gus Salam, petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Abdul Ghofar Rozin.
























