Harga emas global turun ke level terendah lebih dari dua pekan pada Rabu. Hal itu akibat tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) dan menguatnya dolar AS, sementara investor menanti data ketenagakerjaan AS untuk mendapatkan petunjuk arah suku bunga.
Dilansir dari Economic Times pada Rabu 2 September 2026, harga emas di pasar spot stabil di US$4.333,49 per ons pada pukul 00.17 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 14 Agustus. Harga emas juga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 harinya.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,4 persen menjadi US$4.380,40. Dolar AS tetap menguat, sehingga logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Sedangkan, untuk logam mulia lain tercatat harga perak di pasar spot naik 0,1 persen menjadi US$64,31 per ons, platinum turun tipis 0,2 persen menjadi US$1.736,93 per ons, dan paladium turun 0,2 persen menjadi US$1.308,25 per ons.
Emas Antam


Sementara itu, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini terpantau anjlok Rp40.000 dari perdagangan sebelumnya. Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga pecahan satu gram emas Antam berada di level Rp2.624.000 per gram.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut merosot Rp40.000 dan berada di level Rp2.477.000 per gram.
Berikut rincian harga emas batangan Antam:
- 0,5 gram: Rp 1.362.000
- 1 gram: Rp 2.624.000
- 2 gram: Rp 5.198.000
- 3 gram: Rp 7.779.000
- 5 gram: Rp 12.935.000
- 10 gram: Rp 25.790.000
- 25 gram: Rp 64.310.000
- 50 gram: Rp 128.455.000
- 100 gram: Rp 256.760.000
- 250 gram: Rp 641.590.000
- 500 gram: Rp 1.282.900.000
- 1.000 gram: Rp 2.564.600.000
Perlu diketahui, untuk ukuran emas 1 gram hingga 100 gram pada hari ini tersedia di Butik Gedung Antam. Namun untuk emas ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram harus pre order terlebih dahulu.
























