Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 2 September 2026. Rupiah anjlok 0,17 persen atau 30 poin ke level Rp17.774 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah,”
kata Lukman kepada Owrite Rabu, 2 September 2026.
Harga Minyak Dunia


Selain itu, Lukman menilai pelemahan rupiah ini juga didorong oleh naiknya harga minyak mentah dunia, serta penguatan dolar AS karena imbal hasil obligasi.
Kenaikan harga minyak mentah dunia, serta penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS,”
ucapnya.
Maka dari itu, Lukman memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp17.700 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS.
Mata Uang Asia


Berdasarkan data perdagangan pagi ini, selain rupiah sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,40 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,16 persen.
Kemudian Yen Jepang (JPY) melemah 0,11 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,11 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,05 persen, serta Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,02 persen.

























