Polda Metro Jaya merencanakan memeriksa staf administrasi Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrio Adiono buntut kasus kematian Sutrimo, terduga pegawai eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Febrio akan diperiksa sebagai saksi setelah menerima permintaan dari pihak keluarga Sutrimo.
“Ya, akan kami dalami,”
ujar Budi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu, 2 September 2026.
Budi mengaku belum mendapat jadwal pasti pemeriksaan Febrio. Sebab saat ini penyidik berfokus pada hasil ekshumasi dari tim labolatorium forensik.
“Dalam waktu dekat hasil (ekshumasi) dari labfor akan keluar. Nanti disampaikan oleh dokter labfor, tim dokter forensik kollegal, bersama Dirkrimum,”
kata dia.
Budi juga meluruskan keberadaan ponsel Sutrimo yang hingga kini belum di tangan keluarga korban. Dia bilang, barang tersebut juga tidak dalam penguasaan penyidik Polda Metro Jaya.
“Termasuk menyampaikan permohonan (dari keluarga) kepada penyidik terkait barang-barang pribadi. Kami luruskan bahwa penyidik Ditreskrimum tidak memegang barang-barang pribadi seperti ponsel,”
ujar dia.
Curiga
Keluarga Sutrimo menaruh kecurigaan terhadap Febrio yang diduga mengetahui kematian Sutrimo lantaran dia menjadi orang pertama yang mengantar Sutrimo ke rumah sakit dan yang memutuskan sepihak agar jenazah tidak diautopsi.
“Besar kemungkinan sebenarnya ‘pintu’ ada di Febrio Adiono. Itu dugaan kami,”
ucap kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, di Polda Metro Jaya, Senin, 31 Agustus 2026
Penyidik belum pernah meminta keterangan Febrio hingga kini. Padahal keterangan Febrio dianggap cukup vital untuk mengungkap misteri kematian Sutrimo.
“Febrio Adiono dalam hal ini saksi kunci, karena memang beliau juga orang yang mengantar jenazah dan yang memutuskan agar Sutrimo tidak diautopsi,”
kata Aan.
Dia menduga Febrio mengaku sebagai kerabat Sutrimo saat mengantar almarhum ke rumah sakit. Padahal pihak keluarga tidak pernah diberitahu perihal kematian tersebut.
“Dia juga ternyata orang yang mengambil keputusan, saya tidak tahu apakah atas kehendak sendiri atau perintah atasan,”
tutur Aan.
Kemudian, pihak keluarga mendapat informasi ada busa keluar di bagian mulut dan hidung Sutrimo saat pertama kali ditemukan. Namun, hal tersebut tak kunjung diungkap kepolisian.























