Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap bagi Kelompok Rentan
Nasional

Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap bagi Kelompok Rentan

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
Last updated: September 4, 2026 5:50 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026).
Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/kye)
SHARE

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah tidak meremehkan risiko kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kelompok rentan. 

Daftar isi Konten
  • Asap Perburuk Kondisi
  • Percepatan

Pernyataan itu disampaikan setelah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, meninggal setelah mengalami sesak napas.

“(Pemerintah) juga tidak boleh lupa, kelompok rentan yang memiliki penyakit bawaan seperti anak ini adalah yang paling terdampak kabut asap karhutla,”

kata dia, Jumat, 4 September 2026.
Baca juga:
Hutan Menangis: 112 Pembakar Lahan Jadi Tersangka, Korporasi Belum Tersentuh Bareskrim Mabes menetapkan 112 tersangka individu terduga kasus kebakaran hutan dan lahan…
Karhutla Kepung Gunung di Jawa Timur: Semeru Terparah, Kawah Ijen… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur.…
Otorita IKN Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Perkebunan Penyebab Karhutla Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjatuhkan sanksi administratif kepada satu perusahaan perkebunan…
  • Hutan Menangis: 112 Pembakar Lahan Jadi Tersangka, Korporasi Belum Tersentuh
  • Karhutla Kepung Gunung di Jawa Timur: Semeru Terparah, Kawah Ijen Ditutup
  • Otorita IKN Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Perkebunan Penyebab Karhutla

Anak tersebut meninggal pada Senin, 31 Agustus 2026, karena kondisi kesehatannya menurun meski sempat mendapat perawatan di RSUD Puruk Cahu setelah mengalami sesak napas.

Namun, Dinas Kesehatan Murung Raya belum mengaitkan kematian korban secara langsung dengan paparan asap maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Korban diketahui memiliki riwayat penyakit ginjal yang lama dideritanya.

Asap Perburuk Kondisi

Kondisi itu membuat penyebab kematian korban memang belum bisa disimpulkan hanya dari keberadaan kabut asap. Di sisi lain, keluarga menyebut korban memiliki riwayat asma sejak kecil. 

Tetangga korban juga mengungkap kondisi anak tersebut memburuk ketika kabut asap Karhutla mulai pekat di wilayah mereka.

Daniel menilai kasus tersebut harus disikapi hati-hati dan berdasarkan bukti medis. Dia mengingatkan agar ketidakpastian penyebab kematian tidak membuat pemerintah mengabaikan ancaman kabut asap terhadap warga yang memiliki penyakit bawaan.

Perlindungan terhadap kelompok rentan tidak seharusnya menunggu sampai jumlah korban bertambah.

“Penyakit penyerta justru menempatkan seorang anak dalam kelompok yang lebih rentan ketika kualitas udara memburuk. Apalagi bagi mereka yang memang memiliki riwayat penyakit bawaan,”

ucap Daniel.

Dia menegaskan pemerintah memang harus berhati-hati dalam menentukan penyebab kematian, tapi prinsip kehati-hatian itu juga harus diterapkan dalam melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

“Pemerintah memang tidak boleh menyimpulkan penyebab kematian tanpa dasar medis. Namun, ketidakpastian penyebab tidak boleh berubah menjadi alasan untuk mengecilkan risiko,”

sambung dia.

Percepatan

Daniel pun mendesak pemerintah mempercepat penanganan karhutla yang disebut masih signifikan dan meluas, terutama di Kalimantan dan Sumatra. Apalagi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi zona merah dengan ribuan titik panas.

“Karhutla masih signifikan dan semakin meluas di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sudah menjadi zona merah dengan ribuan titik panas,”

tutur dia.

Menurut Daniel, penanganan tidak cukup hanya memadamkan api. Pemerintah juga harus memastikan warga yang terdampak memperoleh perlindungan kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

“Pemerintah juga harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan. Masker, alat kesehatan, oksigen, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya harus tersedia, terutama bagi kelompok rentan,”

lanjut Daniel.

Pemerintah pusat pun harus ikut memperkuat daerah yang terdampak agar penanganan tidak bergantung pada kemampuan anggaran, fasilitas, dan personel masing-masing daerah.

“Jangan biarkan masyarakat dan daerah menghadapi keadaan ini sendirian. Pemerintah pusat harus memastikan seluruh kebutuhan perlindungan anak dan masyarakat tersedia selama kondisi udara belum aman,”

kata Daniel.
Baca juga:
21 Badan Usaha Disegel Terkait Karhutla, Anggota DPR: Jangan Cuma… Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mengingatkan Kementerian Lingkungan Hidup agar penyegelan…
📰
Karhutla Mengganas, Habitat Orang Utan hingga Harimau Terancam Musnah Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra tidak hanya mengancam…
Bali United Tantang PSS Sleman: Misi Balas Dendam Dimulai, Serdadu… Bali United akan mengawali kiprah mereka di Super League 2026/2027 dengan menjamu…
  • 21 Badan Usaha Disegel Terkait Karhutla, Anggota DPR: Jangan Cuma jadi Tindakan…
  • Karhutla Mengganas, Habitat Orang Utan hingga Harimau Terancam Musnah
  • Bali United Tantang PSS Sleman: Misi Balas Dendam Dimulai, Serdadu Tridatu Bidik…
Tag:AnakasapAsmaBerita PentingISPAKarhutlaSesak Napas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Terungkap! 6 Juta Data MBG Ganda, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
1
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan di kawasan pendakian Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Nasional

Karhutla Kepung Gunung di Jawa Timur: Semeru Terparah, Kawah Ijen Ditutup

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur.…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
46 menit lalu
Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)
Nasional

Angka Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia Beda Jauh, Anas Urbaningrum Beri Komentar Pedas

Angka kemiskinan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah terdapat perbedaan sangat jauh antara…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
48 menit lalu
Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peninjauan operasional oleh gubernur Sultra di SPPG Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Nasional

PDIP Kritik MBG di 2027 Dapat Rp232,5 Triliun: Dari Awal Rumit, Hanya Program Follow Money

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengkritik keras desain manajemen program…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. (Sumber: Dok. OIKN)
Nasional

Otorita IKN Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Perkebunan Penyebab Karhutla

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjatuhkan sanksi administratif kepada satu perusahaan perkebunan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up