Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 10 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Tren Longevity Global Dorong Perawatan Kulit Berbasis Kesehatan Sel
Kesehatan

Tren Longevity Global Dorong Perawatan Kulit Berbasis Kesehatan Sel

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: September 8, 2026 2:19 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 hari lalu
Share
Perawatan Kulit Berbasis Kesehatan Sel
Perawatan Kulit Berbasis Kesehatan Sel (Foto: Dokumentasi PT Redo Marketing Indonesia)
SHARE

Tren longevity atau upaya menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal selama mungkin tengah berkembang di berbagai negara.

Daftar isi Konten
  • Memahami Kesehatan Kulit
  • Perawatan Berbasis Cahaya
  • Bukti Ilmiah

Konsep ini perlahan menggeser cara pandang terhadap penuaan, dari sekadar memperpanjang usia menjadi menjaga kualitas hidup dan fungsi tubuh, termasuk kesehatan kulit.

Dalam perkembangannya, pendekatan longevity tidak hanya berbicara soal pola makan, olahraga, tidur, maupun pemeriksaan kesehatan.

Perhatian juga mulai diarahkan pada proses biologis yang terjadi di tingkat sel, termasuk bagaimana menjaga sel tetap berfungsi optimal seiring bertambahnya usia.

Perubahan cara pandang tersebut turut memengaruhi dunia dermatologi dan estetika. Perawatan kulit tidak lagi semata-mata berorientasi pada mengurangi tanda penuaan yang terlihat di permukaan, tetapi juga mulai mengeksplorasi pendekatan yang menyasar proses biologis di balik kesehatan kulit.

Baca juga:
Face Shield Tak Efektif Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini… Epidemiolog sekaligus peneliti di Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, B.Med., M.D.,…
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter… Masih banyak orang yang menganggap jika makanan yang sudah dimasak dengan panas…
Benarkah Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Epidemiolog Abu vulkanik kerap dianggap hanya sebagai gangguan akibat erupsi gunung api. Namun,…
  • Face Shield Tak Efektif Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog
  • Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya…
  • Benarkah Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Epidemiolog

Memahami Kesehatan Kulit

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian dari perubahan besar dalam memahami kesehatan kulit.

Ada pergeseran besar yang sedang terjadi dalam cara kita memahami kulit sehat. Selama bertahun-tahun, perawatan kulit berfokus pada apa yang terlihat di permukaan. Kini, sains membawa kita jauh lebih dalam: ke tingkat sel, tempat proses penuaan dan peremajaan kulit sesungguhnya bermula,”

ujar Ruri dalam keterangannya, Selasa 08 September 2026.

Menurut dia, tren longevity yang berkembang secara global bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara berpikir mengenai bagaimana menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi baik selama mungkin.

Sebagai dokter yang menekuni bidang ini, saya melihat tren longevity yang tengah menjadi tren global bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara berpikir baru: bagaimana menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi baik selama mungkin, bukan sekadar menutupi tanda usia,”

katanya.

Ia menilai konsep glow pada kulit juga perlu dimaknai secara berbeda. Bukan hanya mengenai tampilan kulit yang terlihat bercahaya, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sel kulit yang sehat dan memiliki fungsi yang baik.

Glow perlu dimaknai ulang, bukan kilau di permukaan, tetapi cerminan sel-sel kulit yang sehat dan berenergi,”

ujar Ruri.

Perawatan Berbasis Cahaya

Sejalan dengan perkembangan tersebut, teknologi photobiomodulation (PBM) menjadi salah satu pendekatan yang terus dikembangkan dalam bidang perawatan berbasis cahaya.

Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan cahaya pada panjang gelombang tertentu untuk berinteraksi dengan komponen sel yang disebut cellular chromophores.

Sering Begadang tapi Mau Glowing? Skincare Expert Spill Trik Rawat Kulit dari Dalam

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E., FINSDV, mengatakan pemahaman terhadap teknologi semacam ini tidak cukup hanya melihat efek yang tampak pada permukaan kulit.

Kami tidak berhenti pada pertanyaan what the device does on the skin. Lebih jauh, kami ingin memahami what happens inside the cell, bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores, dan bagaimana interaksi tersebut diterjemahkan menjadi respons biologis,”

ujar Feilicia.

Menurut dia, pemahaman mengenai mekanisme tersebut penting agar PBM tidak berhenti sebagai tren teknologi, tetapi dapat ditempatkan dalam konteks ilmiah dan praktik klinis.

Inilah titik di mana science, technology, dan clinical practice bertemu. Sebuah jembatan yang membawa Photobiomodulation (PBM) dari sekadar tren, menjadi terapi yang dipahami mekanismenya, didukung oleh scientific evidence, dan diterapkan secara profesional dalam praktik klinis,”

paparnya.

Sementara itu, National Sales Manager PT Redo Marketing Indonesia Vanda Wulandari mengatakan perangkat tersebut telah memiliki perjalanan pengembangan selama sekitar 15 tahun dengan data klinis.

Ia juga menyebut perangkat Celluma telah memperoleh FDA Clearance dan Medical CE Mark, serta telah digunakan di hampir 100 negara.

Menurut Vanda, lebih dari 35.000 perangkat telah digunakan di berbagai negara. Ia berharap teknologi PBM pada masa mendatang dapat semakin dikenal masyarakat.

Bagi kami, ini bukan sekadar peluang bisnis. Ini adalah amanah,”

ujar Vanda.

Bukti Ilmiah

Meski demikian, perkembangan teknologi dalam tren longevity membuat kebutuhan terhadap bukti ilmiah menjadi semakin penting.

Perawatan yang mengatasnamakan kesehatan sel maupun penuaan dini perlu dibedakan antara pendekatan yang memiliki dasar ilmiah dan sekadar mengikuti tren.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam perkembangan perawatan kulit di Indonesia.

Yang ingin saya sampaikan lewat forum ini: kulit yang sehat selalu dimulai dari dalam, dari unit terkecilnya. Dan yang kita butuhkan adalah bukti ilmiah, pendekatan yang berpijak pada ilmu dan bisa dipertanggungjawabkan,”

ungkapnya.

Ia berharap perkembangan tersebut dapat mendorong standar perawatan kulit yang lebih rasional, aman, serta sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia.

Harapan saya, cara pandang ini dapat menghadirkan standar perawatan kulit yang lebih rasional, aman, dan relevan bagi kulit orang Indonesia,”

tutup Ruri.

Tag:Beauty LongevityKesehatan Sel KulitTren Kecantikan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
1
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
2
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
3
Mengamuk di UCL: Barcelona dan PSG Pesta Gol, Liverpool Menang Comeback
By Hadi Febriansyah
Pemain PSG merayakan gol dalam pertandingan melawan Slovan Bratislava dalam UCL 2026/2027, di Parc des Princes, September 2026.
4
Usut Kasus Iklan Bank BJB: KPK Masih Hitung Kerugian, Eks Dirut Belum Masuk Sel
By Rahmat Baihaqi
Mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Yuddy Renaldi (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Tenaga kesehatan merawat bayi yang baru dilahirkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Senin (17/8/2026).
Kesehatan

Abu Vulkanik Turun, Ini Cara Jemur Bayi Tanpa Perlu Keluar Rumah

Kebiasaan menjemur bayi di luar rumah sebaiknya dihentikan sementara ketika lingkungan sekitar…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
22 jam lalu
Ilustrasi seorang balita bersama ibunya
Kesehatan

Face Shield Tak Efektif Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog

Epidemiolog sekaligus peneliti di Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, B.Med., M.D.,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
Ikan Tongkol
Kesehatan

Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari

Masih banyak orang yang menganggap jika makanan yang sudah dimasak dengan panas…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Warga berjalan di dekat spanduk imbauan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau di Dermaga Canti, Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
Kesehatan

Benarkah Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Epidemiolog

Abu vulkanik kerap dianggap hanya sebagai gangguan akibat erupsi gunung api. Namun,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up