Harga minyak dunia jenis Brent kini sudah menembus level US$101,84 per barel. Kenaikan itu didorong naiknya tensi ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Merespons hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini anggaran pemerintah masih cukup menghadapi kenaikan harga minyak dunia.
Anggarannya masih cukup, seperti yang kita hitung sebelumnya,”
kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Purbaya menuturkan, sampai saat ini belum ada keputusan untuk membatasi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Namun, pemerintah akan mewaspadai perkembangan konflik di Timur Tengah.
Belum, belum. Tapi kita waspadai terus perkembangannya. Jangan sampai naik lebih tinggi lagi,”
terangnya.
Janji Jaga Defisit


Purbaya menuturkan, untuk asumsi defisit APBN 2026 sebesar 2,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam hitungan harga minyak di level US$100 per barel. Saat ini, harga minyak yang dibayar pemerintah juga masih di bawah US$90 per barel.
Jadi masih ada ruang, mudah-mudahan harga minyak dunia nggak lebih tinggi lagi,”
tuturnya.
Purbaya menilai, bila harga minyak tetap bertahan di level US$100 per barel, APBN masih kuat menahan beban, sebab Indonesia sudah pernah mengalami kenaikan ujian seperti ini. Ia memastikan, defisit APBN tidak akan melebihi 3 persen.
Tapi seandainya naik ke level yang sekarang bertahan di sini pun kita kan sudah pernah mengalami, jadi nggak usah terlalu khawatir kita akan atur anggaran kita tetap berkesinambungan dengan defisit tetap ditekan di bawah 3 persen,”
tuturnya.
Gegara AS Serang Iran


Sebelumnya dilansir dari CNBC, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November naik 0,62 persen menjadi US$101,84 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Oktober naik 1,01 persen menjadi US$96,06 per barel.
Ketegangan meningkat setelah militer AS pada hari Selasa menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran, sebagai balasan atas upaya serangan terhadap kapal perang AS.
Komando Pusat AS (U.S. Central Command) mengatakan kapal perang tersebut berhasil menghindari serangan Iran dan tidak ada personel Amerika yang terluka.
























