Harga minyak dunia naik pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap ketegangan di Timur Tengah.
Dilansir dari CNBC, kenaikan harga minyak berpotensi perparah gangguan pasokan minyak global. Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November naik 0,62 persen menjadi US$101,84 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Oktober menguat 1,01 persen menjadi US$96,06 per barel.
Tensi Ketegangan Naik
Ketegangan meningkat setelah militer AS pada hari Selasa menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran. Langkah itu sebagai balasan atas upaya serangan Iran terhadap kapal perang AS.
Namun, komando Pusat AS (U.S. Central Command) mengklaim kapal perang tersebut berhasil menghindari serangan Iran dan tak ada personel AS yang terluka.
Co-Head of Global Commodities Research Goldman, Sachs Daan Struyven mengatakan eskalasi konflik AS-Iran yang kini memasuki bulan ketujuh meningkatkan risiko harga minyak melonjak di atas US$120 per barel. Hal ini seiring dengan meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal pengangkut minyak.
Dari laporan Wall Street Journal, para penasihat utama Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih sudah membahas dengan Trump bahwa konflik Iran bisa berlanjut hingga sisa masa jabatannya.
Pasar fisik minyak berpotensi semakin ketat imbas penurunan lebih lanjut volume pengiriman melalui jalur transit, eskalasi konflik yang lebih luas, atau ancaman terhadap infrastruktur energi.
Direktur Komersial sekaligus Penasihat Perdagangan di TFP Software FZCO Andrei Constantin mengatakan kondisi itu bisa perpanjang kenaikan harga minyak.
Harga WTI telah sepenuhnya pulih dari penurunan tajam yang terjadi antara awal Juni dan Juli. Sementara, harga Brent kini jauh di atas level yang tercatat pada awal Juni,”
kata analis pasar Senior di Trade Nation David Morrison.

























