Jalur pelayaran Indonesia disebut masuk dalam rencana perluasan operasi maritim Unit 4000, unit operasi khusus di bawah Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Rencana Unit 4000 disebut mencakup dugaan target terhadap kapal yang melintas di Selat Malaka dan Selat Bangka hingga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Informasi itu pertama kali dilaporkan media Teheran, Iran International, berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang disebut mengetahui aktivitas IRGC.
Sumber-sumber mengatakan bahwa unit tersebut sedang mempertimbangkan serangan terhadap kapal komersial, militer, dan swasta yang melintasi Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, serta Selat Bangka,”
demikian laporan Iran International yang dikutip pada Jumat, 11 September 2026.
Selain kapal yang melintas di dua selat tersebut, Tanjung Priok juga disebut dalam rencana yang sedang dikembangkan. Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu disebut bersama Pelabuhan Ningbo-Zhoushan dan Shanghai di China sebagai lokasi yang masuk dalam daftar target.
Perluasan ke Asia Timur
Menurut laporan Iran International, rencana itu jadi indikasi adanya upaya memperluas operasi maritim Iran dari kawasan Timur Tengah menuju Asia Timur. Jika benar dijalankan, perluasan itu akan menyentuh jalur perdagangan dan energi yang memiliki posisi strategis bagi perekonomian kawasan.
Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran utama yang menghubungkan Samudra Hindia dengan kawasan Asia Timur. Sementara Selat Bangka menjadi bagian dari jaringan pelayaran di perairan Indonesia.
Iran International menyebut rencana itu muncul di tengah konflik yang sebelumnya telah berdampak terhadap sejumlah jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Iran disebut berupaya membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran telah mengganggu lalu lintas kapal di sekitar Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah.
Dalam konteks itu, laporan mengenai rencana Unit 4000 di Asia Timur dinilai berpotensi memperluas tekanan terhadap jaringan pelayaran global.
Pernyataan Mohsen Rezaei
Laporan tersebut juga mengutip pernyataan Mohsen Rezaei, yang saat itu merupakan penasihat senior pemimpin tertinggi Iran dan kini menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Rezaei sebelumnya menyatakan Iran bisa memperluas wilayah konflik apabila perang dan blokade angkatan laut terus berlanjut.
Jika perang berlanjut dan blokade angkatan laut tidak dicabut, kita akan menyeret perang ke Samudra Hindia, Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, dan Mediterania,”
ujar Rezaei.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu konteks yang dicantumkan Iran International ketika melaporkan dugaan perluasan operasi maritim Unit 4000 ke wilayah Asia.
Meski nama Selat Malaka, Selat Bangka, dan Tanjung Priok disebut dalam laporan tersebut, informasi itu perlu dibedakan dari fakta mengenai adanya serangan yang telah berlangsung.
Hingga laporan itu dipublikasikan, belum ada keterangan dalam laporan Iran International yang membuktikan bahwa serangan terhadap kapal atau Pelabuhan Tanjung Priok telah terjadi.
























