Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyita sebuah kapal selam tak berawak milik Amerika Serikat (AS) di dekat pintu masuk Selat Hormuz.
Kapal itu disebut berhasil dikuasai pasukan Iran dalam operasi yang berlangsung pada 8 September 2026.
Melansir Middle East Monitor, Kamis, 10 September 2026, Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan yang disiarkan media Iran mengatakan pihaknya sudah menangkap dan menguasai kapal selam tak berawak AS selama operasi di wilayah Selat Hormuz.
Menurut keterangan Iran, kapal tersebut kini berada di tangan pasukan Iran. Media Iran juga melaporkan gambar kapal yang disebut sudah ditangkap itu diperkirakan segera dirilis.
Namun, hingga kini belum diketahui jenis kapal selam tak berawak tersebut maupun misi yang dijalankannya. AS juga belum memberikan konfirmasi mengenai klaim penyitaan tersebut.
Dengan demikian, klaim Iran terkait penangkapan kapal selam tak berawak AS itu belum bisa diverifikasi secara independen.
Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan AS di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz. Dalam beberapa waktu terakhir, kedua negara melaporkan serangkaian operasi yang melibatkan kapal angkatan laut maupun kapal dagang.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi maritim paling penting di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi rute utama pengiriman minyak serta gas ke pasar global.
Situasi di kawasan tersebut menjadi perhatian karena setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi berdampak terhadap distribusi energi global.























