Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 25 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Penanganan Kasus Diduga Libatkan Nama Bobby Mandeg, KPK Wajib Dievaluasi
Nasional

Penanganan Kasus Diduga Libatkan Nama Bobby Mandeg, KPK Wajib Dievaluasi

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: November 18, 2025 3:26 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
7 bulan lalu
Share
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti. (foto: owrite)
SHARE

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyoroti kasus ‘Blok Medan’ yang seolah diabaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ia berkaca dari kasus Abdul Gani Kasumba (AGK) terkait suap dan gratifikasi yang menyeret nama Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu. Bersamaan dengan dikeluarkannya SP3, KPK juga menghentikan kasus tersebut.

Kenapa ‘Blok Medan’ tiba-tiba seperti dihentikan oleh KPK berdasarkan adanya orang yang terpidana meninggal dunia? Lazim nggak itu? Nggak lazim. Harusnya nggak boleh SP3 keseluruhan kasusnya, yang di SP3 hanya yang berkaitan dengan almarhum. Sekarang ada nuansa diabaikan KPK yang berhubungan dengan ‘Blok Medan’,”

ujar Ray seperti dikutip podcast owrite.id yang tayang di kanal YouTube, Selasa (18/11/2025).

Selain itu juga KPK melakukan cara yang sama pada kasus Hasto Kristiyanto. Kasus tersebut sudah diamnesti Joko Widodo yang dulu menjabat sebagai presiden, namun sekarang KPK membuka kasus baru yang berhubungan kasus Hasto Kristiyanto.

Dan mungkin berhubungan dengan Harun Masiku. Kalau dulu deliknya ikut serta membantu dan mungkin sekarang pakai delik yang lain, kan aneh. Dari situ sudah ada pertanyaan ada apa dengan KPK?”

katanya. 

Tak hanya itu, ia mempertanyakan terkait kasus suap Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Medan yang kasusnya terhenti di karyawannya saja. Ada pula kasus di Riau yang Gubernur Pramusaji Rumdin ditangkap, serta kasus suap di Wonogiri dimana bupatinya ditangkap. Ia melihat kasus seperti itu hanya kepalanya saja yang ditangkap, padahal masih banyak orang yang terlibat di dalamnya. 

Kalau kita lihat polanya KPK, kasus Riau suap yang kena gubernurnya, kasus Ponorogo yang kena bupatinya, relatif kasusnya sama-sama suap, tapi kok terhenti di bawahannya. Apa yang buat KPK seolah-olah kalau kasus tertentu berhenti di bawahannya? Padahal kalau kasus yang lain bisa lanjut,”

paparnya.

Menurutnya, hal itu terjadi tergantung pada sosok siapa pemimpin KPK. Ia menjelaskan, KPK dilantik dan ditetapkan Presiden Jokowi. Dan untuk kali pertama dalam sejarah KPK, Presiden melantik komisioner KPK hingga dua kalim, padahal selama ini dalam sejarah Indonesia hanya dilakukan satu kali.  

Makanya langkah yang dilakukan oleh pimpinan KPK sekarang itu menangkap Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku, karena mereka sangat kritis terhadap Pak Jokowi saat itu. Selesai era Pak Jokowi, muncul kasus PUPR. Tapi ingat, unsur pimpinan KPK masih orang yang sama, orang yang mentersangkakan Hasto,”

paparnya.

Menurut Ray, dengan adanya kasus seperti ini berdampak berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada KPK. 

Tingkat kepercayaan masyarakat itu ada tiga. Pertama presiden, kedua KPK, ketiga TNI. Sekarang (KPK) terlempar dari tiga besar,”

katanya. 

Untuk itu, Ray menyarankan kepada KPK untuk melakukan evaluasi mulai dari unsur pimpinannya. Sebab sampai sekarang, pimpinan KPK masih aktif sebagai polisi. Menurutnya hal itu tidak sesuai dengan etika jabatan.

Lalu orang yang secara etika jabatan dilanggar tapi dibiarkan jadi pimpinan KPK, dari situ saja kita sudah bisa melihat merosotnya standar moral di KPK. Bagaimana orang yang melanggar etik, tiba-tiba kita minta supaya nangkap orang yang diduga terlibat korupsi, kan secara moral dia punya masalah,”

tandasnya.
Tag:blok medanbobby nasutionkahiyang ayuKPKlingkar madaniray rangkuti
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
4
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
5

BERITA LAINNYA

Orang tua siswa berdiri di depan layar informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Fenomena Aneh Terungkap, Ribuan Kursi PTN Terancam Kosong karena Peserta Menghilang

Tingginya jumlah peserta yang lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal
Nasional

Nasib 4 PMI di Somalia Belum Jelas, DPR Desak Kemlu Tunjuk Negosiator Khusus

Nasib empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang disandera di Somalia selama dua…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
6 jam lalu
Wakil Rektor UI Prof Hamdi Muluk.
Nasional

Kesenjangan Masuk Kampus Jadi Alarm, DPR Bongkar Masalah Akses Pendidikan Tinggi

Kesenjangan akses pendidikan tinggi di Tanah Air jadi sorotan DPR RI dan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menjelaskan pertemuan tertutup Menkeu Purbaya dengan JA ST Burhanuddin.
Nasional

100 SPPG Diduga Bodong, Lokasinya Ada di Hutan hingga Tengah Kuburan, Mau Kasih Makan Hantu?

Sebanyak 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga fiktif tersebar di kawasan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up