Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei baru akan dimakamkan setelah lebih dari empat bulan wafat dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026.
Penundaan selama lebih dari empat bulan tersebut menjadi perhatian karena dalam tradisi Islam, jenazah umumnya dimakamkan sesegera mungkin, bahkan idealnya dalam waktu 24 jam setelah meninggal. Lantas, mengapa pemakaman Khamenei baru digelar pada Juli 2026?
Merangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:
1. Situasi Perang Dinilai Tidak Aman
Setelah serangan yang menewaskan Khamenei, Iran masih berada dalam kondisi perang. Serangan udara dan rudal dari AS serta Israel terus menyasar sejumlah wilayah, termasuk Teheran.
Pemerintah Iran menilai penyelenggaraan pemakaman kenegaraan yang diperkirakan dihadiri jutaan orang memiliki risiko keamanan yang sangat tinggi. Selain keselamatan masyarakat, Iran juga harus mempertimbangkan keamanan delegasi asing yang dijadwalkan menghadiri prosesi pemakaman.


2. Persiapan Pemakaman Berskala Besar
Penundaan juga dilakukan karena pemerintah membutuhkan waktu untuk menyiapkan prosesi pemakaman berskala nasional.
Prosesi tersebut diperkirakan dihadiri lebih dari 10 juta pelayat serta delegasi dari lebih dari 100 negara. Pemerintah Iran juga menyiapkan pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga akomodasi bagi jutaan warga yang datang ke Tehran.
3. Jenazah Diawetkan
Selama masa penundaan, jenazah Ali Khamenei disimpan menggunakan fasilitas pendingin khusus (cold storage) agar tetap terjaga hingga kondisi keamanan memungkinkan dilaksanakannya pemakaman kenegaraan. Metode tersebut umum digunakan untuk memperlambat proses pembusukan jenazah.
4. Pemakaman Jadi Simbol Politik
Selain sebagai penghormatan terakhir, pemerintah Iran juga menjadikan pemakaman Ali Khamenei sebagai ajang menunjukkan persatuan nasional dan kesinambungan kepemimpinan negara di tengah ketegangan geopolitik.
Prosesi yang berlangsung selama enam hari itu diperkirakan menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah Iran, dengan jutaan pelayat serta delegasi dari berbagai negara turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
























