Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Mengapa Lionel Messi Semakin Tua Justru Semakin Gacor? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Cari Tahu

Mengapa Lionel Messi Semakin Tua Justru Semakin Gacor? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 7:17 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Lionel Messi Kapten Timnas Argentina
Lionel Messi (Foto: X/ @LMessiStuff)
SHARE

Saat banyak pesepak bola seusianya sudah pensiun atau memilih bermain di liga dengan intensitas yang lebih rendah, Lionel Messi justru masih menunjukkan kelasnya di panggung terbesar dunia.

Daftar isi Konten
  • Kenapa Performa Atlet Bisa Menurun?
  • Apa yang Membuat Messi Menang?
  • Apa Senjata Terbesar Seorang Legenda?

Di usia yang hampir menginjak 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu kembali mencuri perhatian lewat performa menakjubkannya di fase grup Piala Dunia 2026.

Ketajamannya di depan gawang membuat banyak orang bertanya-tanya, bukankah secara biologis performa atlet seharusnya menurun seiring bertambahnya usia? Ternyata, jawabannya bukan semata-mata soal fisik.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Prof. Zulys menjelaskan bahwa rahasia Messi bertahan di level tertinggi justru berkaitan dengan cara kerja otak.

Baca juga:
Training Camp Persija di Thailand Berakhir Manis, Shin Tae-yong Puji… Persija Jakarta mengakhiri rangkaian training camp di Thailand dengan hasil positif. Macan…
Langkah Pertama Alexander Jeremejeff di Persija, Langsung Terpukau dengan Suasana… Striker anyar Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff, mulai menjalani babak baru dalam kariernya.…
Sempat Dikaitkan Juventus, Emil Audero Justru Resmi Bertahan di Como… Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, dipastikan menjadi bagian dari skuad Como 1907…
  • Training Camp Persija di Thailand Berakhir Manis, Shin Tae-yong Puji Permainan Macan…
  • Langkah Pertama Alexander Jeremejeff di Persija, Langsung Terpukau dengan Suasana Tim
  • Sempat Dikaitkan Juventus, Emil Audero Justru Resmi Bertahan di Como 1907

Penjelasan tersebut disampaikan melalui konten Behind the Scene yang diunggah di akun TikTok @prof.zulys.

Kenapa Performa Atlet Bisa Menurun?

Menurut Prof. Zulys memasuki usia 30 tahun tubuh atlet mulai mengalami berbagai perubahan. Massa otot dapat berkurang sekitar delapan persen setiap dekade, kecepatan sprint menurun, dan waktu reaksi tubuh menjadi lebih lambat.

Secara teori, kondisi tersebut membuat atlet semakin sulit bersaing di level tertinggi. Namun, Messi justru menjadi pengecualian yang menarik untuk dipelajari.

Apa yang Membuat Messi Menang?

Prof. Zulys menjelaskan bahwa sepak bola elite bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga kemampuan otak dalam mengambil keputusan.

Dalam ilmu neuroscience terdapat konsep anticipatory processing atau pemrosesan antisipatif. Konsep ini menjelaskan bahwa otak tidak hanya bereaksi terhadap situasi yang sedang terjadi, tetapi juga mampu memprediksi apa yang akan terjadi beberapa detik ke depan.

Karena itulah Messi sering terlihat berjalan santai ketika pertandingan berlangsung. Padahal, pada saat yang sama ia sedang memetakan posisi lawan, memperkirakan arah bola, dan menentukan keputusan terbaik sebelum momen itu benar-benar terjadi.

Singkatnya, kecepatan larinya mungkin sudah tidak seperti dulu, tetapi kecepatan berpikirnya justru semakin tajam.

Apa Senjata Terbesar Seorang Legenda?

Dalam psikologi olahraga, pengalaman membuat otak semakin cepat mengenali pola permainan. Semakin sering seseorang menghadapi situasi yang sama, semakin cepat pula ia mengambil keputusan tanpa perlu berpikir terlalu lama.

Keputusan Messi yang terlihat sederhana sebenarnya merupakan hasil dari puluhan ribu jam latihan, pertandingan, dan pengalaman menghadapi berbagai situasi di lapangan selama lebih dari dua dekade.

Inilah yang membuatnya tetap mampu menjadi pembeda meski usia terus bertambah. Menurut Prof. Zulys, kisah Messi bukan hanya tentang sepak bola.

Lionel Messi: Si Kutu Sang Pengukir Rekor yang Tak Serakah!

Fenomena ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia tidak selalu berarti kehilangan kemampuan. Yang perlu terus ditingkatkan bukan hanya tenaga, tetapi juga kebijaksanaan, pengalaman, serta kualitas berpikir.

Kalau anak muda menang karena otot, legenda menang karena otak.”

kata Prof. Zulys.

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, orang yang paling hebat bukan selalu mereka yang bergerak paling cepat, melainkan mereka yang mampu membaca situasi, belajar dari pengalaman, dan mengambil keputusan dengan tepat.

Itulah mengapa Lionel Messi masih mampu tampil luar biasa di usia yang hampir 39 tahun. Ketika kemampuan fisik perlahan menurun, kecerdasan, pengalaman, dan kematangan berpikir justru menjadi kekuatan yang membuatnya tetap bersinar di level tertinggi sepak bola dunia.

Tag:FMIPA UIKapten Timnas ArgentinaLionel MessiSepak Bola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
4
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
5

BERITA LAINNYA

Kawasan Puncak Bogor
Cari Tahu

Kenapa Puncak Bogor Malah Semakin Dingin Saat Musim Kemarau? Ini Penjelasannya

Memasuki musim panas, kawasan Puncak justru menawarkan sensasi udara yang berbeda. Di…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
1 jam lalu
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
Cari Tahu

Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah

Seekor trenggiling ditemukan mati saat tim Manggala Agni melakukan penanganan kebakaran hutan…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah.
Cari Tahu

MagangHub Batch 2 Dibuka: Kemnaker Cari Mitra Perusahaan, Ini Jadwal dan Syaratnya!

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran calon mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (MagangHub)…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
19 jam lalu
Halaman depan koran soal pemberhentian Prabowo.
Cari Tahu

24 Agustus 1998: Saat Karier Militer Prabowo Berakhir di Meja DKP

24 Agustus 1998 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier militer…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up