Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 3 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Mengapa Lionel Messi Semakin Tua Justru Semakin Gacor? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Cari Tahu

Mengapa Lionel Messi Semakin Tua Justru Semakin Gacor? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 3, 2026 7:17 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Lionel Messi Kapten Timnas Argentina
Lionel Messi (Foto: X/ @LMessiStuff)
SHARE

Saat banyak pesepak bola seusianya sudah pensiun atau memilih bermain di liga dengan intensitas yang lebih rendah, Lionel Messi justru masih menunjukkan kelasnya di panggung terbesar dunia.

Daftar isi Konten
  • Kenapa Performa Atlet Bisa Menurun?
  • Apa yang Membuat Messi Menang?
  • Apa Senjata Terbesar Seorang Legenda?

Di usia yang hampir menginjak 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu kembali mencuri perhatian lewat performa menakjubkannya di fase grup Piala Dunia 2026.

Ketajamannya di depan gawang membuat banyak orang bertanya-tanya, bukankah secara biologis performa atlet seharusnya menurun seiring bertambahnya usia? Ternyata, jawabannya bukan semata-mata soal fisik.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Prof. Zulys menjelaskan bahwa rahasia Messi bertahan di level tertinggi justru berkaitan dengan cara kerja otak.

Baca juga:
Piala Dunia 2026: Dituduh Dapat 'Jalur Gaib' Lewat Bantuan Wasit,… Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni akhirnya angkat bicara terkait berbagai tudingan yang…
Ronaldo Akhiri Kutukan 20 Tahun! Gol Penalti ke Gawang Kroasia… Cristiano Ronaldo akhirnya mematahkan rekor buruk yang selama ini membayangi kariernya di…
Australia vs Mesir: Harapan Terakhir Asia di Piala Dunia 2026,… Timnas Australia akan menghadapi Timnas Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia…
  • Piala Dunia 2026: Dituduh Dapat 'Jalur Gaib' Lewat Bantuan Wasit, Ini Respons…
  • Ronaldo Akhiri Kutukan 20 Tahun! Gol Penalti ke Gawang Kroasia Jadi Sejarah…
  • Australia vs Mesir: Harapan Terakhir Asia di Piala Dunia 2026, Mampukah Socceroos…

Penjelasan tersebut disampaikan melalui konten Behind the Scene yang diunggah di akun TikTok @prof.zulys.

Kenapa Performa Atlet Bisa Menurun?

Menurut Prof. Zulys memasuki usia 30 tahun tubuh atlet mulai mengalami berbagai perubahan. Massa otot dapat berkurang sekitar delapan persen setiap dekade, kecepatan sprint menurun, dan waktu reaksi tubuh menjadi lebih lambat.

Secara teori, kondisi tersebut membuat atlet semakin sulit bersaing di level tertinggi. Namun, Messi justru menjadi pengecualian yang menarik untuk dipelajari.

Apa yang Membuat Messi Menang?

Prof. Zulys menjelaskan bahwa sepak bola elite bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga kemampuan otak dalam mengambil keputusan.

Dalam ilmu neuroscience terdapat konsep anticipatory processing atau pemrosesan antisipatif. Konsep ini menjelaskan bahwa otak tidak hanya bereaksi terhadap situasi yang sedang terjadi, tetapi juga mampu memprediksi apa yang akan terjadi beberapa detik ke depan.

Karena itulah Messi sering terlihat berjalan santai ketika pertandingan berlangsung. Padahal, pada saat yang sama ia sedang memetakan posisi lawan, memperkirakan arah bola, dan menentukan keputusan terbaik sebelum momen itu benar-benar terjadi.

Singkatnya, kecepatan larinya mungkin sudah tidak seperti dulu, tetapi kecepatan berpikirnya justru semakin tajam.

Apa Senjata Terbesar Seorang Legenda?

Dalam psikologi olahraga, pengalaman membuat otak semakin cepat mengenali pola permainan. Semakin sering seseorang menghadapi situasi yang sama, semakin cepat pula ia mengambil keputusan tanpa perlu berpikir terlalu lama.

Keputusan Messi yang terlihat sederhana sebenarnya merupakan hasil dari puluhan ribu jam latihan, pertandingan, dan pengalaman menghadapi berbagai situasi di lapangan selama lebih dari dua dekade.

Inilah yang membuatnya tetap mampu menjadi pembeda meski usia terus bertambah. Menurut Prof. Zulys, kisah Messi bukan hanya tentang sepak bola.

Lionel Messi: Si Kutu Sang Pengukir Rekor yang Tak Serakah!

Fenomena ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia tidak selalu berarti kehilangan kemampuan. Yang perlu terus ditingkatkan bukan hanya tenaga, tetapi juga kebijaksanaan, pengalaman, serta kualitas berpikir.

Kalau anak muda menang karena otot, legenda menang karena otak.”

kata Prof. Zulys.

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, orang yang paling hebat bukan selalu mereka yang bergerak paling cepat, melainkan mereka yang mampu membaca situasi, belajar dari pengalaman, dan mengambil keputusan dengan tepat.

Itulah mengapa Lionel Messi masih mampu tampil luar biasa di usia yang hampir 39 tahun. Ketika kemampuan fisik perlahan menurun, kecerdasan, pengalaman, dan kematangan berpikir justru menjadi kekuatan yang membuatnya tetap bersinar di level tertinggi sepak bola dunia.

Tag:FMIPA UIKapten Timnas ArgentinaLionel MessiSepak Bola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
1
Feri Amsari Sentil Kecentilan Budiman Datang ke UGM: Orang Lagi Marah Didatangi?
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast Owrite #Piring Politik Hidangan I. (Foto: YouTube Owrite).
2
Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
By Rahmat Baihaqi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
3
Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026: Misi Hiu Biru Hancurkan Kutukan 1990 dan Mitos Debutan
By Hadi Febriansyah
Pemain Argentina, Lionel Messi, dalam Piala Dunia 2026.
4
DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Timnas Inggris akan mendapat tantangan berat dari Ghana di laga kedua Piala Dunia 2026
Cari Tahu

Daftar Julukan 48 Tim Piala Dunia 2026: Samurai Blue hingga Three Lions, Mana Favoritmu?

Piala Dunia 2026 jadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya turnamen sepak…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Sumber foto: Pexels/ Artem Podrez
Cari Tahu

Seller Shopee, Tokopedia, Lazada hingga Blibli Wajib Tahu! Mulai 1 Agustus Pajak Dipotong Otomatis, Tapi Nggak Semua Penjual Kena

Kalau kamu berjualan di Shopee, Tokopedia, Lazada, atau Blibli, ada aturan baru…

Ani RatnasariRahmat Tunny OWRITE
By
Ani Ratnasari
Rahmat Tunny
12 jam lalu
ilustrasi QWERTY pada keyboard (unsplash Nick Fewings & William Warby)
Cari Tahu

Bukan Asal Disusun! Ini Cerita di Balik Keyboard QWERTY yang Dipakai Hampir Seluruh Dunia

Fakta Unik yang Mungkin Baru Kamu Sadari Kalau diperhatikan, keyboard yang kita…

Ossid Duha Jussas SalmaRahmat Tunny OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Rahmat Tunny
1 hari lalu
Kue Bika Ambon.
Cari Tahu

Bukan dari Maluku, Tapi Namanya Bika Ambon? Ini Kisah Unik Kue Legendaris Kebanggaan Medan

Kalau ada satu oleh-oleh yang hampir selalu diburu wisatawan saat berkunjung ke…

Ani RatnasariRahmat Tunny OWRITE
By
Ani Ratnasari
Rahmat Tunny
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up