Singkong menjadi salah satu bahan pangan yang banyak diolah menjadi makanan tradisional di berbagai daerah Indonesia. Di Jawa, bahan pangan yang juga dikenal dengan sebutan ketela pohon ini dapat diolah menjadi beragam camilan, salah satunya manggleng.
Manggleng merupakan makanan tradisional berbahan dasar singkong yang memiliki tekstur khas dan cita rasa gurih. Dalam perkembangan, manggleng juga banyak disajikan dengan balutan bumbu pedas manis yang membuat rasa semakin kuat dan menarik. Penasaran apa itu manggleng? Merangkum dari berbagai sumber, Minggu, 6 September 2026, simak penjelasan berikut.
Olahan Khas Jawa
Manggleng dikenal sebagai salah satu camilan tradisional dari Jawa. Di daerah Banyumas, singkong disebut dengan istilah “budin”, sementara dalam bahasa Indonesia lebih umum dikenal sebagai singkong atau ketela pohon.
Camilan ini dibuat melalui beberapa tahapan pengolahan. Singkong terlebih dahulu dimasak, diiris dan dijemur sampai kering sebelum akhirnya digoreng. Proses tersebut menghasilkan manggleng dengan karakteristik yang berbeda dari olahan singkong pada umumnya.
Proses Pembuatan
Pembuatan manggleng membutuhkan beberapa tahapan sebelum singkong siap dibumbui. Singkong dikupas dan dicuci hingga bersih, kemudian dipotong dan dimasak sampai matang.
Setelah dingin, singkong diiris dengan ketebalan tertentu. Irisan tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Proses pengeringan menjadi salah satu tahapan penting karena memengaruhi tekstur manggleng setelah digoreng.
Singkong yang sudah kering selanjutnya digoreng hingga matang. Dari proses inilah muncul tekstur khas manggleng yang renyah, tetapi pada beberapa jenis olahan dapat terasa lebih tebal dan agak keras.
Bumbu Pedas Manis
Salah satu variasi ialah menggunakan bumbu pedas manis yang memberikan perpaduan rasa berbeda. Bumbu tersebut dapat dibuat dari gula merah dan cabai. Gula merah memberikan rasa manis sekaligus warna pada lapisan bumbu, sedangkan cabai memberikan sensasi pedas.
Singkong yang telah digoreng kemudian dicampurkan dengan bumbu tersebut hingga seluruh permukaan terlapisi secara merata. Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas membuat manggleng memiliki cita rasa manis pedas yang kuat.
Perlu Dilestarikan
Manggleng menunjukkan bahan pangan sederhana dapat diolah menjadi camilan dengan cita rasa khas. Proses pembuatan melibatkan pengolahan, pengirisan, pengeringan, hingga penggorengan juga menjadi bagian dari pengetahuan kuliner tradisional.
Keberadaan makanan tradisional seperti manggleng penting untuk terus dikenalkan, terutama kepada generasi muda. Dengan mengenal dan menikmati makanan khas daerah, masyarakat turut menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tidak kehilangan tempat di tengah variasi makanan modern.























