Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Skandal Paspor Guncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda
Daerah

Skandal Paspor Guncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 6, 2026 10:55 am
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang melawan Timnas St Kitts and Nevis pada FIFA Series yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang melawan Timnas St Kitts and Nevis pada FIFA Series yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar)
SHARE

Isu terkait status kewarganegaraan pemain diaspora Timnas Indonesia kini menjadi sorotan tajam publik. Kasus yang dikenal dengan istilah “Paspoortgate” ini mencuat setelah salah satu pemain, Dean James, tersandung masalah administratif di Liga Belanda.

Daftar isi Konten
  • Efek Domino: Pemain Diaspora Diparkir
  • Pengamat Soroti ‘Bom Waktu’ Naturalisasi
  • Regulasi Indonesia Jadi Sorotan
  • PSSI Tegaskan Status Pemain Aman
  • Dampak Lebih Luas: Karier dan Timnas Terancam?

Pemain yang memperkuat Go Ahead Eagles itu bahkan harus menerima kenyataan pahit: tidak bisa memperkuat timnya hingga persoalan tersebut tuntas.

Masalah ini bermula ketika NAC Breda melayangkan protes resmi usai kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Mereka menilai, Dean James tidak memenuhi syarat untuk bermain karena telah berpindah kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh KNVB. Meski tidak sampai memerintahkan laga ulang, KNVB tetap membuka investigasi yang kini berdampak luas.

Efek Domino: Pemain Diaspora Diparkir

Kasus ini tidak hanya menimpa Dean James. Sejumlah pemain Timnas Indonesia lain yang berkarier di Belanda ikut terdampak, di antaranya Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Tim Geypens (Emmen).

Mereka bahkan tidak diperbolehkan ikut latihan maupun aktivitas klub untuk sementara waktu. Fenomena ini juga tidak hanya menimpa pemain Indonesia, tetapi juga pemain dari negara lain seperti Cape Verde, Suriname, dan Curacao.

Permasalahan utama terletak pada aturan Uni Eropa dan Belanda terkait status pemain non-Uni Eropa. Setelah menjadi WNI, pemain otomatis kehilangan status sebagai pemain Uni Eropa dan harus memenuhi syarat baru, seperti Izin kerja khusus dan Standar gaji minimum pemain non-Eropa. Jika syarat tersebut belum terpenuhi, maka pemain dianggap tidak sah untuk bermain.

Pengamat Soroti ‘Bom Waktu’ Naturalisasi

Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai, kasus ini bukan persoalan baru melainkan “bom waktu” yang akhirnya meledak. Menurutnya, PSSI harus membantu pemain yang tengah mengalami kesulitan dengan klubnya. 

Tidak sampai di situ, Akmal juga menyinggung persoalan “paspor ganda” yang dimiliki oleh sejumlah pemain naturalisasi Indonesia. Menurutnya, para pemain tersebut tidak hanya memiliki paspor Indonesia, tetapi juga paspor Belanda.

 “Ini masalah besar yang harus dituntaskan. Sejatinya, problem ini sudah terjadi di era-era sebelumnya juga. Indonesia tidak mengenal dwi kewarganegaraan, melainkan kewarganegaraan tunggal. Setiap orang yang pindah menjadi WNI harus melepas paspor negara lamanya. Ini bukan hanya problem regulasi di KNVB, tetapi juga konstitusi negara,”

kata Akmal kepada owrite.id.

Kasus paspor ganda ini, sambung Akmal, bukan hanya terjadi di era sekarang. Pada era sebelumnya, pemain seperti Tonny Cusell dan Jhon van Beukering juga mengalami hal serupa. Setelah masa karier mereka berakhir, mereka kembali menjadi warga negara Belanda karena memegang dua paspor.

Saya berharap regulasi negara, yakni UU Nomor 12 Tahun 2006, harus ditegakkan. Atau diubah dari kewarganegaraan tunggal menjadi dwi kewarganegaraan. Yang pasti, PSSI harus punya peran dalam mengatasi masalah ini, karena PSSI menjadi penjamin perubahan status kewarganegaraan,”

tambah Akmal.

Regulasi Indonesia Jadi Sorotan

Undang-undang tersebut menegaskan, bahwa seseorang yang menjadi WNI harus melepaskan kewarganegaraan lamanya. Kasus serupa pernah dialami oleh Arcandra Tahar, yang akhirnya batal menjabat sebagai Menteri ESDM.

Selain itu, kasus kewarganegaraan ganda juga menimpa Orient Patriot Riwu Kore, Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT (Pilkada 2020), yang terbukti memegang paspor Amerika Serikat. Akibatnya, Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi Orient karena tidak memenuhi syarat sebagai WNI.

Pengamat sepak bola lainnya, Kesit Handoyo, mengatakan bahwa kasus paspor ini tidak boleh dianggap enteng oleh PSSI. Salah satu dampak paling nyata adalah saat para pemain tersebut membela Timnas Indonesia.

Apapun masalah yang dihadapi Dean di liga Belanda, faktanya dia adalah pemain yang berpaspor Indonesia. Artinya, PSSI wajib mendampingi pemain tersebut dan mengetahui duduk permasalahannya. Jangan sampai kasus Dean berdampak kepada Indonesia,”

ujar Kesit kepada owrite.id.

Harus ditegaskan lagi apakah Dean masih memegang paspor Belanda atau tidak. Jangan sampai ia masih berstatus kewarganegaraan ganda,”

tambahnya.

PSSI Tegaskan Status Pemain Aman

Di sisi lain, PSSI memastikan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain sudah sah secara hukum Indonesia.

Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,”

kata Sumardji.

Ia juga menekankan bahwa keputusan para pemain menjadi WNI merupakan bentuk pengorbanan besar, karena mereka harus melepas berbagai fasilitas di negara asal, termasuk kemudahan tinggal dan bekerja di Eropa.

Dampak Lebih Luas: Karier dan Timnas Terancam?

Meski disebut sebagai masalah administratif di Belanda, kasus ini berpotensi berdampak besar, yang pertama karier pemain di Eropa terhambat, nilai kontrak dan masa depan klub terganggu, dan Potensi efek ke Timnas Indonesia.

Namun PSSI menegaskan, bahwa persoalan ini tidak mempengaruhi status pemain di Timnas Indonesia.

Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,”

tutup Sumardji.
Tag:diasporaindonesiaNaturalisasiPasporSpillTimnas
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
3
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
4
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Pemadaman listrik
Daerah

PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Bojonggede dan Citayam Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak

PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bojonggede menjadwalkan pemadaman listrik sementara di sejumlah…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 jam lalu
Ilustrasi wanita disekap
Daerah

Penuh Misteri, Ini Kronologi Lengkap Dugaan Penyekapan Perempuan di Bandung yang Bikin Geger

Seorang perempuan berinisial YTT (29) diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Gunung Semeru Erupsi
Daerah

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Siang Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat 19 Juni 2026. Menurut laporan terbaru…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Daerah

Politikus Spanyol Sindir Trump di Parlemen Eropa, Nyanyian ‘Tuan Genosida’ Bikin Heboh!

Anggota Parlemen Eropa asal Spanyol Irene Montero dengan lantang menyindir Presiden Amerika…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up