Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Skandal Paspor Guncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda
Daerah

Skandal Paspor Guncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 6, 2026 10:55 am
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang melawan Timnas St Kitts and Nevis pada FIFA Series yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang melawan Timnas St Kitts and Nevis pada FIFA Series yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar)
SHARE

Isu terkait status kewarganegaraan pemain diaspora Timnas Indonesia kini menjadi sorotan tajam publik. Kasus yang dikenal dengan istilah “Paspoortgate” ini mencuat setelah salah satu pemain, Dean James, tersandung masalah administratif di Liga Belanda.

Daftar isi Konten
  • Efek Domino: Pemain Diaspora Diparkir
  • Pengamat Soroti ‘Bom Waktu’ Naturalisasi
  • Regulasi Indonesia Jadi Sorotan
  • PSSI Tegaskan Status Pemain Aman
  • Dampak Lebih Luas: Karier dan Timnas Terancam?

Pemain yang memperkuat Go Ahead Eagles itu bahkan harus menerima kenyataan pahit: tidak bisa memperkuat timnya hingga persoalan tersebut tuntas.

Masalah ini bermula ketika NAC Breda melayangkan protes resmi usai kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Mereka menilai, Dean James tidak memenuhi syarat untuk bermain karena telah berpindah kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh KNVB. Meski tidak sampai memerintahkan laga ulang, KNVB tetap membuka investigasi yang kini berdampak luas.

Efek Domino: Pemain Diaspora Diparkir

Kasus ini tidak hanya menimpa Dean James. Sejumlah pemain Timnas Indonesia lain yang berkarier di Belanda ikut terdampak, di antaranya Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Tim Geypens (Emmen).

Mereka bahkan tidak diperbolehkan ikut latihan maupun aktivitas klub untuk sementara waktu. Fenomena ini juga tidak hanya menimpa pemain Indonesia, tetapi juga pemain dari negara lain seperti Cape Verde, Suriname, dan Curacao.

Permasalahan utama terletak pada aturan Uni Eropa dan Belanda terkait status pemain non-Uni Eropa. Setelah menjadi WNI, pemain otomatis kehilangan status sebagai pemain Uni Eropa dan harus memenuhi syarat baru, seperti Izin kerja khusus dan Standar gaji minimum pemain non-Eropa. Jika syarat tersebut belum terpenuhi, maka pemain dianggap tidak sah untuk bermain.

Pengamat Soroti ‘Bom Waktu’ Naturalisasi

Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai, kasus ini bukan persoalan baru melainkan “bom waktu” yang akhirnya meledak. Menurutnya, PSSI harus membantu pemain yang tengah mengalami kesulitan dengan klubnya. 

Tidak sampai di situ, Akmal juga menyinggung persoalan “paspor ganda” yang dimiliki oleh sejumlah pemain naturalisasi Indonesia. Menurutnya, para pemain tersebut tidak hanya memiliki paspor Indonesia, tetapi juga paspor Belanda.

 “Ini masalah besar yang harus dituntaskan. Sejatinya, problem ini sudah terjadi di era-era sebelumnya juga. Indonesia tidak mengenal dwi kewarganegaraan, melainkan kewarganegaraan tunggal. Setiap orang yang pindah menjadi WNI harus melepas paspor negara lamanya. Ini bukan hanya problem regulasi di KNVB, tetapi juga konstitusi negara,”

kata Akmal kepada owrite.id.

Kasus paspor ganda ini, sambung Akmal, bukan hanya terjadi di era sekarang. Pada era sebelumnya, pemain seperti Tonny Cusell dan Jhon van Beukering juga mengalami hal serupa. Setelah masa karier mereka berakhir, mereka kembali menjadi warga negara Belanda karena memegang dua paspor.

Saya berharap regulasi negara, yakni UU Nomor 12 Tahun 2006, harus ditegakkan. Atau diubah dari kewarganegaraan tunggal menjadi dwi kewarganegaraan. Yang pasti, PSSI harus punya peran dalam mengatasi masalah ini, karena PSSI menjadi penjamin perubahan status kewarganegaraan,”

tambah Akmal.

Regulasi Indonesia Jadi Sorotan

Undang-undang tersebut menegaskan, bahwa seseorang yang menjadi WNI harus melepaskan kewarganegaraan lamanya. Kasus serupa pernah dialami oleh Arcandra Tahar, yang akhirnya batal menjabat sebagai Menteri ESDM.

Selain itu, kasus kewarganegaraan ganda juga menimpa Orient Patriot Riwu Kore, Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT (Pilkada 2020), yang terbukti memegang paspor Amerika Serikat. Akibatnya, Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi Orient karena tidak memenuhi syarat sebagai WNI.

Pengamat sepak bola lainnya, Kesit Handoyo, mengatakan bahwa kasus paspor ini tidak boleh dianggap enteng oleh PSSI. Salah satu dampak paling nyata adalah saat para pemain tersebut membela Timnas Indonesia.

Apapun masalah yang dihadapi Dean di liga Belanda, faktanya dia adalah pemain yang berpaspor Indonesia. Artinya, PSSI wajib mendampingi pemain tersebut dan mengetahui duduk permasalahannya. Jangan sampai kasus Dean berdampak kepada Indonesia,”

ujar Kesit kepada owrite.id.

Harus ditegaskan lagi apakah Dean masih memegang paspor Belanda atau tidak. Jangan sampai ia masih berstatus kewarganegaraan ganda,”

tambahnya.

PSSI Tegaskan Status Pemain Aman

Di sisi lain, PSSI memastikan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain sudah sah secara hukum Indonesia.

Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,”

kata Sumardji.

Ia juga menekankan bahwa keputusan para pemain menjadi WNI merupakan bentuk pengorbanan besar, karena mereka harus melepas berbagai fasilitas di negara asal, termasuk kemudahan tinggal dan bekerja di Eropa.

Dampak Lebih Luas: Karier dan Timnas Terancam?

Meski disebut sebagai masalah administratif di Belanda, kasus ini berpotensi berdampak besar, yang pertama karier pemain di Eropa terhambat, nilai kontrak dan masa depan klub terganggu, dan Potensi efek ke Timnas Indonesia.

Namun PSSI menegaskan, bahwa persoalan ini tidak mempengaruhi status pemain di Timnas Indonesia.

Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,”

tutup Sumardji.
Tag:diasporaindonesiaNaturalisasiPasporSpillTimnas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
1
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
2
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Pajak Marketplace Ditunda ke November 2026, yang Telanjur Dipungut Dikembalikan
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Tim SAR evakuasi warga Padang, Sumbang saat banjir.
Daerah

Banjir Terjang Padang, Hujan Lebat Berjam-jam Rendam Rumah dan Seret Kendaraan di Jalan

Kota Padang, Sumatra Barat diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Senin, 3…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Greenpeace Indonesia gelar aksi saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Daerah

Greenpeace Bentangkan Spanduk Saat GIIAS Dibuka, Isu Raja Ampat Gegerkan Panggung Otomotif

Greenpeace Indonesia menggelar aksi saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
6 hari lalu
Suasana rapat kerja Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Daerah

Gaji ‘Fosil’ vs Beban ‘Monster’: APKASI Desak Pemerintah Godok Ulang Hak Keuangan Kepala Daerah

Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mendesak pemerintah merevisi aturan hak keuangan kepala…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
6 hari lalu
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).
Daerah

Kasus MAN 3 Padang Jadi Alarm, Psikolog Sebut Bullying Bisa Berujung Tindakan Ekstrem

Kasus seorang siswa MAN 3 Padang yang bawa bom rakitan ke sekolah…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up