PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di tengah perairan Selat Makassar selama dua hari, pada Kamis, 9 April 2026. Kapal para nelayan tersebut diketahui mengalami kerusakan mesin parah.
Menurut PHM, lokasi nelayan dan kapal saat diselamatkan berada sekitar dua atau tiga koma dua kilometer dari daratan pesisir kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mesin kapal mereka patah di area laut GTS-Q ketika dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin.
Setelah mesin mati, para nelayan berusaha mencari titik sinyal telepon untuk meminta bantuan. Namun tak kunjung membuahkan hasil. Dua hari berselang, sekitar pukul 19.00 WITA, kabar itu sampai kepada patroli keamanan PHM yang sedang bertugas.







