Sebuah tempat wisata glamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan mayat satu keluarga di dalam tenda. Satu keluarga asal Ambarawa diduga tewas ketika tengah berlibur.
Korban terdiri dari pasangan suami istri, MAM (52) dan M (43), serta kedua anak mereka, AEH (17) dan BAH (21). Jasad mereka dalam posisi telentang layaknya orang yang sedang tertidur, pertama kali ditemukan oleh petugas glamping
“Korban (ditemukan) meninggal dunia dengan tubuh kaku,”
kata Kasi Humas Polres Temanggung Iptu Widodo dihubungi Owrite.id, Jumat, 29 Mei 2026.
Berdasar keterangan saksi, saksi mengaku tidak mencium bau aneh dari luar tenda, sebab jendela dan pintu tenda tertutup. Polisi pun telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Alur
Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu Komang Mahendra Deputra menjelaskan keluarga tersebut check in glamping pada pukul 10.00 WIB, 26 Mei 2026. Keesokan harinya, petugas memberitahu keluarga tersebut untuk segera check out karena tenda ingin dibersihkan.
“Karena tidak ada jawaban dari korban, pada pukul 15.00 petugas mendatangi dan membuka pintu glamping. Karena tidak ada jawaban, maka pintu dibuka dan terlihatlah tempat korban,”
ucap Mahendra.
Petugas tersebut kemudian melapor ke pihak kepolisian dilanjutkan dengan penyelidikan. Jenazah pun telah dilakukan otopsi dengan melibatkan tim DVI Polda Jawa Tengah.
Polisi turut menyita makanan yang dikonsumsi para korban untuk diperiksa di laboratorium forensik. Namun, polisi menduga penyebab satu keluarga itu tewas karena keracunan.
“Kemungkinan, iya (indikasi keracunan makanan). Barbeku yang dibawa sendiri oleh korban,”
kata dia.
Meski demikian, penyidik harus menunggu hasil uji laboratorium dan forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian.



