Lebih dari sepekan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, warga Kampung Wae Peci, Desa Golo Mangung, Kabupaten Manggarai Timur mengaku masih membutuhkan bantuan mendesak berupa obat-obatan dan makanan.
Warga menyebut belum ada posko pemerintah di kampung tersebut. Warga berharap pemerintah segera datang melihat langsung kondisi para korban.
Korban gempa, Lopo Matius (66), mengatakan banyak warga mengalami gangguan kesehatan setelah harus bertahan di posko pengungsian seadanya yang mereka bangun sendiri.
Jadi, kebutuhan yang sangat mendesak bagi kami ini, karena kami dalam keadaan trauma, jadi kami butuh pengobatan,”
katanya melalui sambungan telepon dengan Owrite, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Matius, kondisi warga semakin memprihatinkan karena sebagian harus tinggal dalam tempat penampungan yang tidak memadai. Situasi tersebut membuat sejumlah warga jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis.
Saat ini banyak orang yang sakit karena hidup di posko penampungan seadanya. Kami sendiri yang buat posko,”
ucapnya.
Belum Ada Posko
Selain obat-obatan, warga juga membutuhkan pasokan makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Matius menambahkan, hingga kini kampung mereka belum memiliki posko pemerintah sebagai pusat penanganan dan distribusi bantuan.
Butuh obat-obat dan juga makanan. Daerah kami ini belum terjangkau bantuan dari pemerintah. Juga tidak ada posko dari pemerintah,”
jelasnya.
Matius berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera turun langsung ke Kampung Wae Peci untuk melihat kondisi warga yang terdampak gempa.
Ia mengatakan, masyarakat merasa kesulitan karena lebih dari satu pekan setelah gempa, pemerintah belum datang ke kampung mereka.
Kami berharap pemerintah Kabupaten Manggarai Timur datang melihat kondisi kampung dan korban, kami sangat susah. Sudah satu minggu lebih pemerintah belum datang ke kampung kami,”
terangnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah warga menjadi kebutuhan utama saat ini. Masyarakat ingin pemerintah memastikan secara langsung kondisi dan keselamatan warga setelah bencana.
kami mengharapkan bahwa pemerintah kabupaten, mereka datang untuk melihat kami. Bahwa betul-betul mereka melihat rakyatnya, bagaimana keselamatan rakyatnya pada masa depan ini,”
harapnya.
Soal pembangunan, sumbangan itu nomor dua, yang utama itu datang dulu lihat keadaan rakyatnya. Kami sangat kesusahan disini,”
ujar Matius.






















