Aktivitas gempa susulan pascagempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan kecenderungan penurunan.
Pj. Kendali Mutu Data Gempa dan Tsunami BMKG Pepen Supendi mengatakan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di Flores secara intensif.
Berdasarkan pemantauan tersebut, frekuensi gempa susulan mulai menunjukkan tren menurun, meski belum sepenuhnya stabil.
Untuk kasus Flores saat ini, aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan kecenderungan penurunan, tetapi masih terjadi fluktuasi sehingga masyarakat tetap perlu waspada,”
kata Pepen kepada Owrite.
Pepen menegaskan, BMKG tidak dapat memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi, di mana lokasi kejadiannya, maupun berapa besar magnitudonya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mempercayai informasi yang mengklaim adanya prediksi gempa dengan magnitudo dan waktu tertentu.
Yang dapat dilakukan adalah memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan memberikan informasi berdasarkan data terbaru,”
ujarnya.
Belum Dapat Diprediksi
Menurut dia, hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti. Pemantauan aktivitas kegempaan dan kecenderungannya berdasarkan data menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Yang dapat dilakukan adalah memantau aktivitas kegempaan dan melihat kecenderungannya berdasarkan data,”
kata Pepen.
Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, Pepen meminta masyarakat terdampak gempa Flores tidak panik, tetapi juga tidak lengah. Kesiapsiagaan dinilai menjadi hal penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi gempa kembali.
Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa dan tidak kembali menempati bangunan sebelum dipastikan aman.
Warga juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul di lingkungan masing-masing serta menyiapkan kebutuhan dasar untuk kondisi darurat.
Yang paling penting adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa,”
ujarnya.
Menyebarkan Informasi
Pepen juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi terkait prediksi gempa yang tidak berasal dari sumber resmi.
Informasi mengenai perkembangan kegempaan sebaiknya diperoleh melalui BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Pesan pentingnya adalah kita tidak bisa mencegah gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa mengurangi risikonya. Caranya adalah dengan membangun bangunan yang lebih aman, memahami kondisi lingkungan, meningkatkan kesiapsiagaan, dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar,”
katanya.
BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di Flores masih terus dilakukan. Masyarakat terdampak diminta tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sekali lagi kami mengimbau kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores agar tetap tenang tetapi tidak lengah. Aktivitas gempa susulan memang masih berlangsung, namun saat ini sudah mulai menunjukkan kecenderungan penurunan meskipun masih terjadi fluktuasi,”
ungkapnya.
BMKG terus memantau perkembangan kegempaan secara intensif. Yang paling penting, masyarakat jangan terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tetap mengikuti informasi resmi BMKG, tambahnya.

























