Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sekitar 500 santri di Sidoarjo, Jawa Timur, dinilai harus jadi titik balik bagi pemerintah. Langkah itu untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG secara menyeluruh.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut penanganan kasus MBG tak boleh berhenti pada pemberian layanan medis kepada korban dan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga bermasalah.
Kasus Sidoarjo adalah alarm keras bagi pemerintah,”
kata Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional JPPI Ari Hardi kepada Owrite, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Ari, lebih dari 500 santri harus dapat penanganan medis di delapan rumah sakit setelah diduga mengonsumsi MBG. Skala kejadian itu dinilai menunjukkan persoalan keamanan makanan dalam program MBG yang tak lagi tepat dipandang semata sebagai insiden di satu dapur.







