Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memutuskan, menunjuk Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031. Keputusan ini pun akan dibawa ke Sidang Paripurna DPR Selasa, 27 Januari 2026.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan pemilihan ini ditetapkan usai pimpinan Komisi XI dan pimpinan kelompok komisi (Poksi) melakukan rapat internal.
Bahwa yang diputuskan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas M Djiwandono,”
ujar Misbakhun di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Misbakhun mengaku, diputuskannya pemilihan Thomas ini dilakukan selama setengah jam. Namun, berdasarkan pantauan owrite.id di lokasi, keputusan kurang lebih hanya 10 menit sejak Thomas keluar dari ruangan usai melakukan fit and proper test.
Hari ini ini diputuskan bersama Komisi XI di rapat internal dan nanti akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk dapat disahkan di rapat paripurna besok. (Keputusan) lebih dari setengah jam,”
jelasnya.
Alasan Dipilihnya Thomas

Misbakhun mengatakan, pertimbangan dipilihnya Thomas dibandingkan dua calon deputi BI lainnya, yang diketahui merupakan internal Bank Indonesia adalah karena Thomas merupakan sosok yang bisa diterima oleh semua partai politik.
Pertimbangannya adalah bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh partai politik. Dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi itu seperti apa,”
jelasnya.
Ia mengatakan, pertimbangan lainnya adalah terkait paparan Thomas mengenai kelincahan dalam mengelola kebjiakan guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dan bagaimana membangun kelincahan dalam proses pengambilan keputusan ini. Dan menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiscal policy,”
tuturnya.
Ia menuturkan, tidak ada catatan untuk Thomas saat dilakukan fit and proper test. Misbakhun mengatakan seluruh fraksi pun menyetujui bahwa Thomas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Semua secara musyawarah mufakat. Tidak ada catatan sama sekali, bahkan banyak catatan-catatan yang masuk justru adalah catatan yang sangat positif mengenai komitmen untuk memperkuat profesionalisme, independensi BI, dan sebagainya,”
jelasnya.
Jejak Thomas Djiwandono

Adapun Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, ia menduduki posisi ini sejak Juli 2024 atau masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Thomas memulai karirnya sebagai wartawan, kemudian meneruskan karier sebagai analis keuangan di NatWest Market, Jakarta. Selanjutnya, ia berkarir sebagai konsultan di Castle Asia periode 1999–2000.
Pada tahun 2004, Thomas bergabung dengan Comexindo International dan menduduki posisi sebagai Direktur Pengembangan Bisnis (2004–2008), Deputi CEO (2008-2009), dan CEO pada 2010–2024.
Thomas juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group pada 2011 hingga 2024. Kemudian sejak 2008, ia mengemban tugas sebagai Bendahara Umum Gerindra.



