Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / APBN Januari 2026 Tekor Rp54,6 T, Benarkah MBG dan Bansos Pemicu Lonjakan Belanja? 
Ekonomi Bisnis

APBN Januari 2026 Tekor Rp54,6 T, Benarkah MBG dan Bansos Pemicu Lonjakan Belanja? 

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Februari 24, 2026 4:03 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.
Ilustrasi Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz)
SHARE

Baru masuk awal tahun 2026, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit atau tekor sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Penyebab APBN defisit pada awal tahun ini karena, realisasi belanja lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun atau tumbuh 25,7 persen secara year on year (yoy), sedangkan pendapatan negara hanya Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,5 persen yoy.

Posisi defisit APBN tercatat Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,”

ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Adapun dari realisasi belanja negara Rp227,3 triliun ini, belanja terbesar berasal dari pemerintah pusat, khususnya belanja non kementerian lembaga (K/L).

Belanja negara sendiri terbagi menjadi dua, yakni belanja pemerintah pusat realisasinya sebesar Rp131,9 triliun atau 4,2 persen dari pagu APBN 2026. Kemudian Transfer ke Daerah (TKD) realisasinya Rp95,3 persen atau 13,8 persen dari pagu APBN.

Bila dirinci, realisasi belanja pemerintah pusat masih terbagi lagi menjadi dua bagian, yakni belanja K/L dan non K/L. Untuk belanja K/L realisasinya sebesar Rp55,8 triliun atau tumbuh 128,9 persen, dan belanja non K/L realisasinya Rp76,1 triliun atau 23,4 persen.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil  Nazara, realisasi belanja non K/L yang sebesar Rp76,1 triliun atau 4,6 persen dari pagu ini dipengaruhi oleh pembayaran manfaat pensiun dan pembayaran bunga utang tepat waktu.

Sedangkan belanja K/L Rp55,8 triliun atau 3,7 persen dari pagu APBN 2026, dipengaruhi oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyaluran Bansos (PBI JKN dan PKH), serta percepatan belanja modal.

Ini adalah percepatan belanja yang dilakukan oleh seluruh pemerintah pusat terutama kementerian dan lembaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mendukung kesejahteraan masyarakat melalui APBN,”

ujar Suahasil.

Di samping itu, untuk realisasi pendapatan negara yang sebesar Rp172,7 triliun ini berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp138,9 triliun atau 5,2 persen dari pagi APBN. 

Jika dirinci, terdiri dari penerimaan pajak realisasinya sebesar Rp116,2 triliun atau 4,9 persen dari pagu, serta kepabeanan dan cukai Rp22,6 triliun atau 6,7 persen dari pagu APBN 2026.

Lalu, realisasi pendapatan negara Januari 2026 juga terdiri dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp33,9 triliun atau 7,4 persen dari pagu APBN 2026.

Tag:APBNBansosbelanja pemerintahDana Transfer ke DaerahMBGpensiunutang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi istilah body count
Hype

Body Count Itu Apa? Istilah Gaul Viral di Kalangan Gen Z

Apakah kamu pernah mendengar istilah body count? Bahasa slang ini pernah ramai jadi pembicaraan di media sosial, terutama di kalangan Gen Z. Kamu bisa menemukan kata ini di obrolan TikTok,…

By
Ani Ratnasari
Ivan
3 Min Read
Tangkapan layar kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe setelah Persipura gagal meuju kasta liga tertinggi, Indonesia Super League (ISL) setelah dikalahkan Adhyaksa FC
Olahraga

Persipura Gagal Promosi: Penonton Rusuh, Bendera Bintang Kejora Berkibar

Suasana Stadion Lukas Enembe berubah ricuh usai Persipura Jayapura kalah tipis 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff Championship Liga 2, Jumat 8 Mei 2026. Kekalahan tersebut memupus harapan tim…

By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
3 Min Read
KTP Elektronik
Hype

Warga Non-DKI Bisa Cetak KTP-el di Jakarta, Ini Syarat dan Ketentuannya

Warga non-DKI Jakarta ternyata tetap bisa melakukan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) di Jakarta. Namun, layanan tersebut hanya berlaku bagi penduduk dari luar wilayah seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan bekasi (Bodetabek)…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bhima: Jangan Senang Dulu, Ada Risiko Kurva Terbalik!

Rilis data pemerintah soal pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang mencapai…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
2 jam lalu
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Gegara Debt Collector Pinjol Teror Debitur, OJK Minta Perketat Pengawasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi ketat, industri penyelenggara pinjaman daring (Pindar) atau…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Ilustrasi Pinjol
Ekonomi Bisnis

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp101,03 Triliun, Penunggak Terbanyak Gen Z-Milenial

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, utang masyarakat Indonesia di pinjaman daring (pindar)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Ekonomi Bisnis

IMA Sentil Pemerintah, Tambang Minerba Jangan Disamakan dengan Migas

Industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba) mendapat sorotan dari Indonesian Mining…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up