Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Lebaran Sebentar Lagi, Ekonomi Kuartal I-2026 Diproyeksi Tumbuh 5,1 Persen
Ekonomi Bisnis

Lebaran Sebentar Lagi, Ekonomi Kuartal I-2026 Diproyeksi Tumbuh 5,1 Persen

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 10, 2026 10:48 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Pedagang melayani calon pembeli sandal dan sepatu untuk kebutuhan Lebaran di salah satu pusat penjualan di Pasar Rakyat Meulaboh, Aceh Barat, Aceh.
Pedagang melayani calon pembeli sandal dan sepatu untuk kebutuhan Lebaran di salah satu pusat penjualan di Pasar Rakyat Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. (Sumber: Antara Foto/Syifa Yulinnas/nym)
SHARE

Momentum Lebaran Idul Fitri diperkirakan menjadi pendorong ekonomi di kuartal I-2026. Ekonomi pada kuartal I-2026 diproyeksikan tumbuh di kisaran 5-5,1 persen, karena sejumlah indikator menunjukkan kenaikan konsumsi masyarakat jelang Lebaran Idul Fitri.

Daftar isi Konten
  • Daya Beli Naik Tapi Tak Merata
  • Sektor Ritel hingga Pariwisata Akan Terdongkrak

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan bila melihat indikator awal perekonomian yakni penjualan ritel, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, serta keyakinan konsumen terdapat sinyal bahwa konsumsi masyarakat akan naik.

Jika melihat indikator awal perekonomian seperti penjualan ritel, PMI manufaktur, serta keyakinan konsumen, terdapat sinyal bahwa aktivitas konsumsi masyarakat berpotensi meningkat menjelang Lebaran 2026, meskipun penguatannya kemungkinan tidak terlalu besar,”

ujar Yusuf kepada owrite Senin, 10 Maret 2026.

Yusuf menyebut, momentum Ramadan biasanya memang mendorong kenaikan belanja rumah tangga karena adanya kebutuhan musiman. Hal ini diantaranya makanan, pakaian, perjalanan mudik, hingga pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). 

Hal ini pada akhirnya dapat memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi pada kuartal berjalan, terutama melalui komponen konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,”

jelasnya.

Namun Yusuf mengatakan, momentum Lebaran hanya bersifat musiman, sehingga dampaknya hanya akan terasa dalam jangka pendek dan tidak selalu mencerminkan penguatan daya beli secara struktural. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di kuartal I diperkirakan tumbuh 5,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal I (periode kuartal terdampak Ramadan dan Lebaran) berpotensi mencapai 5,0 hingga 5,1 persen,”

ujarnya.

Daya Beli Naik Tapi Tak Merata

Dari sisi daya beli kata Yusuf, bila melihat dinamika beberapa bulan terakhir ada indikasi bahwa konsumsi masyarakat cenderung membaik pada periode Ramadan dan Lebaran. Hal ini karena pencairan THR dan stimulus yang digelontorkan pemerintah.

Pencairan THR dan berbagai stimulus pemerintah tentu akan menambah ruang belanja masyarakat, khususnya untuk kebutuhan yang sifatnya musiman,”

terangnya.

Kendati demikian, peningkatan daya beli itu tidak akan merata di semua kelompok masyarakat. Menurut Yusuf, hanya kelompok menengah atas yang masih memiliki ruang konsumsi yang cukup kuat.

Peningkatan daya beli tersebut kemungkinan tidak merata di semua kelompok masyarakat. Kelompok menengah atas relatif masih memiliki ruang konsumsi yang cukup kuat, sementara kelompok berpendapatan rendah terbantu oleh tambahan pendapatan seperti THR maupun bantuan sosial,”

ujarnya.

Sedangkan untuk kelompok masyarakat kelas menengah, pola konsumsi cenderung lebih selektif karena tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Artinya, memang ada kenaikan konsumsi, namun tidak akan terlalu agresif.

Sehingga peningkatan konsumsi kemungkinan tetap ada tetapi tidak terlalu agresif,”

ucapnya.

Senada dengan Yusuf, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan bahwa Lebaran 2026 tetap menjadi salah satu pengungkit penting aktivitas ekonomi pada kuartal I-2026. 

Karena Idul Fitri tahun ini jatuh pada akhir Maret sehingga dorongan konsumsi masuk lebih awal. Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama ekonomi dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap PDB, sehingga peningkatan belanja pada periode Ramadan–Lebaran biasanya memberi tambahan dorongan pada pertumbuhan kuartalan,”

ujar Rizal kepada owrite.

Rizal juga menilai, dampak momen Lebaran ke pertumbuhan ekonomi nasional akan cenderung terbatas. Sebab, momen ini lebih bersifat musiman.

Kontribusinya lebih bersifat musiman, yakni mempercepat konsumsi yang seharusnya terjadi di periode lain, sehingga efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi cenderung terbatas dan tidak bersifat permanen,”

katanya.

Memang kata Rizal, konsumsi masyarakat akan naik selama Ramadan dan Lebaran, tetapi lebih karena faktor musiman dibanding perbaikan struktural. Sehingga, momentum Lebaran cenderung berfungsi sebagai penopang sementara konsumsi agar daya beli tidak melemah lebih dalam.

Tekanan harga pangan dan biaya hidup masih terasa, tercermin dari inflasi yang relatif tinggi serta penurunan Indeks Keyakinan Konsumen pada Februari 2026. Artinya masyarakat masih optimistis karena indeks tetap di zona ekspansif, tetapi ekspektasi ekonomi ke depan mulai lebih hati-hati,”

ujarnya.

Sektor Ritel hingga Pariwisata Akan Terdongkrak

Rizal mengatakan, pada momen Lebaran sektor yang paling terdorong adalah perdagangan ritel, makanan dan minuman, transportasi dan logistik, akomodasi serta pariwisata. 

Peningkatan mobilitas masyarakat selama mudik akan memperkuat permintaan pada transportasi darat, udara, serta jasa distribusi,”

jelasnya.

Selain itu sambung Rizal, aktivitas belanja menjelang Lebaran juga meningkatkan kinerja pusat perbelanjaan, restoran, serta pelaku UMKM yang bergerak di sektor makanan, fesyen, dan oleh-oleh.

Tag:Daya Beliidul fitriKonsumsiLebaranPertumbuhan EkonomiRitelTHR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral! Challenge Hafal Ayat Alquran Ditukar Miras di Booth Festival Musik, Ustaz Hilmi: Kelewatan
By Syifa Fauziah
Booth di acara festival musik yang menawarkan miras dengan syarat hafalan ayat surat Alquran.
1
Challenge Hafal Surah Alquran Hadiah Miras Bikin Geram, Siapapun yang Terlibat Harus Ditindak Tegas!
By Rika Pangesti
Anggota Komisi VIII DPR sekaligus Ketua DPP PAN Sigit Purnomo alias Pasha.
2
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
3
Titik Lemah Kabinet Prabowo Bukan Cuma Menteri, Banyak Wamen Tak Jelas Kinerjanya
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), Wamen KKP Didit Herdiawan (kanan) saat meninjau panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/foc)
4
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.
Ekonomi Bisnis

Destry Calon Tunggal Gubernur BI, Menkeu Kabinet Bayangan: Prabowo Cari Aman

Penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
1 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap, Pemerintah Bakal Perketat ‘Orang Have’ Beli Pertalite

Pemerintah akan memperketat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni Pertalite. Pengguna…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pengakuan Purbaya soal Destry Jadi Gubernur BI: Cukup Dekat dan Biasa Kerja Sama

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Grafik pergerakan IHSG Kamis, 21 Mei 2026. (Sumber: Owrite/Dusep)
Ekonomi Bisnis

Kompak Lemes, Rupiah Ditutup Rp17.861 per Dolar AS dan IHSG Memerah 1,53 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up